Senyumku Dakwahku - Banyak istri dan beberapa pasangan yang romantis mengeluhkan suami / pasangan yang kehilangan romantisme. Dulu saat masih masa pacaran, tampak sisi romantisme yang membuat mereka berinteraksi secara intim dan mesra. Demikian pula saat pengantin baru, sisi-sisi romantisme masih dirasakan. Namun seiring perjalanan waktu, istri mulai mengeluhkan sikap suami yang cenderung pasif dan kehilangan romantisme. Interaksi dan komunikasi setelah berumah tangga semakin lama semakin mengalami penurunan baik kualitas maupun kuantitas. dulu adalah pasangan paling romantis dan sekarang romantis itu sedikit memudar yang mengakibatkan harmonis berkurang.
“Mengapa engkau tidak pernah lagi memuji dan merayuku? Dulu engkau bisa berlaku romantis, sekarang sudah tidak bisa lagi”, keluh Mia kepada Bayu, suaminya.
“Kita sudah tambah tua, anak sudah besar, apa iya disuruh seperti anak muda pacaran yang suka merayu…. Ingat Ma, kita sudah tidak muda lagi…”, jawab Bayu.
“Apakah pasangan umur empat puluhan seperti kita sudah tidak layak untuk romantis lagi Pa? Kita ini belum terlalu tua…” sergah Mia tidak mau mengalah.
Apakah yang terjadi pada Bayu dan Mia? Sebenarnya ini bukan soal “salah siapa”, namun hanya persoalan perbedaan khas antara dunia laki-laki dan dunia perempuan. Mereka saling tidak memahami ada yang berbeda di antara suami dan istri, sehingga menimbulkan suasana saling heran bahkan saling menyalahkan satu dengan yang lain.
Apa yang Terjadi Pada Suami?
Secara umum, laki-laki cenderung memiliki “zona nyaman” dalam suatu hubungan. Sebelum memiliki istri, ia berusaha mendapatkan istri yang ideal menurut standar kelelakiannya, dan untuk itu ia rela melakukan apapun demi mendapatkan calon pendamping hidupnya. Seorang lelaki berusaha mengejar dan mendapatkan perempuan yang menarik dan membuatnya tergila-gila, yang diharapkan menjadi istri. Ia melakukan berbagai usaha agar bisa mendapatkan perempuan tersebut, walau kadang harus bersaing dengan banyak lelaki lain.
Namun setelah memiliki istri, laki-laki mulai memasuki zona nyaman. Ia merasa aman, tidak perlu mengejar atau melakukan usaha untuk mendapatkan pendamping hidup, karena sudah ada di sampingnya. Ketika sudah memasuki zona nyaman dalam hubungan, laki-laki merasa bisa fokus pada hal lain dalam hidupnya tanpa harus memusingkan lagi urusan mencari pendamping hidup. Ia bisa fokus pada karier, pekerjaan, organisasi, hobi, dan lain sebagainya, dan yakin bahwa istri juga nyaman berada di sampingnya.
Pada beberapa kalangan suami, ketika sedang berduaan dengan istri, tidak masalah bila dia asyik membaca koran, menonton berita di TV atau bekerja di laptop, dan istrinya pun asyik membaca buku atau memainkan blackberry. Saling sibuk dan asyik mengerjakan urusan masing-masing, adalah sebuah kedamaian dan kebahagiaan tersendiri bagi beberapa kalangan laki-laki. Baginya, itu sudah lebih dari cukup. Maka laki-laki terkesan berubah menjadi lebih cuek setelah menikah, padahal itu artinya dia sudah merasa nyaman dan stabil dengan istrinya.
Sikap seperti inilah yang oleh kebanyakan istri disebut sebagai tidak romantis dan tidak peduli. Di mata istri, suami kehilangan romantisme setelah berumah tangga, apalagi ketika sudah menempuh masa yang panjang. Padahal suami merasa tidak ada yang berubah dari dirinya. Bahkan dia merasa sudah sedemikian nyaman hidup berumah tangga, dan heran mengapa sang istri masih mencari-cari kekurangannya.
Apa yang Terjadi pada Istri?
Di sisi lain, perempuan memerlukan “perhatian yang konsisten” dalam suatu hubungan. Istri ingin diperlakukan secara romantis, sedikit dicemburui, dirayu, dipuji, butuh bermesraan, dan lain sebagainya. Apalagi bila sebelum menikah dulu si laki-laki sudah tampak romantis, maka perempuan memiliki ekspektasi yang tinggi bahwa suaminya akan semakin romantis setelah menikah. Banyak perempuan menginginkan romance dan drama dalam suatu hubungan, dia ingin melihat suaminya berusaha membahagiakan dirinya. Bahkan cukup dengan melihat usahanya saja, perempuan sudah merasa bahagia. Karena itu, ketika sedang berduaan, wanita akan mengeluh bila suaminya asyik bekerja di laptop atau memainkan blackberry tanpa mempedulikannya.
Ketika istri sedang berduaan dengan suami di rumah dan melihat suami sibuk melakukan aktivitas di komputer atau handphone, istri akan berpikir, “Mengapa aku dicuekin begini? Sudah dia super sibuk, jarang di rumah, begitu di rumah malah asyik dengan aktivitasnya sendiri. Mungkin dia sudah tidak sayang lagi padaku….” Padahal yang ada di dalam pikiran suami adalah, “Ada kamu di sini saja, aku sudah senang. Sekarang aku bisa beraktivitas dengan tenang….”
Istri berpikir, “Kenapa asyik dengan laptop atau handphone saat berduaan dengan aku? Kamu kan bisa melakukan itu saat di kantor. Mengapa engkau tidak peduli kepadaku?” Sementara suami berpikir, “Kenapa harus nungguin aku yang lagi kerja di laptop? Kamu kan bisa mengerjakan hal lain, nonton TV, baca koran atau baca buku atau apapunlah yang menyenangkanmu…”
Apabila berulang kali mengalami kejadian seperti ini, istri akan mulai mengeluh pada suami. Lama kelamaan keluhan ini berubah menjadi tuntutan. Tanggapan suami biasanya tersinggung dan membela diri, karena merasa tidak melakukan kesalahan apapun. Istri menuduh suami tidak peka, tidak romantis dan tidak pengertian, sedangkan suami menuduh istri banyak menuntut dan mencari-cari masalah. Akibatnya pertengkaran pun terjadi dan saling menyalahkan satu sama lain. Hanya karena keduanya tidak mengerti kebutuhan pasangannya, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Saling Memahami, Saling Kompromi
Dalam kejadian seperti yang dialami oleh Mia dan Bayu di atas, sebenarnya tidak ada yang perlu disalahkan. Keduanya hanya perlu dilatih dan dibiasakan untuk saling mengerti, saling memahami dan saling kompromi. Bila Mia dan Bayu sudah mengerti apa yang dibutuhkan pasangannya, maka solusinya menjadi mudah mereka dapatkan. Yang diperlukan adalah kesediaan suami dan istri untuk selalu berusaha memahami pasangan, dan kemudian menentukan titik kompromi yang paling mungkin atas perbedaan yang terjadi di antara mereka.
Para istri harus mengerti kecenderungan umum laki-laki dalam mengapresiasi sebuah hubungan, demikian pula para suami harus mengerti kecenderungan umum perempuan. Mereka berdua akan lebih mudah menyesuaikan diri, karena mengerti mengapa perbedaan sudut pandang ini bisa terjadi. Kompromi lebih mungkin dilakukan antara suami dengan istri, apabila keduanya sudah saling memahami dengan baik keinginan pasangannya.
Contoh kompromi itu adalah, suami dan istri menyediakan waktu-waktu khusus untuk tidak boleh ada gangguan dalam hubungan. Misalnya hari tertentu atau jam tertentu, suami dan istri tidak disibukkan oleh pekerjaan dan aktivitas masing-masing. Bisa duduk, bercengkerama, bercanda berdua dengan leluasa. Tanpa diganggu handphone, blackberry, laptop, koran, majalah, TV dan lain sebagainya. Waktu-waktu yang istimewa dan spesial, di mana mereka bisa leluasa mengobrol dan memperbincangkan apa saja tanpa diganggu oleh kesibukan masing-masing.
Rujukan : http://ziesgallery.blogspot.com/ & http://www.dakwatuna.com/
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook
Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Tuesday, December 17, 2013
Saturday, November 9, 2013
20 Cara Membahagiakan Istri
Kawan Senyum - Tahukah anda Bagimana Cara Membahagiakan Istri ?
Rumahku Surgaku. Itulah harapan sebuah pernikahan. Memang, tidak mudah untuk mewujudkan harapan tersebut, bisa-bisa rumahku menjadi nerakaku. Dibutuhkan kerjasama yang harmonis diantara suami dan istri ketika mengarungi bahtera pernikahan. Selain itu, dibutuhkan pemahaman mengenai cara memelihara pernikahan agar tetap harmonis dan tahan terhadap badai ujian. Berikut penjelasan praktis dan padat karya Syekh Umar Bakri Muhammad “Nasihat Indah Untuk Suami Istri” yang diterbitkan oleh Cakrawala Publishing.
Rasulullah SAW bersabda :
“ Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik (perlakuannya) terhadap istri-istrinya dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap istri-istriku.”
Rasullullah SAW juga bersabda :
“ Tidak ada yang memuliakan wanita dengan sejati kecuali laki-laki yang pemurah (dermawan) dan tak seorangpun yang menghina mereka (wanita) kecuali laki-laki yang kasar.”
Tugas-tugas seorang suami kepada istrinya :
1. Hendaklah Anda selalu memperlihatkanlah wajah yang enyenangkan ketika masuk ke rumah, ucapkan salam Islam “assalaamu’alaikum” dengan senyuman yang manis, raih tangannya dan peluklah istri Anda dengan mesra.
2. Ketika berbicara, untaikan kalimat yang manis serta memikat istri Anda. Usahakan istri Anda merasa benar-benar diperhatikan dan menjadikannya wanita paling khusus untuk Anda. Untaian kalimat yang disampaikan kepadanya hendaknya jelas (ulangi jika perlu) dan panggillah istri Anda dengan sebutan yang dia sukai seperti ; manisku, sayangku, cintaku dan lain sebagainya.
3. Meskipun Anda mempunyai beban kerja yang banyak, luangkanlah waktu untuk beramah tamah dan bercengkerama dengan istri Anda. Hal ini juga dilakukan oleh Rasulullah SAW dimana beliau juga beramah tamah dan menghabiskan waktu bersama para istri beliau, meskipun pada saat itu beliau juga penuh dengan pekerjaan serta beban tanggung jawab yang sangat besar.
4. Mainkanlah suatu permainan ataupun selingan yang menggembirakan bersama istri Anda. Hal ini dinyatakan dalam suatu hadist bahwa Rasullah SAW bersabda :
“ Semua hal yang di dalamnya tidak menyebut nama Allah SWT, adalah suatu kesia-siaan, kecuali dalam empat hal : seorang laki-laki yang sedang bermain dengan istrinya, melatih kuda, membidik di antara dua sasaran, serta mengajarkan berenang.”
5. Membantu pekerjaan sehari-hari rumah tangga. Usahakan Anda membantu dan menolong istri Anda dengan tugas-tugas keseharian rumah tangga Anda, seperti membeli makanan, mempersiapkan makanan, membersihkan serta mengatur rumah, dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini akan membawa kebahagiaan tersendiri pada diri istri Anda dan tentu saja akan semakin memperkuat cinta Anda dan hubungan Anda bersama sang Istri.
6. Usahakan musyawarah selalu menghiasi rumah tangga Anda. Bermusyawarahlah dengan istri Anda, dalam setiap permasalahan. Pendapat yang di sampaikan Ummu Salamah kepada Rasulullah SAW pada saat perjanjian Hudaibiyyah adalah suatu kejadian yang sangat terkenal. Hal ini merupakan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW untuk bermusyawarah dengan para istri dan para sahabat beliau.
7. Ketika Istri Anda sedang berkunjung ke tempat saudaranya, teman-temannya, serta orang-orang saleh, maka temanilah istri Anda.
8. Tata cara melakukan perjalanan dan meninggalkan istri di rumah. Jika Anda tidak bisa membawa serta istri Anda dalam perjalanan, maka ucapkanlah selamat tinggal dengan penuh rasa sayang, bekalilah istri Anda dengan persediaan kebutuhan sehari-hari dan uang secukupnya, mintalah istri Anda untuk mendo’akan Anda, sering-seringlah untuk menghubungi istri Anda. Jangan lupa untuk meminta pertolongan kepada orang yang Anda percayai untuk menjaga keluarga Anda selama Anda bepergian. Persingkat perjalanan Anda jika dirasa sudah tidak penting lagi dan pulanglah dengan membawa oleh-oleh. Hindari untuk pulang pada malam hari atau pada saat-saat yang tidak diharapkan.
9. Dukungan keuangan. Tumbuhkanlah sikap dermawan pada diri Anda (tidak pelit) dalam urusan pengeluaran rumah tangga Anda, tentunya harus sesuai dengan kemampuan keuangan Anda. Dukungan keuangan yang baik (tidak boros tentunya) akan sangat berguna untuk memelihara kestabilan perkawinan Anda.
10. Buatlah diri Anda agar selalu berbau harum dan perindah penampilan Anda . Allah SWT itu indah dan Dia menyukai keindahan. Maka selalu bersihlah Anda, rapi, dan pakailah parfum. Ibnu Abbas r.a. berkata :
“ saya menyukai keindahan diri saya sendiri untuk istri saya, seperti halnya saya menyukai keindahan istri saya untuk saya.”
11. Tentang hubungan seksual. Merupakan tugas dari suami untuk mencukupi kebutuhan serta hasrat seksual sang istri. Bisa jadi sekali waktu istri Anda sedang berada dalam masa yang sangat prima berkenaan dengan kesehatan fisik dan psikologisnya.
12.Penuh perhatian. Seorang suami muslim harus sangat perhatian dan penuh perasaan terhadap istrinya. Istri Anda pasti mengalami dan melewati bermacam-macam perubahan baik secara fisik dan psikologis. Pada saat-saat seperti itu, istri Anda sangat memerlukan suatu perlakuan yang mesra dan penuh perhatian, agar istri Anda bisa menghapus kesusahan dan kesedihan yang sedang dialaminya, serta menenangkan perasaannya yang mudah tersentuh.
13. Jagalah kerahasiaan perkawinan Anda. Diriwayatkan dalam sebuah hadist oleh Abu Sa’id Al-Khudry bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“ Sungguh di antara orang yang paling buruk di hadapan Allah SWT pada saat hari kebangkitan adalah laki-laki yang mendatangi istrinya untuk melakukan hubungan badan, dan dia membeberkan rahasia itu (tentang hubungan badan) kepada yang lain.”
14. Bekerja sama dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT, sholat berjama’ah dan selalu tingkatkan aktifitas Anda dalam beribadah kepada Allah SWT, seperti bersedekah, dzikir (mengingat Allah SWT), dan sholat pada malam hari (qiyamul lail). Rasulullah SAW bersabda :
“ Semoga rahmat Allah SWT dilimpahkan kepada laki-laki yang bangun pada malam hari dan membangunkan istrinya untuk sholat bersamanya, dan jika dia menolak maka percikkan air ke wajahnya”.
15. Selalu menunjukkan rasa hormat kepada keluarga dan teman istri Anda.
16. Usahakan untuk mendidik istri Anda tentang islam dan berilah istri Anda nasehat-nasehat.
17. Cemburu yang sewajarnya.
18. Bersabar dan berlaku lembutlah kepada istri Anda. Kendalikan amarah Anda dan buatlah sang istri untuk menghilangkan keragu-raguannya terhadap Anda, dan nasehatilah dia ketika melakukan suatu kesalahan.
19. Jadilah pema’af dan tegurlah istri Anda dengan cara yang baik dan sampaikan pada saat yang benar-benar tepat.
20. Jadilah seorang suami muslim yang sejati, dan terapkan semua yang pernah dibaca dan dipahami tentang Islam, dengan arif dan bijaksana.
Untuk para Istri silahkan dibaca 20 Cara Membahagiakan Suami Anda
(Almuhajirun,arrahmah.com)
Rumahku Surgaku. Itulah harapan sebuah pernikahan. Memang, tidak mudah untuk mewujudkan harapan tersebut, bisa-bisa rumahku menjadi nerakaku. Dibutuhkan kerjasama yang harmonis diantara suami dan istri ketika mengarungi bahtera pernikahan. Selain itu, dibutuhkan pemahaman mengenai cara memelihara pernikahan agar tetap harmonis dan tahan terhadap badai ujian. Berikut penjelasan praktis dan padat karya Syekh Umar Bakri Muhammad “Nasihat Indah Untuk Suami Istri” yang diterbitkan oleh Cakrawala Publishing.Rasulullah SAW bersabda :
“ Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik (perlakuannya) terhadap istri-istrinya dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap istri-istriku.”
Rasullullah SAW juga bersabda :
“ Tidak ada yang memuliakan wanita dengan sejati kecuali laki-laki yang pemurah (dermawan) dan tak seorangpun yang menghina mereka (wanita) kecuali laki-laki yang kasar.”
Tugas-tugas seorang suami kepada istrinya :
1. Hendaklah Anda selalu memperlihatkanlah wajah yang enyenangkan ketika masuk ke rumah, ucapkan salam Islam “assalaamu’alaikum” dengan senyuman yang manis, raih tangannya dan peluklah istri Anda dengan mesra.
2. Ketika berbicara, untaikan kalimat yang manis serta memikat istri Anda. Usahakan istri Anda merasa benar-benar diperhatikan dan menjadikannya wanita paling khusus untuk Anda. Untaian kalimat yang disampaikan kepadanya hendaknya jelas (ulangi jika perlu) dan panggillah istri Anda dengan sebutan yang dia sukai seperti ; manisku, sayangku, cintaku dan lain sebagainya.
3. Meskipun Anda mempunyai beban kerja yang banyak, luangkanlah waktu untuk beramah tamah dan bercengkerama dengan istri Anda. Hal ini juga dilakukan oleh Rasulullah SAW dimana beliau juga beramah tamah dan menghabiskan waktu bersama para istri beliau, meskipun pada saat itu beliau juga penuh dengan pekerjaan serta beban tanggung jawab yang sangat besar.
4. Mainkanlah suatu permainan ataupun selingan yang menggembirakan bersama istri Anda. Hal ini dinyatakan dalam suatu hadist bahwa Rasullah SAW bersabda :
“ Semua hal yang di dalamnya tidak menyebut nama Allah SWT, adalah suatu kesia-siaan, kecuali dalam empat hal : seorang laki-laki yang sedang bermain dengan istrinya, melatih kuda, membidik di antara dua sasaran, serta mengajarkan berenang.”
5. Membantu pekerjaan sehari-hari rumah tangga. Usahakan Anda membantu dan menolong istri Anda dengan tugas-tugas keseharian rumah tangga Anda, seperti membeli makanan, mempersiapkan makanan, membersihkan serta mengatur rumah, dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini akan membawa kebahagiaan tersendiri pada diri istri Anda dan tentu saja akan semakin memperkuat cinta Anda dan hubungan Anda bersama sang Istri.
6. Usahakan musyawarah selalu menghiasi rumah tangga Anda. Bermusyawarahlah dengan istri Anda, dalam setiap permasalahan. Pendapat yang di sampaikan Ummu Salamah kepada Rasulullah SAW pada saat perjanjian Hudaibiyyah adalah suatu kejadian yang sangat terkenal. Hal ini merupakan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW untuk bermusyawarah dengan para istri dan para sahabat beliau.
7. Ketika Istri Anda sedang berkunjung ke tempat saudaranya, teman-temannya, serta orang-orang saleh, maka temanilah istri Anda.
8. Tata cara melakukan perjalanan dan meninggalkan istri di rumah. Jika Anda tidak bisa membawa serta istri Anda dalam perjalanan, maka ucapkanlah selamat tinggal dengan penuh rasa sayang, bekalilah istri Anda dengan persediaan kebutuhan sehari-hari dan uang secukupnya, mintalah istri Anda untuk mendo’akan Anda, sering-seringlah untuk menghubungi istri Anda. Jangan lupa untuk meminta pertolongan kepada orang yang Anda percayai untuk menjaga keluarga Anda selama Anda bepergian. Persingkat perjalanan Anda jika dirasa sudah tidak penting lagi dan pulanglah dengan membawa oleh-oleh. Hindari untuk pulang pada malam hari atau pada saat-saat yang tidak diharapkan.
9. Dukungan keuangan. Tumbuhkanlah sikap dermawan pada diri Anda (tidak pelit) dalam urusan pengeluaran rumah tangga Anda, tentunya harus sesuai dengan kemampuan keuangan Anda. Dukungan keuangan yang baik (tidak boros tentunya) akan sangat berguna untuk memelihara kestabilan perkawinan Anda.
10. Buatlah diri Anda agar selalu berbau harum dan perindah penampilan Anda . Allah SWT itu indah dan Dia menyukai keindahan. Maka selalu bersihlah Anda, rapi, dan pakailah parfum. Ibnu Abbas r.a. berkata :
“ saya menyukai keindahan diri saya sendiri untuk istri saya, seperti halnya saya menyukai keindahan istri saya untuk saya.”
11. Tentang hubungan seksual. Merupakan tugas dari suami untuk mencukupi kebutuhan serta hasrat seksual sang istri. Bisa jadi sekali waktu istri Anda sedang berada dalam masa yang sangat prima berkenaan dengan kesehatan fisik dan psikologisnya.
12.Penuh perhatian. Seorang suami muslim harus sangat perhatian dan penuh perasaan terhadap istrinya. Istri Anda pasti mengalami dan melewati bermacam-macam perubahan baik secara fisik dan psikologis. Pada saat-saat seperti itu, istri Anda sangat memerlukan suatu perlakuan yang mesra dan penuh perhatian, agar istri Anda bisa menghapus kesusahan dan kesedihan yang sedang dialaminya, serta menenangkan perasaannya yang mudah tersentuh.
13. Jagalah kerahasiaan perkawinan Anda. Diriwayatkan dalam sebuah hadist oleh Abu Sa’id Al-Khudry bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“ Sungguh di antara orang yang paling buruk di hadapan Allah SWT pada saat hari kebangkitan adalah laki-laki yang mendatangi istrinya untuk melakukan hubungan badan, dan dia membeberkan rahasia itu (tentang hubungan badan) kepada yang lain.”
14. Bekerja sama dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT, sholat berjama’ah dan selalu tingkatkan aktifitas Anda dalam beribadah kepada Allah SWT, seperti bersedekah, dzikir (mengingat Allah SWT), dan sholat pada malam hari (qiyamul lail). Rasulullah SAW bersabda :
“ Semoga rahmat Allah SWT dilimpahkan kepada laki-laki yang bangun pada malam hari dan membangunkan istrinya untuk sholat bersamanya, dan jika dia menolak maka percikkan air ke wajahnya”.
15. Selalu menunjukkan rasa hormat kepada keluarga dan teman istri Anda.
16. Usahakan untuk mendidik istri Anda tentang islam dan berilah istri Anda nasehat-nasehat.
17. Cemburu yang sewajarnya.
18. Bersabar dan berlaku lembutlah kepada istri Anda. Kendalikan amarah Anda dan buatlah sang istri untuk menghilangkan keragu-raguannya terhadap Anda, dan nasehatilah dia ketika melakukan suatu kesalahan.
19. Jadilah pema’af dan tegurlah istri Anda dengan cara yang baik dan sampaikan pada saat yang benar-benar tepat.
20. Jadilah seorang suami muslim yang sejati, dan terapkan semua yang pernah dibaca dan dipahami tentang Islam, dengan arif dan bijaksana.
Untuk para Istri silahkan dibaca 20 Cara Membahagiakan Suami Anda
(Almuhajirun,arrahmah.com)
Tuesday, May 15, 2012
Hargailah orang yang tersayang..
PERNAHKAH anda menatap orang-orang terdekat anda ketika saat dia sedang tidur?
Kalau belum, cubalah sekali untuk menatap mereka saat mereka sedang tidur.
Saat itu, yang nampak adalah ekspresi paling suci dan paling jujur dari seseorang.
Seorang artis yang ketika di pentas begitu cantik dan gemerlap pun boleh nampak biasa
dan jauh berbeza jika dia sedang tidur.
Orang paling kejam di dunia pun jika dia sudah tidur, tak akan nampak wajah bengisnya.
Perhatikanlah ayah anda ketika beliau sedang tidur.
Sedarilah, badannya yang dulu tegap dan gagah itu kini semakin tua dan lemah,
betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya,
betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya.
Orang inilah yang setiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya.
Orang inilah, rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
Sekarang, beralihlah.
Lihatlah ibu anda
kulitnya mulai berkedut dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu
kini kasar kerana tempaan hidup yang sukar.
Orang inilah yang tiap hari mengurus keperluan kita.
Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata-mata kerana rasa kasih dan sayang,
dan sayangnya, itu sering kita salah ertikan.
Cubalah menatap wajah orang-orang tercinta itu :
Ayah, Ibu, Suami, Isteri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya.
Rasakanlah kuasa cinta yang mengalir perlahan disaat menatap wajah bersih yang terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat
betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda.
Pengorbanan yang kadang tertutup oleh silap faham yang kecil
Entah kenapa selalu sahaja nampak besar.
Secara ajaibnya, Allah mengatur agar pengorbanan itu
agar boleh dilihat melalui wajah-wajah jujur mereka semasa sedang tidur.
Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan.
Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara dia berkata :
“betapa lelahnya aku hari ini”.
Dan penyebab lelah itu?
Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita.
Suami yang bekerja keras mencari nafkah, isteri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah.
Kakak, adik, anak, dan sahabat yang ada dalam hari-hari suka dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka.
Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan yang muncul jika mengingati itu semua.
Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka “orang-orang dikasihi itu” tak lagi membuka matanya selamanya .
Semoga kita renungkan bersama..
Kalau belum, cubalah sekali untuk menatap mereka saat mereka sedang tidur.
Saat itu, yang nampak adalah ekspresi paling suci dan paling jujur dari seseorang.
Seorang artis yang ketika di pentas begitu cantik dan gemerlap pun boleh nampak biasa
dan jauh berbeza jika dia sedang tidur.
Orang paling kejam di dunia pun jika dia sudah tidur, tak akan nampak wajah bengisnya.
Perhatikanlah ayah anda ketika beliau sedang tidur.
Sedarilah, badannya yang dulu tegap dan gagah itu kini semakin tua dan lemah,
betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya,
betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya.
Orang inilah yang setiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya.
Orang inilah, rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
Sekarang, beralihlah.
Lihatlah ibu anda
kulitnya mulai berkedut dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu
kini kasar kerana tempaan hidup yang sukar.
Orang inilah yang tiap hari mengurus keperluan kita.
Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata-mata kerana rasa kasih dan sayang,
dan sayangnya, itu sering kita salah ertikan.
Cubalah menatap wajah orang-orang tercinta itu :
Ayah, Ibu, Suami, Isteri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya.
Rasakanlah kuasa cinta yang mengalir perlahan disaat menatap wajah bersih yang terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat
betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda.
Pengorbanan yang kadang tertutup oleh silap faham yang kecil
Entah kenapa selalu sahaja nampak besar.
Secara ajaibnya, Allah mengatur agar pengorbanan itu
agar boleh dilihat melalui wajah-wajah jujur mereka semasa sedang tidur.
Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan.
Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara dia berkata :
“betapa lelahnya aku hari ini”.
Dan penyebab lelah itu?
Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita.
Suami yang bekerja keras mencari nafkah, isteri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah.
Kakak, adik, anak, dan sahabat yang ada dalam hari-hari suka dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka.
Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan yang muncul jika mengingati itu semua.
Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka “orang-orang dikasihi itu” tak lagi membuka matanya selamanya .
Semoga kita renungkan bersama..
Monday, December 26, 2011
20 Cara Membahagiakan Suami Anda
Tidak lengkap rasanya jika ada 20 cara membahagiakan istri anda, tidak ada 20 cara membahagiakan suami anda. Berikut masih dalam buku yang sama, “Nasihat Indah untuk Suami Istri”, karya Syekh Umar Bakri Muhammad, bagaimana para istri memikat suami mereka. Semoga bermanfaat!
1. Anda adalah sekuntum mawar yang sedang bersinar di rumah anda. Buatlah di saat suami anda masuk ke rumah, dia merasa bahwa kecantikan dan keharuman mawar tersebut, tidak bukan dan tidak lain hanyalah untuknya seorang.
2. Bagaimana caranya agar suami anda itu bisa merasa damai dan nyaman, baik dengan perbuatan ataupun dengan kata-kata? Hal itulah yang secara terus menerus anda selalu usahakan untuk suami anda. Untuk kesempurnaannya, lakukan itu dengan sepenuh jiwa.
3. Sopan dan penuh perhatianlah anda ketika berbincang-bincng dan berdiskusi, jauhkanlah perdebatan dan sikap keras kepala untuk mengemukakan pendapat anda.
4. Pahami pula kebenaran dan keindahan prinsip-prinsip islam di balik kelebihan sang suami terhadap anda selaku istri, yang memang terkait dengan kodrat seorang wanita, dan janganlah hal ini dianggap sebagai sesuatu yang dzalim (penindasan).
5. Lembutkanlah suara anda ketika berbicara dengan sang suami dan pastikan suara anda tidak meninggi pada saat dia bersama anda. Diriwayatkan dalam sebuah hadist, bahwa Rasulullah SAW bersabda; “Seorang istri yang menyakiti suaminya di dunia, bidadari calon istrinya di surga akan berkata; ‘Jangan kamu sakiti dia! Semoga Allah memusuhimu. Sesungguhnya di sisimu dia hanya sebagai seorang tamu. Dia akan meninggalkanmu menuju kami’.” (HR. At-Tirmidzi)
6. Pastikan anda bangun pada malam hari untuk melakukan shalat malam secara rutin (qiyamul lail), hal ini akan membawa kecerahan dan kebahagiaan pada perkawinan anda, sungguh mengingat Allah SWT akan membawa ketenangan pada hati anda. “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati (senantiasa) menjadi tenteram (tenang).” (QS. Ar-Ra’d [13]: 28)
7. Bersikaplah diam ketika suami anda sedang marah dan jangan tidur kecuali dia mengijinkannya. Dalam kitab Shahih (Al-Bukhari) dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda; “Apabila seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya, namun si istri menolak untuk datang, lalu si suami bermalam (tidur) dalam keadaan marah kepada istrinya tersebut, niscaya para malaikat melaknat si istri sampai ia berada di pagi hari.”
8. Berdirilah dekat suami anda ketika dia sedang memakai baju dan sepatunya.
9. Buatlah suami anda merasa bahwa anda menginginkan sang suami untuk mengenakan baju yang anda pilih buat dia, pilihlah pakaian itu oleh anda sendiri.
10. Anda harus sensitif dan memahami kebutuhan suami anda, untuk menjadikan pernikahan anda menjadi yang terbaik tanpa menghabiskan waktu anda. Dari Thalaq bin Ali, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda; “Suami mana saja yang memanggil istrinya untuk memenuhi hajatnya, maka si istri harus/wajib mendatanginya (memenuhi panggilannya) walaupun ia sedang memanggang roti di atas tungku api.”
11. Ketika ada perselisihan pendapat, hendaknya anda tidak menunggu agar sang suami meminta maaf kepada anda (jangan jadikan hal ini sebagai prioritas utama harapan anda) mengalahlah demi kebaikan anda dan pasangan, kecuali kalau suami anda secara sadar mengakuinya.
12. Rawatlah penampilan dan pakaian suami anda, biarpun kelihatannya suami anda malas untuk merawat dan memakainya, tapi yakinlah bahwa dia akan menyukainya sebagaimana teman-temannya juga akan menyukainya.
13. Hendaknya anda tidak selalu mengandalkan suami anda untuk berkeinginan melakukan hubungan badan. Sekali-kali anda mulailah lebih dulu, tentu pada saat yang tepat.
14. Di malam hari, jadilah seperti pengantin baru buat suami anda, janganlah anda beranjak tidur lebih dulu dari sang suami, kecuali kalau dirasa sangat perlu.
15. Janganlah menunggu atau mengharapkan balasan dari semua perbuatan dan kebiasaan baik anda, banyak suami karena kesibukan kerjanya, gampang melupakan untuk melakukan hal tersebut, atau secara tidak sengaja lupa untuk menyampaikan penghargaan yang semestinya kepada anda.
16. Hendaknya berbuat sesuai dengan keadaan dan kemampuan keuangan yang ada, dan jangan meminta sesuatu yang berlebihan dan mahal.
17. Ketika suami anda baru pulang dari perjalanan yang lama ataupun bepergian dari tempat yang jauh, sambutlah dia dengan wajah yang ceria dan tunjukkanlah bahwa anda sangat merindukan kedatangannya.
18. Ingatlah selalu bahwa keberadaan sang suami adalah salah satu sarana mendekatkan diri anda kepada Allah SWT.
19. Pastikan Anda untuk selalu memperbaharui dan merubah bentuk penampilan anda, sebagai tanda dan ungkapan kasih anda menyambut suami tercinta.
20. Ketika sang suami meminta sesuatu untuk melakukan hal-hal tertentu, maka pastikan anda melakukannya dengan sigap dan sepenuh hati, jangan sampai anda merasa enggan dan terlihat lamban.
(Almuhajirun, arrahmah.com)
1. Anda adalah sekuntum mawar yang sedang bersinar di rumah anda. Buatlah di saat suami anda masuk ke rumah, dia merasa bahwa kecantikan dan keharuman mawar tersebut, tidak bukan dan tidak lain hanyalah untuknya seorang.
2. Bagaimana caranya agar suami anda itu bisa merasa damai dan nyaman, baik dengan perbuatan ataupun dengan kata-kata? Hal itulah yang secara terus menerus anda selalu usahakan untuk suami anda. Untuk kesempurnaannya, lakukan itu dengan sepenuh jiwa.
3. Sopan dan penuh perhatianlah anda ketika berbincang-bincng dan berdiskusi, jauhkanlah perdebatan dan sikap keras kepala untuk mengemukakan pendapat anda.
4. Pahami pula kebenaran dan keindahan prinsip-prinsip islam di balik kelebihan sang suami terhadap anda selaku istri, yang memang terkait dengan kodrat seorang wanita, dan janganlah hal ini dianggap sebagai sesuatu yang dzalim (penindasan).
5. Lembutkanlah suara anda ketika berbicara dengan sang suami dan pastikan suara anda tidak meninggi pada saat dia bersama anda. Diriwayatkan dalam sebuah hadist, bahwa Rasulullah SAW bersabda; “Seorang istri yang menyakiti suaminya di dunia, bidadari calon istrinya di surga akan berkata; ‘Jangan kamu sakiti dia! Semoga Allah memusuhimu. Sesungguhnya di sisimu dia hanya sebagai seorang tamu. Dia akan meninggalkanmu menuju kami’.” (HR. At-Tirmidzi)
6. Pastikan anda bangun pada malam hari untuk melakukan shalat malam secara rutin (qiyamul lail), hal ini akan membawa kecerahan dan kebahagiaan pada perkawinan anda, sungguh mengingat Allah SWT akan membawa ketenangan pada hati anda. “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati (senantiasa) menjadi tenteram (tenang).” (QS. Ar-Ra’d [13]: 28)
7. Bersikaplah diam ketika suami anda sedang marah dan jangan tidur kecuali dia mengijinkannya. Dalam kitab Shahih (Al-Bukhari) dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda; “Apabila seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya, namun si istri menolak untuk datang, lalu si suami bermalam (tidur) dalam keadaan marah kepada istrinya tersebut, niscaya para malaikat melaknat si istri sampai ia berada di pagi hari.”
8. Berdirilah dekat suami anda ketika dia sedang memakai baju dan sepatunya.
9. Buatlah suami anda merasa bahwa anda menginginkan sang suami untuk mengenakan baju yang anda pilih buat dia, pilihlah pakaian itu oleh anda sendiri.
10. Anda harus sensitif dan memahami kebutuhan suami anda, untuk menjadikan pernikahan anda menjadi yang terbaik tanpa menghabiskan waktu anda. Dari Thalaq bin Ali, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda; “Suami mana saja yang memanggil istrinya untuk memenuhi hajatnya, maka si istri harus/wajib mendatanginya (memenuhi panggilannya) walaupun ia sedang memanggang roti di atas tungku api.”
11. Ketika ada perselisihan pendapat, hendaknya anda tidak menunggu agar sang suami meminta maaf kepada anda (jangan jadikan hal ini sebagai prioritas utama harapan anda) mengalahlah demi kebaikan anda dan pasangan, kecuali kalau suami anda secara sadar mengakuinya.
12. Rawatlah penampilan dan pakaian suami anda, biarpun kelihatannya suami anda malas untuk merawat dan memakainya, tapi yakinlah bahwa dia akan menyukainya sebagaimana teman-temannya juga akan menyukainya.
13. Hendaknya anda tidak selalu mengandalkan suami anda untuk berkeinginan melakukan hubungan badan. Sekali-kali anda mulailah lebih dulu, tentu pada saat yang tepat.
14. Di malam hari, jadilah seperti pengantin baru buat suami anda, janganlah anda beranjak tidur lebih dulu dari sang suami, kecuali kalau dirasa sangat perlu.
15. Janganlah menunggu atau mengharapkan balasan dari semua perbuatan dan kebiasaan baik anda, banyak suami karena kesibukan kerjanya, gampang melupakan untuk melakukan hal tersebut, atau secara tidak sengaja lupa untuk menyampaikan penghargaan yang semestinya kepada anda.
16. Hendaknya berbuat sesuai dengan keadaan dan kemampuan keuangan yang ada, dan jangan meminta sesuatu yang berlebihan dan mahal.
17. Ketika suami anda baru pulang dari perjalanan yang lama ataupun bepergian dari tempat yang jauh, sambutlah dia dengan wajah yang ceria dan tunjukkanlah bahwa anda sangat merindukan kedatangannya.
18. Ingatlah selalu bahwa keberadaan sang suami adalah salah satu sarana mendekatkan diri anda kepada Allah SWT.
19. Pastikan Anda untuk selalu memperbaharui dan merubah bentuk penampilan anda, sebagai tanda dan ungkapan kasih anda menyambut suami tercinta.
20. Ketika sang suami meminta sesuatu untuk melakukan hal-hal tertentu, maka pastikan anda melakukannya dengan sigap dan sepenuh hati, jangan sampai anda merasa enggan dan terlihat lamban.
(Almuhajirun, arrahmah.com)
Friday, December 16, 2011
Kehidupan Ini Untuk Apa?
Mak ayah,
Aku menulis khas buat mak ayah yang disayangi. Banyak persoalan yang terbuku dihati. Untuk berterus terang, aku tak punya kekuatan. Untuk berbicara, lidahku kelu dengan kata-kata. Untuk bersemuka, berat untuk ku aturkan sebuah langkah. Yang mampu aku lakukan hanyalah menulis sebuah coretan yang ku hadiahkan khas buat mak ayah tersayang.
Mak ayah,
Aku tertanya-tanya. Daripada masa kecilku, seringkali ku dimarahi. Terkadang bukan atas silapku sendiri. Kesilapan adik-adik, aku yang dipersalahkan. Aku yang dihukum. Aku yang dipukul dengan rotan itu. Rotan yang sama. Dengan alasan aku yang paling sulung. Sedangkan ketika itu aku hanyalah berusia 8 tahun. Masih anak kecil yang membutuhkan perhatian. Apakah silapku menjadi anak pertama? Yang akhirnya jiwa kecilku memberontak. Dari sehari ke sehari aku berkata pada diriku sendiri. Aku ingin menutup telingaku daripada mendengar kata-kata mak ayah. Oleh sebab mak ayah sendiri tak pernah mendengar kata-kataku walaupun yang benar. Jadilah aku seorang anak yang degil.
Mak ayah,
Pada usiaku menginjak 13 tahun, aku dihantar ke sekolah berasrama penuh. Di situ, kami disuruh untuk solat berjemaah pada setiap waktu. Mulanya aku liat. Terasa amat payah lebih-lebih lagi pada waktu Subuh. Di rumah, tak pernah pula aku diajak untuk solat berjemaah pada setiap waktu. Mak ayah sekadar bertanya sama ada aku sudah solat atau belum. Di sini untuk minggu pertama, selalu aku terlambat untuk memulakan solat berjemaah bersama. Jadi, bila jemaah sudah masuk ke rakaat kedua, ketiga, keempat, aku tinggal terpinga-pinga. Bagaimana aku mahu masuk solat jemaah? Kerana mak ayah tak pernahpun mengajarku berkenaan “makmun masbuk”. Sehinggalah aku perlu belajar sendiri di sekolah.
Mak ayah,
Setelah tamat pelajaran di sekolah menengah, aku berjaya masuk ke universiti tempatan. Aku mula bergaul dengan teman-teman yang datang daripada berlainan latar belakang. Di sini aku sudah tidak di”paksa” untuk solat berjemaah lagi. Semua orang hidup dengan cara tersendiri. Pada awalnya aku masih rajin untuk pergi ke surau kolej kediaman. Tapi, lama kelamaan aku sangat sibuk dengan assignments yang bertimbunan. Solat pun makin aku lambat-lambatkan. Terkadang aku cepat-cepat solat untuk mengejar waktu menghadiri kuliah. Bila menelefon mak ayah, mak ayah tak pernah bertanyakan tentang solatku. Jadi tinggallah aku untuk menentukan cara hidupku sendiri. Solatku tetap tak pernah ku tinggalkan, namun hatiku sedikitpun tak terasa bertaut dengan ibadahku. Aku lakukan hanya sekadar untuk melengkapkan rutin harian.
Mak ayah,
Makin lama aku terasa diriku makin kosong. Aku seperti hilang arah tujuan. Aku penat dengan studyku. Aku penat dengan kehidupanku. Aku tiba-tiba bertanya kepada diriku sendiri. Sebenarnya, untuk apa aku hidup di dunia ini? Adakah semata-mata untuk study? Adakah semata-mata untuk mengumpul kekayaan? Adakah semata-mata untuk bekerja? Adakah semata-mata untuk berkahwin, mempunyai anak? Dan selepas tu??
Mak ayah,
Pada suatu hari, aku bertanya kepada seorang kakak yang rapat denganku kerana aku bingung tentang apa makna sebuah kehidupan. Dia yang tersenyum mesra terus menyebut bait-bait ayat Al-Quran yang selalu aku baca, tapi tak pernah sedikitpun aku tahu maksudnya,
“Dan tidak aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu” (Adz-Zariyat:56)
“Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi serta apa yang berada di antara keduanya kecuali dengan Haq” (Al-Hijr:85)
“Bukankah Aku telah mengambil perjanjian (perintahkan) kamu wahai anak-anak Adam, supaya kamu jangan menyembah Syaitan? Sesungguhnya ia musuh yang nyata terhadap kamu! Dan (Aku perintahkan):hendaklah kamu menyembahKu; inilah jalan yang lurus“ (Yasin:60-61)
“Maka apakah kamu mengira bahawa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahawa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al-Mu’minun:115)
Mak ayah,
Di usiaku yang sudah menginjak 22 tahun, barulah aku tahu apa tujuan aku diciptakan oleh Allah. Kenapa sebelum ini mak dan ayah tak pernahpun memberitahu aku tentang hal ini? Betul, aku diajar solat, diajar mengaji, disuruh puasa, tapi tak sedikitpun aku diterangkan dengan apa maksud yang sebenar-benarnya tentang setiap ibadah yang aku lakukan melainkan hanya mengikut apa yang dibuat mak dan ayah. Perjalanan kehidupanku yang dibiarkan bebas sendirian.
Mak ayah,
Aku kan anakmu. Aku kan adalah amanah Allah untukmu. Tapi adakah kalian telah melaksanakan sepenuhnya tanggungjawab yang telah diamanahkan kepadamu. Di mana janjimu pada Allah tika mana Dia menganugerahkan aku pada kalian berdua? Di mana janjimu pada Allah untuk menunjukkan kepadaku jalan mana yang sepatutnya aku ikuti? Jalan yang akan mendekatkan aku dengan Yang Maha Esa. Aku dibiarkan hanyut dalam gelombang kehidupan, ibadah yang diringan-ringankan, pergaulan lelaki dan perempuan yang tiada batasan, pakaianku yang membalut aurat dibiarkan, cukuplah selagi aku masih bertudung. Adakah sehelai tudung cukup untuk mendefinasikan kehidupan sebenar seorang Muslimah?
Mak ayah,
Aku tak tahu. Tolong, ajarilah aku apa makna sebenar sebuah kehidupan. Dalam neraca Islam.
Salam sayang,
Anakmu.
“Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah (bertauhid), maka kedua ibu bapanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)
Anak adalah anugerah Allah. Yang dilahirkan suci bersih ibarat kain putih. Ibubapalah yang mempunyai tanggungjawab yang besar untuk mencorakkannya.
Nota yang ditulis di atas adalah sekadar satu rekaan. Tapi jika kita perhatikan secara realitinya, tidak mustahil untuk ada dikalangan anak-anak yang mungkin ingin meluahkan hal yang sama dengan tulisan di atas. Anak-anak yang tertanya-tanya, adakah ibubapa sudah melaksanakan sepenuhnya tanggungjawab yang telah diamanahkan Allah kepada mereka. Tanggungjawab untuk mengajarkan anak-anak tentang ilmu agama yang secukupnya, tentang Islam yang sebenar-benarnya, tentang matlamat kita hidup di dunia.
Dan jika soalan ini tidak ditanyakan di sini, mungkin bakal dipersoalkan di akhirat nanti.
Cukupkah sekadar menyuruh solat lima waktu? Cukupkah sekadar mengajar bagaimana membaca Al-Quran? Cukupkah sekadar mengajak puasa bersama-sama? Cukupkah sekadar menghantar anak-anak menghadiri kelas-kelas agama? Tanpa kita sendiri yang menunjukkan tauladan yang sebenarnya kepada anak-anak. Tanpa diberikan penjelasan yang mendalam tentang Islam, tanpa memberikan kefahaman sejelas-jelasnya kepada anak-anak bahawa Islam itu bukan sekadar sebuah agama semata-mata. Sedangkan Islam yang sebenar-benarnya adalah satu cara hidup. Islam is the way of life.
Saya teringat pertanyaan seorang kakak kepada saya pada awal tahun ini. Persoalannya tentang apakah yang membezakan kita seorang manusia sebagai ibu kepada seorang anak jika hendak dibandingkan dengan seekor buaya yang merupakan ibu kepada anaknya.
Kelu untuk memberikan jawapan selain daripada perbezaan manusia dan seekor buaya, kakak itu tersenyum sambil berkata bahawa perbezaannya adalah di mana seekor ibu buaya hanya mengajar anaknya cara untuk survive di dunia. Cara untuk mencari bekalan untuk hidup supaya tidak mati kelaparan dan juga cara bagaimana untuk melarikan diri daripada pemangsa dan pemburu untuk meneruskan kehidupan.
Berbeza dengan seorang manusia sebagai ibu. Seorang manusia bukan hanya mengajar anaknya bagaimana mencari bekalan untuk meneruskan hidup di dunia, tapi juga bagaimana caranya untuk mencari bekalan yang cukup untuk dibawa ke akhirat sana.
Ini mungkin hanyalah sekadar sebuah perumpamaan untuk membuatkan kita benar-benar berfikir. Untuk kita imbas kembali perjalanan sebuah kehidupan.
Bagi yang sudah mempunyai anak, sebanyak mana sudah ilmu agama telah kita ajarkan kepada anak-anak. Adakah benar cara kita membesarkan anak-anak sudah selari dengan apa yang dituntut Islam?
Bagi yang belum mempunyai anak, sebanyak mana pula persiapan yang ada pada diri sendiri untuk mengajarkan tentang Islam kepada anak-anak yang bakal dilahirkan. Sebanyak mana guidelines yang mampu kita berikan kepada anak-anak untuk menuntun diri mereka dalam misi mencari bekalan secukupnya sebelum pulang ke kediaman yang abadi di akhirat nanti. Jangan kita menyamakan diri sendiri dengan ibu buaya, menunjukkan anak-anak jalan untuk mendapatkan bekalan sekadar cukup untuk hidup di dunia saja.
Benar, jika terdapat kekurangan di mana-mana, kesalahan bukanlah terletak sepenuhnya ke atas ibubapa yang mungkin masih belum menyedari hakikat kehidupan yang sebenar. Namun, bagi kita yang sudah disapa hidayah kesedaran, yang tahu makna sebenar sebuah kehidupan, biarlah kita yang meletakkan diri sebagai peneraju untuk menjadi ibubapa contoh dalam membina generasi harapan seterusnya. Biar si kecil itu tahu apa matlamat hidupnya di dunia. Biar si kecil itu sedar apa agenda yang perlu dia bawa sepanjang hidupnya.
Jadi, dengan waktu yang masih tersisa, mari kita sama-sama memperbaiki diri sendiri untuk memimpin cahaya mata penyejuk hati. Moga mampu kita tersenyum bangga di kemudian hari sambil berkata, “Itulah anak kami.” Satu kata yang bakal dirindui untuk disebut di syurga nanti.
“Hak seorang anak adalah kamu hendaklah menyedari bahawa dia berasal daripada kamu. Jika dia baik atau jahat, semuanya berkait dengan kamu. Kamu bertanggungjawab untuk membesarkan, mendidik dan membimbingnya ke jalan Allah serta membantunya menjadi anak-anak yang taat. Kamu wajib melakukan sedemikian sehingga jika kamu berbuat baik kepadanya, kamu yakin kamu akan mendapat ganjaran dan jika kamu berbuat tidak baik kepadanya, kamu akan mendapat seksaan…” (Imam As-Sajjad ibn Hussain ibn Ali ibn Abi Talib)
Subscribe to:
Posts (Atom)

