Showing posts with label Mukjizat. Show all posts
Showing posts with label Mukjizat. Show all posts

Tuesday, April 23, 2013

Dahsyatnya Suara Rasulullah SAW

Assalamu'alaikum wr. wb

Rasulullah SAW memang memiliki banyak mukjizat. Hampir semua mukjizat para Nabi berada pada diri Rasulullah SAW. Salah satu mukjizat Rasul adalah memiliki suara yang cukup dahsyat, bahkan suara Rasulullah SAW bisa di dengar dari jarak yang jauh sekali.
Pengeras suara juga tidak ada, namun kok bisa didengar oleh banyak manusia dari jarak yang cukup jauh suara Beliau itu, sungguh mukjizat yang tiada tara.


Kisahnya

Banyak di antara mukjizat Nabi Muhammad SAW yang seringkali ditunjukkan kepada para sahabat. Salah satunya adalah mukjizat Rasulullah SAW yang memiliki suara yang merdu sekali, sehingga nyaman dan indah didengar oleh telinga.

Seperti halnya penuturan Anas ra dalam sebuah riwayatnya, Rasulullah SAW bersabda,
"Bahwa Allah tidak mengutus seorang Nabi melainkan bermuka tampan dan bersuara merdu. Sedangkan Nabimu adalah yang terbagus raut mukanya dan merdu suaranya,"
(HR. At-Tirmidzi).

Suara Rasulullah SAW ternyata tidak hanya merdu saja, namun juga memiliki kekuatan suara yang cukup dahsyat sehingga orang-orang jauh pun bisa mendengar suara beliau.

Banyak Riwayat yang Mengisahkan

Istri Beliau, Rasulullah SAW yang bernama Aisyah, pernah menceritakan bahwa pada suatu ketika, tepatnya pada hari Jumat, Rasulullah SAW sedang duduk di atas mimbar di masjid. Ketika itu Rasulullah SAW bersabda kepada para manusia,
"Duduklah kalian."

Sabda Rasulullah yang demikian itu ternyata tidak hanya didengar oleh orang-orang yang berada di masjid itu saja, akan tetapi didengar pula oleh Abdullah bin Rawahah yang pada saat itu sedang berada di wilayah Bani Graham. Saat itu Abdullah bin Rawahah pun langsung duduk di tempat yang jaraknya cukup jauh dari masjid itu. Padahal saat itu belum ada pengeras suara seperti saat ini.

Dalam riwayat lainnya, Abdurrahman bin Mu'adz yang juga termasuk salah satu sahabat Rasulullah SAW menceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW sedang menceramahi para sahabat-sahabatnya di Mina.

Rasulullah SAW bersabda,
"Bawalah kerikil untuk melempar."

Demikian ucap Rasulullah SAW ketika membimbing para sahabat untuk beribadah.
Sementara itu Abdurrahman sendiri ketika itu berada jauh dari Rasulullah SAW, namun ia bisa mendengar suara beliau ketika mengajari para sahabat tentang tata cara beribadah.

Tidak hanya itu, pada suatu ketika, Bara' bercerita bahwa Rasulullah SAW pernah berceramah kepadanya dan para sahabat di sekelilingnya. Namun suara Rasulullah SAW ketika itu ternyata mampu didengar oleh para muslimah yang berada dalam kamar pingitan mereka.

Suara Dapat Didengar dari Jarak Cukup Jauh

Pengalaman lainnya juga diungkapkan oleh Ummu Hani. Ia menuturkan bahwa pada suatu malam ketika dirinya sedang membaringkan punggung di rumahnya. Suasana ketika itu cukup sepi, namun tiba-tiba ia mendengar suara Rasulullah SAW. Ummu Hani merasa heran, dari itu ia mencoba mencari-cari Rasulullah SAW di rumahnya. Namun ternyata Rasulullah SAW tidak ada di rumahnya saat itu.

Pada saat yang bersamaan, ternyata Rasulullah SAW ketika itu sedang berada di sisi Ka'bah. Sedangkan rumah Ummu Hani dan Ka'bah memiliki jarak yang cukup jauh sekali.

Ummu Hani menceritakan apa yang disabdakan Nabi adalah sebagai berikut.
Rasulullah SAW bersabda,
"Wahai orang-orang yang beriman, dengan lidahnya dan tak memurnikan keimanan dari hatinya, janganlah kalian memfitnah kaum muslimin dan janganlah kalian mencari-cari cacatnya. Dan barangsiapa yang cacatnya dicari-cari oleh Allah SWT, maka Dia akan membuka kejelekan di tengah rumahnya."

Subhanallah...
Ucapan Rasulullah SAW tersebut mampu menembus dinding pembatas rumah-rumah para penduduk ketika itu. Sehingga banyak muslimah yang berada di dalam kamarnya juga mampu mendengar apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW tersebut, termasuk Ummu Hani. Padahal jarak mereka dengan Rasulullah SAW cukup jauh dan tidak ada pengeras suara.

Subhanallah....

Monday, March 25, 2013

Raja Zalim Tobat Karena Melihat Bulan Terbelah

Assalamu'alaikum wr. wb...

Kisah Teladan Islami dini hari hadir kembali dengan kisah-kisah yang seru, seperti kali ini dengan Kisah Raja yang zalim bertobat seketika saat menyaksikan langsung mukjizat Rasulullah SAW yaitu BULAN TERBELAH.
Siapakah raja zalim tersebut, dialah Raja Habib bin Malik.

Pada saat mengetahui mukjizar Nabi Muhammad SAW berupa bulan yang terbelah dengan mata kepala sendiri, ia pun bertobat dan beriman kepada Allah SWT dan mengakui Kerasulan Nabi Muhammad SAW.


Kisahnya

Pada saat dakwah Rasulullah SAW mulai menyebar dan meluas, Abu Jahal dan Abu Lahab menjadi ketar-ketir dibuatnya.
Keduanya lantas meminta bantuan kepada Raja Habib bin Malik di Syam dan berharap sang raja bisa menuntaskan masalah mereka.
Raja Habib adalah seorang raja yang zalim, bengis dan tak segan-segan memberikan hukuman.

Abu Jahal mengadu bahwa Nabi Muhammad SAW telah mengaku menjadi pesuruh Allah SWT dan membawa satu agama baru dan kononnya telah menghina Tuhan-Tuhan yang disembah oleh mereka.

Raja Habib pun segera memerintahkan agar Nabi Muhammad SAW untuk datang menghadapnya.
Nabi SAW pun bersedia memenuhi panggilan Raja Habib tersebut. Beliau datang dengan memakai jubah yang berwarna merah dan memakai sorban yang berwarna hitam.

Ketika memandang Rasulullah SAW, hati Raja Habib yang terkenal kejam itu tiba-tiba menjadi lembut. Lantas Raja Habib mempersilahkan Nabi SAW untuk duduk di sebelahnya.
"Wahai Muhammad, benarkah seperti yang aku dengar bahwa kamu telah mengaku menjadi pesuruh Tuhan?" tanya Raja Habib.
"Memang benar," jawab Rasulullah SAW.

"Sekiranya kamu adalah seorang nabi, sudah tentu kamu juga memiliki mukjizat sperti nabi-nabi yang lain sebelum kamu," kata Raja Habib.
"Apa yang Tuan mau?" tanya Nabi SAW.
"Saya ingin melihat kejadian yang belum pernah terjai sebelumnya, yaitu melihat matahari terbenam sebelum waktunya, kemudian bulan terbit lalu turun ke bumi. Setelah itu bulan terbelah menjadi dua, lalu masuk ke dalam pakaianmu. Selanjutnya bulan itu akan keluar dari lengan bajumu yang kanan dan kiri. Kemudian bulan itu kembali utuh di atas kepalamu dan bulan itu membenarkan kenabianmu, ujar Raja Habib.

Permintaan Raja yang Mustahil

Rasulullah SAW menjawab dengan tegas.
"Sekiranya aku bisa melakukannya, apakah Tuan akan beriman kepada Allah SWT?" tanya Nabi SAW.
"Iya, barulah saya akan percaya bahwa kamu adalah pesuruh Tuhan," jawab Raja Habib.

Nabi Muhammad SAW pun kemudian mendaki bukit yang bernama KUBAI lalu berdoa kepada Allah SWT.
Tak lama berselang, Malaikat Jibril turun dan membawa Firman Allah SWT.
Allah SWT berfirman,
"Wahai kekasih-Ku, janganlah engkau takut dan janganlah engkau bersedih ahti karena Aku bersamamu dimanapun engkau berada. Aku sudah mengetahui sejak awal apa yang diminta Habib. Pergilah kepada mereka, tunujkkanlah ayat-ayatKu. Bentangkan secara terang dan tegas risalahmu."

Allah SWT berfirman lagi,
"Ketahuilah, Aku sudah menempatkan matahari, bulan, malam dan siang di bawah perintahmu. Dan ketahuilah bahwa anak perempuan Habib akan Aku sembuhkan dari penyakit lumpuh dan kedua matanya yang buta akan pulih seperti semula."

Mukjizat Nabi Muhammad SAW

Setelah Malaikat Jibril membacakan ayat Allah SWT, tiba-tiba saja terjadilah peristiwa yang sangat mengagumkan.
Matahari dengan perlahan bergerak ke ufuk barat lalu terbenam. Cahaya siang berganti dengan malam. Stelah itu bulan pun terbit lalu terbelah menjadi dua. Bulan yang terbelah itu pun turun menghampiri Nabi SAW dan masuk ke dalam jubah Beliau.

Kemudian bulan yangbterbelah itu pun keluar dari lengan baju kanan dan kiri dan bersatu tepat di atas kepala Rasulullah SAW sambil mengucapkan syahadat. Setelah itu, bulanpun bergerak kembali ke tempat asalnya lalu terbenam di ufuk barat. Stelah bulan terbenam, matahari pun perlahan muncul seperti semula dan suasana kembali seperti saat pertemuan awal Raja Habib dan Nabi SA.

Orang-orang pun kagum dengan kejadian itu.
Raja Habib yang menyaksikan secara langsung kejadian itu langsung bertobat, ternyata yang namanya jelek di mata Abu Jahal adalah benar-benar memiliki mukjizat yang lebih dahsyat ketimbang mukjizatnya nabi-nabi yang terdahulu. Ia pun langsung sujud sebagai tanda iman kepada Allah SWT, Pencipta Alam Semesta dan Rasul-Nya.

Malah sebagai tanda ucapan terimah kasih kepada Nabi Muhammad SAW, Raja Habib mengirimkan hadiah berupa emas, intan, dan permata yang banyak. Bahkan emas tersebut harus diangkut oleh 5 ekor onta.

Itulah sahabat, salah satu MUKJIZAT Rasulullah SAW yang paling dahsyat, bisa disaksikan oleh semua orang yang ada di bumi bahkan oleh makhluk hidup lainnya. Andai saja pada waktu itu ada ponsel atau kamera handycam, bisa diabadikan sehingga makin banyak pengikut Islam di muka bumi ini. Namun apa daya saat itu belum ada teknologi seperti itu, namun ayat-ayat Allah SWT telah membenarkannya. Dan isi Al-Qur'an ini tiada satu pun orang yang mampu merubah apalgi menyainginya.

Alhamdulillah sahabat, akhirnya selesai juga admin menulis kisah Raja Zalim Bertobat karena Melihat Bulan Terbelah walau memakan waktu 3 hari dikerjakan secara bertahap.
Kisah ini hanya ada di blog Kisah Teladan Islami.

Wassalamu'alaikum wr. wb...

Friday, March 8, 2013

Keledai Mati 100 Tahun Bisa Hidup Kembali

Assalamu'alaikum wr.wb.

Kisah Teladan Islami Kembali Berkisah tentang Kebesaran Allah SWT


Bagaimana mungkin keledai yang sudah mati seabad lamanya bisa hidup lagi. Tentu bisa sahabat, karena Allah SWT Maha Kuasa atas segala sesuatu. Apalgi menghidupkan keledai, menghidupkan banyak keledai saja juga bukan hal mustahi buat Allah SWT.

Pada kesempatan sore ini, admin Kisah Teladan Islami ingin mengisahkan tentang keledai tersebut.
Tapi sebelumnya, admin ingin sekali bertanya, "sebenarnya kisah apa yang paling Anda sukai, dan tolong kalau ada waktu dikasih tahu kita-kita di sini ya, bisa via komentar di blog ini maupun di Fan Pages, apakah kisah jin, mukjizat, nabi atau yang lainnya."

Nah, saatnya berkisah Yuk.
Sumber utama Surat Al-Baqarah ayat 259.


Kisahnya

Dahulu kala, ada seorang Nabi yang bernama Nabi UZAIR as. Beliau adalah nabi yang tidak begitu terkenal diantara nabi-nabi Bani Isarel. Beliaulah nabi yang telah menjaga Taurat, sekaligus berusaha menjaga keasliannya.

Pada suatu hari, terjadilah peristiwa yang sangat mengagumkan pada dirinya.
Di suatu desa dimana Nabi Uzair tinggal, tiba-tiba saja cuaca menjadi sangat panas, dan orang-orang pun merasa terbakar kulitnya.
Nabi Uzair pun demikian, beliau memiliki kebun yang berada jauh dari tempat tinggalnya dan berfikir bahwa kebunnya pasti sangat ingin diairi.

Insan yang saleh tersebut lantas pergi untuk mengambil air dengan mengendari seekor keledai. Setelah mendapatkan air, beliau segera pergi ke kebunnya untuk menyirami tanaman. Dan tak lupa, saat itu juga ia memetik beberapa buah Tin dan Anggur. Setelah selesai, beliau pun melanjutkan perjalanan untuk kembali pulang.

Namun di tengah perjalanan, Nabi Uzair melihat keledainya terengah-engah kelelahan yang amat sangat. Beliau memutuskan untuk mencari tempat untuk beristirahat, dan tepat di sebuah lokasi makam, muncullah ide untuk beristirahat sejenak. Nabi Uzair turun dari keledainya dan mengikatnya di sebuah tempat.

Nabi Uzair Dimatikan


Kemudian Nabi Uzair duduk sambil menyandarkan punggungnya ke dinding sambil agak meluruskan kakinya. Sejenak beliau melihat sekeliling, tampak olehnya tempat itu hancur berantakan, rumah-rumah roboh dan hanya sedikit saja tumbuhan yang tumbuh.
Tak menyadari, Nabi Uzair berguman dalam hati,
"Subhanallah...Bagaimana Allah SWT menghidupkan semua ini setelah kematiannya?"
"Lalu bagaimana Allah SWT menghidupkan tulang-belulang ini setelah kematiannya?" gumannya dalam hati.

Bukan bermaksud menyangsikan kemampuan Allah SWT atas apa yang dikendakinya, hanya saja Nabi Uzair as berpikir tentang rasa takjub yang begitu dalam, kagum akan kebesaran Allah SWT.

Tak berselang lama, turunlah Malaikat Maut yang diutus oleh Allah SWT dan mencabut nyawa Nabi Uzair saat itu juga. Sementara itu, keledaqi Nabi Uzair akhirnya mati kelaparan.

Penduuk desa yang mengetahui sudah beberapa hari tidak mengetahui kabar Nabi Uzair, mereka berbondong-bondong mencari Nabi Uzair sampai ke pelosok desa. Namun yang mereka dapatkan adalah nihil. Seakan Nabi Uzair hilang begitu saja tanpa bekas. Orang yeng terakhir melihat Nabi Uzair pun berturur,
"Aku melihat Nabi Uzair pergi ke kebunnya dengan mengendari seekor keledai."
Mereka akhirnya mencari ke kebun Nabi Uzair dan hasilnya tetap saja nihil.

Nabi Uzair dan Keledainya Dihidupkan

Hari demi haru telah berlalu, penduduk desa sudah putus asa mencari nabinya. Akhirnya penduduk desa pun mulai melupakan Nabi Uzair seiring berjalannya waktu. Tahun berlalu demi tahun hingga sampailah 100 tahun lamanya.
Nah, ketika sebada itulah Allah SWT YANG Maha Kuas berkehendak untuk membangkitkan Uzair kembali. Tubuh Uzair yang sudah berupa tanah itu secara perlahan berubah menjadi tulang, dari tulang menjadi daging, dari daging menjadi kulit. Hingga tibalah Nabi Uzair hidup kembali.

Setelah Nabi Uzair hidup kembali, datanglah Malaikat yang diutus Allah SWT dan bertanya,
"Sudah berapa lama engkau tinggal di sini?"
"Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari," jawab Nabi Uzair.
"wahai Nabiyullah...Anda sebenarnya tinggal di sini selama 100 tahun lamanya. Allah SWT mematikanmu, lalu menghidupkan kamu kembali sebagai jawaban atas pertanyaanmu yang merasa heran akan hari kebangkitan yang dialami oleh orang-orang yang sudah mati."

Mendengar penuturan Malaikat tersebut, Nabi Uzair langsung bersujud sambil mengucapkan puja puji syukur kepada Allah SWT.
Nabi Uzair berkata,
"Ya Allah...Engkaulah Dzat Yang Maha Perkasa, Engkaulah Dzat Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan, Engakaulah Tuhan Yang Maha Besar, Ampunilah kami...ampunilah kami..."

Setelah Nabi Uzair mengucapkan Kebesaran Allah SWT tersebut, kemudian Nabi Uzair disuruh melihat keledai yang telah seabad mati itu. Ajaib..,perlahan-lahan tulang-belulang keledai mulai berkumpul dan dipanggillah tulang belulang itu. Dalam waktu singkat saja, keledai itu telah hidup kembali seperti sedia kala. Si keledai mulai menggerak-gerakkan ekornya sambil menatap Nabi Uzair.

Nabi Uzair telah menyaksikan sendiri tanda-tanda Kebesaran Allah SWT yang terjadi di depannya.
Beliau bisa melihat sendiri dengan kedua matanya bagaimana Allah SWT menghidupkan keledai yang telah menjadi tanah dan dibangkitkan.
Subhanallah...Subhanallah..dan Subhanallah...

Sumber artikel.
Surat Al-Baqarah: 59.

أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَى قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّى يُحْيِي هَذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ قَالَ بَلْ لَبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ إِلَى طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ وَانْظُرْ إِلَى حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِلنَّاسِ وَانْظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya:
atau Apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya.
Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali.

Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" ia menjawab: "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari." Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging." Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Saturday, January 12, 2013

Mukjizat Nabi Isa Tanah Kerikil Bisa Menjadi Emas

Assalamu'alaikum...

Nabi Isa as memang memiliki banyak mukjizat, dan yang paling terkenal adalah bahwa Nabi Isa as bisa menghidupkan orang yang mati. Sebenarnya masih ada lagi mukjizat lain yang dimiliki Nabi Isa as, antara lain adalah bahwa Nabi Isa as bisa merubah tanah dan kerikil menjadi emas.
Wooww.. tentu saja semua atas izin Allah SWT.
Bagaimana Kisahnya.

Berikut Kisahnya.
Pada suatu hari, saat Nabi Isa as hendak berkeliling untuk berdakwah, ada seorang pria sebut saja namanya Walid ingin ikut. Ia mengaku bahwa ingin mengenal lebih dekat lagi dengan Nabi Isa as.

Tak lama kemudian keduanya berangkat ke luar kota. Nabi Isa as membawa perbekalan yang cukup banyak, begitu pula dengan Walid. Setelah berjalan agak lama, keduanya merasa sangat lelah dan akhirnya beristirahat di dekat pohon tepi pantai. Nabi Isa as membuka perbekalannya kemudian beliau membuka makanan yang berupa 3 potong roti.

"Roti ini untuk saya, satu untuk kamu dan satu lagi biar di tempat ini, Nanti saja kita makan berdua, " kata Nabi Isa as.
Setelah makan roti tersebut, Nabi Isa as meninggalkan tempat itu untuk mencari air minum.

Walid Melihat Mukjizat Nabi Isa as Secara Langsung.
Setelah puas minum, Nabi Isa as kembali lagi ke tempat semula, dan alangkah terkejutnya Nabi Isa as karena roti yang tinggal sepotong tadi tidak ada.
"Siapa yang mengambil roti tadi, karena tidak ada orang lain selain kamu," tanya Nabi Isa as yang mulai curiga.
"Sumpah, aku tidak tahu dan bukan aku yang mengambil rotimu," kata Walid.
Karena sudah berani sumpah, Nabi Isa as hanya diam saja.

Namun tak lama kemudian tiba-tiba saja kedua orang itu melihat rusa dengan kedua anaknya. Maka dipanggillah salah satu dari anak rusa itu lalu disembelih, dibakar dan dimakan berdua.
Beberapa saat kemudian Nabi Isa as memerintahkan kepada anak rusa yang tadi disembelih dan mati itu suapaya hidup kembali.
Subhanallah...

Atas izin Allah SWT, anak rusa itu hidup kembali. Kemudian Nabi Isa as bertanya kepada Walid,
"Demi Allah, yang memperlihatkan kepadamu bukti kekuasaan-Nya, siapakah yang mengambil sepotong roti itu?"
Walid menjawab sebagaimana jawaban pertama tadi," Aku tidak tahu."

Tanah dan Kerikil menjadi Emas.

Nampaknya Nabi Isa as tidak puas dengan jawaban Walid, padahal Walid sudah menyaksikan sendiri mukjizat Nabi Isa as. Nabi Isa terus mengajak Walid meneruskan perjalanan hingga sampai ke hutan. Nabi Isa as dan Walid sejenak duduk bersama, tiba-tiba saja Nabi Isa as mengambil tanah dan kerikil lalu memerintahkan kepada tanah dan kerikil itu,
"Jadilah emas dengan izin Allah SWT."

Emas Batangan

Kerikal dan tanah itu berubah menjadi emas semua, hingga hati Walid timbul rasa rakus akan harta emas tersebut.

Subhanallah...
Semua terjadi atas izin Allah SWT.

Lalu bagaimana kisah selanjutnya, apakah Walid tetap tidak mengakui, bahwa ia yang telah mencuri sepotong roti tadi. Ataukah bagaimana, tar akan dilanjutkan dengan kisah orang rakus sahabat.
Tetap pantengin Kisah Teladan Islami di blog ini sahabat, pasti ada sesuatu yang beda dari yang lain.

Saturday, September 8, 2012

Mampu Mendatangkan Pakaian dari Surga

Kisah Islami Teladan dengan Kisah Mukjizat Rasulullah SAW.
Mukjizat Rasulullah SAW ada lagi selain mampu membelah bulan yang terkenal itu. Salah satunya adalah bahwa Nabi SAW mampu mendatangkan pakaian surga untuk dikenakan putrinya, Fatimah Az-Zahra.


Kisahnya.
Pada suatu hari Rasulullah SAW sedang duduk berzikir di samping Ka'bah.
Tiba-tiba saja para pembesar dan para bangsawan Makkah datang dan menemui beliau sambil mengucapkan salam.

"Wahai Rasulullah, kami datang kepadamu untuk memberi kabar bahwa kami akan mengadakan akad nikah dan resepsi pernikahan antara si fulan dan si fulanah. Kami bermaksud mengundang Fatimah Az-Zahra untuk menghadiri pernikahan tersebut," kata salah seorang pembesar Makkah.

"Bersabarlah, aku akan menyampaikan hal ini kepada putriku. Jika dia berniat datang, maka akan aku kabari kalian," tutur Rasulullah SAW.

Pakaian Fatimah Usang dan Bertambal.
Setelah itu Rasulullah SAW segera pergi ke rumah putrinya.
Sesampainya di sana, Beliau mengucapkan salam dan menceritakan perihal undangan pernikahan tersebut. Beliau ingin mengetahui apakah putrinya ingin menghadiri undangan tersebut atau tidak.

"Ya Rasulullah, jiwa saya sebagai tebusan Anda, wahai kekasih Allah Yang Maha Mulia. Saya berpikir bahwa undangan mereka bertujuan untuk mengejek dan memperolok-olok diri saya," ujar Fatimah.
"Mengapa demikian," tanya Rasulullah SAW.
"Karena para wanita dan gadis-gadis bangsawan Arab pada pesta pernikah itu mengenakan pakaian mewah dan mahal. Akan tetapi, saya tak punya apa-apa selain pakaian usang yang bertambal dan sepatu rusak pula. Jika aku datang, pastilah mereka akan memperolokku, menghina dan mengejek diriku," jelas Fatimah.

Mukjizat Rasulullah SAW: Mampu Mendatangkan Pakaian dari Surga.
Rasulullah SAW pun menjadi sedih, tak terasa beliau meneteskan air mata.
Nabi SAW menarik nafas panjang dan matanya berair mendengar penuturan anaknya tersebut.
Dalam kesedihan hati itu, saat itulah mukjizat kemabali datang. Malaikat Jibril datang atas perintah Allah SWT untuk menjumpai Rasulullah SAW.

"Wahai Rasulullah, katakanlah kepada Fatimah agar dia mengenakan pakaian yang dia miliki itu dan pergi ke acara resepsi tersebut. Sesungguhnya Kami menyimpan Hikmah dalam hal ini," kata Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW menyampaikan pesan Allah SWT ini kepada Fatimah.
Fatimah pun langsung sujud syukur kemudian berdiri dan mengenakan pakaian usang dan bertambal. Kemudian Fatimah minta izin kepada ayahnya untuk menghadiri acara pernikahan tersebut.



Kemudian apa yang terjadi?
Saat itulah Allah SWT memerintahkan Malaikat Jibril agar mengambil pakaian dari surga untuk turun ke bumi bersama dengan ribuan bidadari yang bertugas memakaikan pakaian surga pada tubuh Fatimah. Fatimah pun terliaht sangat agung dan terhormat dengan pakaian itu.
Penuh keagungan dan kemuliaan melekat dalam diri Fatimah.

Begitu sampai di tempat acara, cahaya suci terpancar menerangi seluruh wanita yang hadir dalam acara tersebut. Seluruh wanita memandangi wajah dan pakaian yang dikenakan Fatimah yang bak cahaya dengan penuh tgakjub dan kagum.
Secara spontan, para wanita menyambut kedatangan wanita agung dan mulia ini hingga tak seorang pun yang mendampingi si pengantin wanita.
Sebagian ada yang mencium tangan dan kaki Fatimah serta mengantar masuk ke majelis pernikahan dengan penuh penghormatan dan kemuliaan.

Saturday, July 28, 2012

Kerikil Dapat Bertasbih

Kisah Islamiah hadir kembali pada pagi hari ini, menghidangakn santapan sahur rohani kepada para pembaca yang budiman. Kali ini berkisah tentang benda mati yang mampu bertasbih di hadapan Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Sungguh mukjizat tiada tara dan di luar nalar, namun inilah kenyataan.
Bagi orang lain, hal ini pastilah dianggap tidak masuk akal, namun bagi kita, Umat Islam, patilah percaya bahwa Rasulullah SAW sebenarnya memiliki banyak sekali mukjizat yang belum kita ketahui.

Salah satu diantaranya adalah kerikil yang ada pada telapak tangan beliau bertasih.
Orang yang mendengarnya pastilah seorang Nabi atau Rasul, kalau tidak, bagaimana mungkin dia bisa mendengar tasbihnya, kecuali atas izin Allah SWT.

Batu kerikil

Kisahnya.
Diriwayatkan oleh Abu Dzar.
Beliau berkata,
Sesungguhnya aku menyaksikan Rasulullah SAW dalam suatu tempat. Di tangannya ada batu kerikil, lalu batu kerikil tersebut bertasbih di telapak tangannya.

Saat itu, ada para sahabat beliau, Abu Bakar ra, Umar bin Khattab ra, Utsman bin Affan ra, serta Ali bin Abi Thalib ra.
Semua yang ada di tempat itu mendengarnya tasbihnya dengan jelas sekali.
Subhanalloh...


Kerikil Bertasbih.
Sesaat kemudian, kerikil tersebut diberikan kepada Abu Bakar ra, lalu batu tersebut pun bertasbih di tangannya. Dan semua yang hadir telah mendengar tasbihnya.

Kemudian diberikan kepada Rasulullah SAW kembali, kerikil tersebut bertasbih lagi di tangannya. Kemudian diberikan kepada Umar bin Khattab ra, lalu bertasbih di telapak tangannya dan semua yang ada di tempat itu mendengarnya.

Kemudian diberikan kepada Utsman bin Affan ra, lalu kerikil tersebut bertasbih lagi dan semua yang hadir mendengarnya.
Dan yang terakhir diberikan kepada Ali bin Abi Thalib, hasilnya sama saja bertasbih lagi.

Tidak bertasbih di tangan Orang Biasa.
Selanjutnya, kerikil tersebut diberikan kepada kami, akan tetapi kerikil tersebut tidak bertasbih ketika berada di tangan salah seorang dari kami.
Subhanalloh...

Itulah salah satu mukjizat lain yang diberikan kepada Rasulullah SAW.
(HR. Ath-Thabrani).

Thursday, July 26, 2012

Pohon Bersujud kepada Rasulullah

Kisah islamiah malam hadir setelah shalat tarawih. Kali ini berkisah tentang salah satu mukjizat Rasulullah SAW. Memang selain Rasulullah SAW mampu membelah bulan, Beliau juga memiliki mukjiza yang tak banyak diketahui orang.

Pohonpun bersujud dan bershalawat kepadanya.
Sungguh keajaiban, sungguh mukjizat tiada bandingnya.
Subhanalloh.....


Kisahnya.
Sebelum Muhammad diangkat menjadi Nabi dan Rasul terakhir, beliau ini dulunya sering diajak berdagang oleh pamannya, Abu Thalib. Pada suatu hari Abu Thalib pergi ke Syam untuk berdagang, diajak pulalah Muhammad yang masih berusia muda dan beberapa pemuka Quraisy lain.

Dalam perjalanan, pada saat di suatu tempat, mereka singgah di sebuah rumah rahib untuk beristirahat. Sang rahib menerima tamunya dengan suka cita. Setelah meletakkan perbekalan, rahib keluar untuk menemui mereka.

Sang rahib menuju tamunya, diamati satu persatu dan tepat di hadapan Muhammad SAW rahib tersebut berhenti sejenak lalu memegang tangannya sambil berkata,
"Inilah penghulu alam semesta, inilah utusan Rabb alam semesta, dia diutus oleh Allah sebagai rahmat bagi alam semesta."
"Apa yang Anda ketahui tentang hal ini?" tanya Abu Thalib.

Pengakuan Sang Rahib.
Sang rahib menjawab,
"Sesungguhnya ketika kalian muncul dan naik bebukitan, tidak ada satupun dari bebatuan dan pohon-pohon melainkan bersujud kepadanya dan mereka tidak akan bersujud kecuali kepada seorang Nabi. Dialah Nabi yang lama dinanti."

"Apa artinya semua itu?" tanya orang Quraisy yang ada di dalam pendapa.
"Sesungguhnya aku dapat mengetahuinya melalui tanda kenabian yang terletak pada bagian bawah tulang rawan di pundaknya yang mirip buah apel," kata sang Rahib.

Sang rahib pun membuatkan makanan buat perbekalan mereka.
Setelah itu, Nabi Muhammad SAW pun dipanggil untuk menemui si rahib,
Saat itu pula, ketika Rasulullah SAW berjalan, tiba-tiba saja awan menaungi beliau.
Rahib pun semakin yakin dengan kenabian Muhammad SAW.

Lebih mencengangkan lagi.
Ketika Muhammad berjalan selain dinaungi awan, pohon yang sebelumnya menaungi orang Quraisy di tempat duduknya, tiba-tiba saja pohon-pohon itu beralih menaungi Muhammad.
Semua dibuat takjub dengan apa yang terjadi.

"Lihatlah, naungan pohon ini pinda kepadanya," kata si rahib.
"Bukankah ini suatu mukjizat dan bukan sihir?" kata rahib lebih lanjut.

Monday, January 23, 2012

Tertipu Laba-Laba

Kisah Islamiah Sore dengan kisah Nabi Muhammad SAW.
Pada saat kaum kafir Quraisy melakukan segala upaya untuk mengejar dan menemukan Rasulullah SAW, dengan iming-iming bagi siapa saja yang berhasil membunuh Nabi Muhammad SAW dalam hijrahnya ke kota Madinah.


Kisahnya.
Bukan hanya para petinggi kaum kafir Quraisy saja yang tertarik dengan hadiah yang menggiurkan, namun para warga pun juga ikut memburu keberadaan Rasulullah SAW.
Hadiahnya berupa 100 ekor unta bagi siapa saja yang berhasil menangkap Baginda Rasulullah SAW hidup atau mati.

Dengan berbekal aneka senjata tajam, mereka pun menyebar untuk mencari keberadaan Rasulullah SAW.
Para ahli pencari jejak pun ikut ambil bagian dalam melacak keberadaan Beliau SAW. Upaya itu pun menuai titik terang, mereka berhasil emnegndus jejak perjalanan Nabi SAW di Bukit Tsur.

"Pasti mereka ada di dalam gua di sekitar bukit ini," kata salah seorang dari mereka.

Tak jauh dari mereka, Abu Bakar ra dan Rasulullah SAW sebenarnya bisa mendengar percakapan mereka, bahkan bisa melihat mereka dari dalam gua. Mengetahui hal itu, Abu Bakar ra merasa khawatir sampai dirinya berkeringat.
Kemudian ia berkata kepada baginda Nabi SAW,
"Ya Rasulullah SAW, aku tidak takut mati, akan tetapi jika mereka menyakitimu, maka kaum muslimin akan kacau balau," kata Abu Bakar ra.

Subhanallah..
Meski keadaan sangat genting begitu,Baginda Nabi SAW dengan tenang dan penuh keyakinan menenangkan sahabat karibnya itu,
"Laa Tahzan, Allah Ma'ana."

Artinya: "Janganlah takut, Allah bersama kita."

Kegelisahan Abu Bakar ra.
Meski sudah ditenangkan oleh baginda Nabi SAW, namun Abu Bakar ra tak bisa menyembunyikan kegusarannya. Betapa tidak, Abu Bakar sadar betul bahwa apabila orang-orang kafir itu merunduk sedikit saja, pastilah mereka sudah bisa melihat keberadaan keduanya.

Rasululah SAW yang bijaksana itu bisa mengetahui kegelisahan sahabatnya.
Beliau SAW langsung berdoa kepada Allah SWT agar Abu Bakar menjadi tenang. Akhirnya Abu Bakar ra pun tenang dan memiliki keberanian yang berlipat ganda untuk terus mendampingi hijrah Rasulullah SAW.

Tertipu Sarang Laba-laba dan Burung Merpati.
Subhanallah...
Atas izin ALlah SWT, para pemburu itu tidak bisa melihat dan mendeteksi keberadaan Rasulullah di Gua Tsur.

Ternyata, beberapa saat sebelum orang-orang kafir Quraisy itu mendekati Gua Tsur, Allah SWT telah terlebih dahulu mengutus sepasang burung merpati utnuk membuat sarang di mulut gua itu.
Bahkan tak hanya sampai di situ saja, atas izin Allah SWT, burung betina pun bertelur dan mengerami telurnya.

Tak hanya di situ saja, Allah SWT mengutus laba-laba kecil untuk hinggap di mulut gua dan membuat jaring yang sempurna menutupi mulut gua Tusr terebut. Dengan cerdiknya laba-laba itu mendesain sarangnya sehingga seperti sarang laba-laba yang sudah cukup lama dibuat.
Subhanallah...

Dengan adanya sarang burung dan jaring laba-laba itu, orang-orang kafir Wuraisy yakin benar kalau tidak ada orang yang masuk Gua Tsur itu. Kalau ada yang masuk, berarti orang tersebut akan merusak sarang laba-laba dan burung pun beterbangan.

Ternyata mereka tertipu oleh laba-laba yang kecil itu.
Subhanallah..

Friday, January 6, 2012

Dua Bocah Menjadi Hewan

Kisah Islamiah malam dengan kisah mukjizat seorang nabi dan Rasul. Dan kali ini adalah salah satu mukjizat yang diberikan kepada Nabi Isa as.
Namanya Nabi dan Rasul, sekalipun masih kecil, sudah terkabulkan setiap ucapannya.


Kisahnya.
Nabi Isa as dikarunia ucapan yang mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
Memang sejak masih kecil, Nabi Isa as sudah dikaruniai banyak mukjizat, selain dapat berbicara ketika masih bayi.
Nabi Isa as juga dikarunia ucapan yang mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

Nabi Isa as Dikucilkan.
Pada suatu hari, ktika Nabi Isa as tinggal di Mesir, ia mendengar sura gaduh dari luar rumahnya. Suara itu teramat mengganggunya sehingga ia keluar rumah untuk mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi.

"Suara apakah itu wahai para ibu?" tanya Nabi Isa as yang berada di depan rumahnya.
"Ah jangan dihiraukan, itu adalah suara seekor kera dan babi," jawab salah seorang dari ibu itu.
"Akan tetapi aku mendengarnya seperti suara dari dua orang anak kecil," sergah Nabi Isa as.
"Bukan, mereka adalah hewan-hewan yang tak berarti," jawab ibu yang lain.

Kedua ibu itu sebenarnya telah membohongi Nabi Isa as, hanya karena tidak memperbolehkan anak-anaknya bermain dengan Nabi Isa as. Mereka tega berbohong dan mengatakan demikian karena menurut mereka, Nabi Isa as adalah anak haram hingga mereka mengatakan sekumpulan hewan saja.

Pada masa kecilnya, Nabi Isa as telah dikucilkan banyak orang. Mereka masih menyebut Nabi Isa as sebagai anak haram. Meski demikian, Nabi Isa as tidak protes sama sekali walaupun mengetahui kebohongan itu.


Nabi Isa as Mengamini Perkataan Manusia.
Bahkan Nabi Isa as berdoa kepada Allah SWT agar apa yang dikatakan ibu-ibu itu menjadi kenyataan.
"Ya Allah, jadikanlah mereka seperti apa yang telah diucapkan oleh ibu-ibu ini," doa Nabi ISa as mengamini perkataan ibu-ibu itu.

Tak lama setelah mengamini perkataan ibu-ibu tersebut, kedua anak kecil yang merupakan anak dari ibu-ibu itu berubah menjadi kera dan babi. Betapa terkejutnya ibu-ibu mereka melihat kejadian itu.

Kehadiran Nabi Isa as bagi Bani Israil memang masih dianggap aib karena Nabi Isa as lahir dari seorang ibu yang belum bersuami. Karena itu, mereka selalu berusaha menghasut, menghina dan mengusir Nabi Isa as.

Kisah ini diabadikan dalam Al QUr'an Surat Al-Baqarah ayat 253.
Allah SWT berfirman,

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ مِنْهُمْ مَنْ كَلَّمَ اللَّهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا اقْتَتَلَ الَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَلَكِنِ اخْتَلَفُوا فَمِنْهُمْ مَنْ آمَنَ وَمِنْهُمْ مَنْ كَفَرَ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا اقْتَتَلُوا وَلَكِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ

Artinya:
"Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya[158] beberapa derajat. dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat Dia dengan Ruhul Qudus[159]. dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah Rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, Maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya."

[158] Yakni Nabi Muhammad s.a.w.
[159] Maksudnya: kejadian Isa a.s. adalah kejadian yang luar biasa, tanpa bapak, Yaitu dengan tiupan Ruhul Qudus oleh Jibril kepada diri Maryam. ini Termasuk mukjizat Isa a.s. menurut jumhur musafirin, bahwa Ruhul Qudus itu ialah Malaikat Jibril.

Monday, December 19, 2011

Mengembalikan Bola Mata yang Terlepas

Kisah Islamiah pagi hari ini tentang Kisah Nabi dan Mukjizat.
Rasulullah SAW dengan mukjizatnya mampu menyembuhkan, mengembalikan mata salah satu sahabatnya.
Subhanallah....
Garis bawahi doa Rasulullah SAW di bawah, Insya Allah bisa meneteslah air mata pembaca.

Ketika terjadi Perang Badar, Umat Islam sempat dalam posisi sangat terdesak. Karena itu, beberapa sahabat memagari tubuh Rasululah SAW agar tidak diserang musuh.

Salah satu sahabat, prajurit islam ada yang bernama Qatadah. Qatadah memeluk erat tubuh Rasulullah SAW. Namun matanya terkena anak panah hingga terlepaslah bola matanya ke tanah.

Kisahnya.
Pada awalnya dalam perang tersebut umat islam telah menang.
Namun, karena pasukan pemanah yang ada di atas bukit telah mengabaikan perintah Rasulullah SAW, akhirnya keadaan menjadi berbalik. Umat Islam terdesak.

Pasukan pemanah umat islam di atas bukit pad turun karena tergiur dengan harta benda yang berserakan di bawah bukit. Amanat Rasul pun dilanggar oleh mereka.

Pada saat itulah panglima perang kafir berhasil merebut posisi strategis, dan menempatkan prajurit pemanah di atas bukit yang ditinggalkan kaum muslimin.
Mereka akhirnya berhasil meluluh-lantahkan pasukan islam yang berada di bawah bukit.

Pasukan kafir menghujani anak panah hingga banyaklah pasukan islam yang tewas kala itu. Tak luput pula, Rasulullah SAW menjadi sasaran bidikan anak panak pasukan musuh.

Pasukan Khusus Menyerbu Rasulullah SAW.
Bersamaan dengan itu pula, ada sebuah pasukan khusus yang datang menyerbu Rasulullah SAW sehingga wajah dan bibir Beliau tergores oleh pedang musuh.

Prajurit muslim yang mengetahui hal itu, segera saja berkumpul mengelilingi tubuh Rasulullah SAW. Sebuah benteng berupa tubuh prajurit muslim itu berusaha sekuat tenaga agar Rasulullah selamat dari hujan panah dan sabetan pedang musuh.

Ada 2 orang sahabat yang memeluk tubuh Rasulullah dari depan dan belakang. Dua orang tersebut bernama Abu Dujanah dan Qatadah. Abu Dujanah yang merangkul Rasulullah dari depan terkena sabetan pedang beberapa kali hingga tubuhnya bersimbah darah.

Sedangkan Qatadah sendiri yang memeluk Rasul dari arah belakang telah terkena anak panah salah satu matanya hingga bola matanya keluar. Darah pun menyembur keluar dari mata dan Qatadah berkata,
"Wahai Rasulullah, mataku....mataku..."

Anak Panah Menancap di Mata.
Dengan cepat Rasulullah mengambil bola mata yang keluar tersebut dan memasangnya kembali ke tempatnya seraya berdoa,
"Ya Allah, lindungilah mata Qatadah sebagaimana ia telah melindungi Nabi-Mu. Kembalikan matanya hingga lebih elok dan lebih tajam."


Sungguh ajaib, mata Qatadah kembali seperti semula dan bisa melihat lagi tubuh musuh. Qatadah yang menyadari akan hal itu, belum sempat berterimakasih, langsung saja menyabetkan pedangnya ke tubuh musuh.
Subhanallah...sungguh mukjizat yang tiada tara.

Tanpa operasi, sebuah bola mata bisa kembali ke pelupuk mata dengan sempurna bahkan lebih elok dan penglihatan Qatadah lebih tajam.

Saturday, November 12, 2011

Mukjizat Air Mancur Arafah

Kisah Islamiah malam ini tentang air muncur yang berada di Arafah.
Pada usianya yang terbilang masih muda, aneka mukjizat sudah muncul, salah satunya adalah air mancur di Arafah.
Bukan itu saja, tutur kata yang lembut, sikap yang santun serta selalu berpikir positif membuat Muhammad dipercaya semua orang dan dijuluki Al Amin.


Kisahnya.
Waktu terus bergulir, Nabi Muhammad mulai tumbuh menjadi remaja yang rupawan. Pola pemikiran yang cerdas dan suka membantu orang-orang di sekelilingnya menjadi nilai tersendiri di mata sang paman. Tak heran, bila kemana pun Abu Thalib berpergian selalu membawa serta Muhammad. Seperti saat berdagang ke pasar Zulmajaz.

Mukjizat.
Letak pasar Zulmajaz memang cukup jauh dari tempat tinggal Abu Thalib dan Muhammad. Tak heran jika di tengah perjalanan, perbekalan mereka habis. Saat itu, Abu Thalib merasa sangat haus sekali. Air yang mereka bawa sudah habis dan mustahil menemukan air di sekitar tempat itu.
Saat itulah Abu Thalib teringat akan keponakannya, ia tahu bila ada Muhammad di sampingnya, tidak akan ada kelaparan atau kehausan.

Dengan lirih, ia pun berkata,
"Keponakanku, aku sangat haus sekali, bisakah engkau membantuku?"
Muhammad segera berbalik dan menatap pamannya. Dilihatnya bibir pamannya mengering. Abu Thalib tahu, bahwa keponakannya itu akan membantunya dan segera akan mendapatkan air.

Tapi, mana mungkin ia bisa memperolehnya di tengah gurun yang panas dan gersang seperti itu. Mendapat keluhan dari pamannya, Muhammad segera turun dari untanya dan berdoa kepada Allah SWT. Begitu Muhammad menyentuh tanah dengan tumitnya, air mulai keluar dari dalam tanah.
Subhanallah...
Air itu mengalir seperti air mancur kecil yang mengalir dengan deras.

Abu Thalib Takjub.
Abu Thalib penuh takjub melihat kejadian itu. Seketika itu juga Muhammad mengisi wadah air yang dimilikinya dengan air dan mengulurkan kepada pamannya.
"Ini paman, ambillah," ujar Muhammad.

Abu Thalib meminum air itu dengan puas. Ia sangat bersyukur memiliki keponakan yang dilimpahi rahmat dan mukjizat oleh Allah SWT.
Dipeluknya keponakannya itu dengan penuh rasa sayang, kekaguman dan rasa bangga. Mereka lalu melanjutkan perjalanan.

Air mancur yang keluar dari tempat Muhammad berpijak, hingga sekarang tak pernah mengering. Bahkan, sampai saat ini orang-orang yang pergi ke sana untuk melaksanakan ibadah haji menggunakannya untuk minum damn mendinginkan badan.

Orang-orang Menyebutnya Air mancur Arafah.

Sunday, November 6, 2011

Dialog Rasulullah dengan Kijang

Assalamu'alaikum.
Selamat Hari Raya Idul Adha kawan.


Kisah Islamiah pada malam ini tentang dialog Rasululah SAW dengan seekor kijang.
Nabi Muhammad SAW memang telah dianugerahi dengan banyak mukjizat yang luar biasa. Selain mukjizat terbesar berupa Al Qur'an atau mampu membelah bulan, Rasul juga mengerti bahasa binatang seperti Nabi Sulaiman as, salah satunya adalah hewan yang bernama kijang.

Kisahnya.
Diriwayatkan oleh Abu Na'im di dalam kitab Al-Hilyah, bahwa seorang laki-laki tengah lewat di sisi Nabi Muhammad SAW dengan membawa seekor kijang hasil tangkapannya. Lalu Allah SWT yang berkuasa atas semua makhluk-Nya, telah menjadikan kijang itu berbicara kepada Nabi Muhammad SAW.

"Wahai Pesuruh Allah, sesungguhnya aku mempunyai beberapa anak yang masih menyusu, dan sekarang aku sudah ditangkap sedangkan anak-anakku kelaparan," kata kijang itu meminta belas kasihan.

Kijang Mengadu.
Rasulullah SAW yang mampu mengerti bahasa kijang itu lantas berdialog dengan si kijang.
"Apakah yang engkau harapkan dariku?" tanya Rasulullah SAW.
"Tolong perintahkan orang ini melepaskan aku supaya aku dapat menyusukan anak-anakku dan sesudah itu aku akan kembali kemari," janji kijang itu dengan sangat memohon.

"Bagaimana kalau engkau tidak kembali lagi ke sini?" tutur Rasululah SAW.
"Kalau aku tidak kembali kemari, nanti Allah SWT akan melaknatku sebagaimana ia melaknat orang yang tidak mengucapkan shalawat bagi engkau apabila disebut nama engkau di sisinya," janji kijang itu.

Lalu Nabi Muhammad SAW pun bersabda kepada orang itu untuk melepaskan kijang itu buat sementara waktu.
"Wahai pemuda, lepaskanlah kijang ini, dan aku akan menjadi penjaminnya," kata Rasululah SAW.
Atas perintah Rasulullah SAW, pemuda itu pun akhirnya melepaskan kijang itu. Kijang itu langsung berlari menuju anak-anaknya untuk meberikan susu. Setelah semua anak-anaknya kenyang, sang induk kembali lagi menemui Rasululah SAW dan pemuda itu menangkapnya kembali.

Pesan Malaikat Jibril.
Maka turunlah malaikat Jibril dan mengucap pesan dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.
"Wahai Muhammad, Allah SWT mengucapkan salam kepada engkau dan Allah SWT berfirman,
Demi kemulianKu dan kehormatanKu, sesungguhnya Aku lebih kasih umat Muhammad dari kijang itu kasih anak-anaknya dan Aku akan kembalikan mereka kepada engkau sebagaimana kijang itu kembali kepada engkau."

Umat Islam meyakini bahwa setiap hal dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW adalah mukjizat.
Hal ini terbukti dari banyaknya kumpulan hadits yang diceritakan oleh para sahabat mengenai berbagai mukjizat Nabi Muhammad SAW.

Dan tak lupa, blog kisah islamiah ini hanya bagi mereka yang beriman, karena isi blog terdapat bermacam mukjizat yang tidak bisa dinalar oleh pikiran manusia. Untuk menambah dan makin tambah keimanan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dengan sumber cerita ada di postingan awal.

Dalam hadits yang diriwaytkan oleh Abu Hurairah dikatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Tidak ada seorang pun di antara para nabi kecuali mereka diberi sejumlah mukjizat yang diantaranya agar manusia beriman kepadanya dan mukjizat yang aku terima adalah wahyu. Allah mewahyukannya kepadaku. Maka aku berharap kiranya menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat."

Thursday, October 27, 2011

Dialog Rasulullah dengan Onta

Sebagai utusan Allah SWT, banyak sekali mukjizat yang dimiliki oleh Rasul SAW. Dan kali ini salah satunya adalah Rasulullah SAW mampu berdialog dengan seekor onta yang akan disembelih oleh pemiliknya.

Kisahnya.
Ada salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang bernama Uqa'il bin Abu Thalib. Dia ini seorang yang baru saja masuk islam. Rasul tahu kalau Uqa'il masih memiliki keraguan terhadap Rasul SAW. Sehingga, jika Rasulullah melakukan perjalanan, beliau selalu mengajak Uqa'il untuk menjadi teman selama perjalanan.
Salah satunya adalah ketika Rasulullah berniat berkeliling Ngeri Arab, beliau mengajak Uqa'il untuk menemaninya salama perjalanan.

Selama dalam perjalanan itu, sifat Rasulullah SAW yang begitu ramah dan baik hati sangat terlihat. Hampir di setiap perjalanan, beliau berhenti sejenak untuk beristirahat dan mencoba untuk lebih dekat dengan penduduk Arab. Beliau pun selalu berkomunikasi dan menolong mereka yan membutuhkan pertolongan.

Uqa'il dan para penduduk Arab merasa sangat kagum dengan sosok Rasulullah SAW yang begitu santun dengan siapapun, termasuk kepada orang miskin bahkan seorang pengemis, sehingga para penduduk Arab tidak ragu lagi untuk berbicara, bertanya dan mengadu tentang segala sesuatu yang mereka alami kepada Rasululah SAW. Tidak hanya manusia yang mengadu dan bercerita tentang suatu masalah, bahkan seekor onta pun mendatangi beliau dan menceritakan perihal yang dialami.


Pengaduan Onta.
Di tengah perjalanan, Nabi Muhammad SAW dan Uqa'il melihat seekor onta yang berlari seperti dikejar sesuatu. Beliau akhirnya berhenti untuk memastikan apa yang tengah terjadi pada onta tersebut. Di saat Rasul SAW berhenti, tiba-tiba onta tersebut berlari dan meloncat menuju ke hadapan Rasul SAW, sampai hampir menabrak tubuh Raulullah.

Rasulullah SAW sangat terkejut dengan kehadiran onta itu ke depannya secara tiba-tiba. Beliau bertanya,
"Apa yang engkau alami, sampai engkau meloncat sejauh itu hingga di depanku?" tanya Rasul SAW.
Onta yang terlihat ketakutan itu langsung menjawab,
"Ya, Rasulullah, aku minta perlindungan darimu."
Uqa'il yang melihat dan mendengar Rasulullah SAW berkomunikasi dengan seekor onta itu, ia merasa sangat keheranan dan hampir tak percaya dengan apa yang telah dilihatnya. Namun, hal itu benar-benar terjadi di depannya.

Akhirnya, Uqa'il yang semula tidak yakin dengan mukjizat utusan Allah SWT tersebut, sekarang menjadi yakin.
"Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini karena sempat meragukan kemuliaan utusan-Mu. Mulai sekarang, aku akan selalu tunduk kepada Rasululah SAW dan akan selalu mematuhi perintahnya," ucap Uqa'il dalam hati.

Selang waktu beberapa saat, datanglah seorang Arab yang membawa pedang tajam. Nabi SAW sangat heran dengan orang Arab tersebut.
"Hendak apakah engkau, terhadapku atau dengan onta ini?" tanya Rasululah SAW.
"Wahai Rasul Allah, aku telah membelinya dengan harga yang sangat mahal, akan tetapi dia tidak mau taat dan tidak mau jinak kepadaku, maka akan aku potong saja dan akan aku berikan dagingnya kepada orang-orang yang memerlukannya," jawab orang Arab itu.

Penyelesaian Bijaksana.
Nabi Muhammad SAW bertanya kepada onta,
"Mengapa engaku mendurhakai dia?" tanya Rasul SAW.

Onta itu pun menjawab,
"Wahai Rasulullah, aku mendurhakainya karena perbuatannya yang buruk. Ia terus menerus tidur, meninggalkan shalat Isya. Seandainya dia mau berjanji kepada engkau untuk mengerjakan shalat Isya, maka aku berjanji pula untuk tidak mendurhakainya, sebab aku sangat takut kalau Allah SWT menurunkan siksaan-Nya kepadaku," jelas onta itu.

Setelah mendengar penuturan onta yang panjang lebar itu, Nabi Muhammad SAW pun mempercayainya, dan orang Arab itu tidak bisa berkelit lagi karena sudah ada bukti dari onta miliknya.
"Aku akan mengembalikan onta ini kepadamu, asalkan engkau berjanji untuk tidak meninggalkan shalat Isya. Akan tetapi jika engkau tidak mau, maka aku akan membawa onta ini," tutur Rasul SAW.
"Ya Rasululah, aku berjanji tidak akan meninggalkan shalat Isya lagi dan berjanji pula tidak melakukan maksiat. Jika aku melakukannya, maka onta itu akan aku berikan kepadamu," jawab orang Arab itu dengan sungguh-sungguh.

Setelah emndengar pernyataan orang Arab itu, akhirnya Rasululah SAW menyerahkan onta itu kepada pemiliknya. Rasulullah SAW pun kembali meneruskan perjalanan dengan Uqa'il yang semakin kagum dengan Nabi Muhammad SAW.

Tuesday, October 25, 2011

Rasulullah Membelah Bulan

Tiada habisnya orang-orang kafir mengzalimi Rasulullah SAW.
Mulai dari memfitnah hingga menyuruh Rasul melakukan sesuatu yang menurut mereka hal yang mustahi, yaitu membelah bulan.
Namun, dengan izin Allah SWT, Rasulullah SAW dapat melaluinya dengan sabar.



Kisahnya.
Jumlah orang-orang mukmin terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Sementara itu, orang-orang jahat tidak juga menghentikan kekejaman mereka. Mereka bahkan terus menantang Rasulullah SAW.

Pada suatu hari, orang-orang kafir kembali mengelilingi Rasulullah SAW. Mereka punya rencana baru untuk menyudutkan beliau. Mereka meminta Rasul SAW melakukan sesuatu yang menurut mereka mustahil untuk dilakukan. Nanti saat melihat beliau tidak bisa melakukannya, mereka akan mengolok-olok beliau.

Dengan pemikiran seperti itu, mereka berkata,
"Kalau engkau memang seorang nabi, tunjukkan mukjizat kepada kamu. Misalnya, belahlah bulan purnama di atas kepala kita menjadi dua. Letakkan yang sebelah di atas gunung ini dan sebelah lagi di atas gunung itu," kata orang-orang kafir.
"Kalau aku dapat melakukannya apakah kalian akan percaya padaku?" tanya Rasul SAW.

Bulan Terbelah Menjadi Dua.
Allah Yang Maha Tinggi memberikan kekuasaan kepada Rasulullah SAW untuk menunjukkan mukjizat seperti yang telah Dia berikan kepada nabi-nabinya terdahulu. Jika Rasulullah SAW mau, beliau bisa berdoa kepada Allah SWT dan atas izin-Nya, banyak peristiwa luar biasa yang akan terjadi. Namun, beliau ingin agar orang-orang berfikir dan menemukan jalan yang benar dengan pikiran mereka sendiri.

Saat itu, Rasulullah SAW yang terlihat semakin rupawan di bawah sinar rembulan, terlebih dahulu berdoa agar orang-orang sesat itu menemukan jalan yang benar. Kemudian beliau mengarahkan telunjuknya ke bulan. Sinar perak dengan cahaya bintang terlihat membentang diatas mereka. Rasulullah SAW membuat garis dari bagian atas bulan hingga ke bawah.

Kala itu, tak seorang pun terlihat percaya atau memperhatikan secara penuh apa yang sedang terjadi. Setelah ditunjuk oleh Rasul SAW, bulan pun terbelah menjadi dua.
Subhanallah.....Sungguh luar biasa.

Setengah dari bulan itu berada di atas gunung yang satu dan setengahnya lagi di atas gunung yang lainnya. Allah Maha Besar. Allah Maha Tinggi sudah membelah bulan untuk Nabi kesayangan-Nya itu.

Nabi pun berulang-ulang mengatakan kepada orang-orang kafir,
"Saksikanlah!!, Saksikanlah!!!."
Orang kafir pun terbelalak.
Mereka tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Mereka saling pandang setelah mengetahui hal itu. Bibir Rasulullah SAW terus menerus berzikir, bersyukur kepada Allah SWT yang sudah memberikan mukjizat itu. Saat kedua bagian bulan itu kembali menyatu, orang-orang kafir sangat terkejut dan takut.
Mereka hanya berkata,
"Ini Sihir !!!, Ini Sihir !!!"

Kesaksian Seorang Musafir.
Pagi hari setelah kejadian itu, negeri Makkah gempar.
Semua orang membicarakan peristiwa ajaib tadi malam. Saat kaum muslim membicarakan keindahan peristiwa itu, orang-orang kafir malah mengatakan bahwa yang mereka lihat tadi malam adalah tidak nyata.

beberapa orang di antara mereka berkata,
"Kita bilang saja kepadanya kalau dia hanya menunjukkan sihir kepada kita."
Orang-orang kafir mengetahui bahwa pengaruh sihir itu tidak akan sampai jauh pengaruhnya. Jadi mereka pun memutuskan untuk bertanya kepada musafir yang datang dari jauh,apakah mereka juga melihat peristiwa bulan terbelah tadi malam.
Mereka pun menunggu datangnya para musafir.

Begitu para musafir datang, para orang kafir langsung mendekati mereka dan bertanya apakah mereka juga melihat bulan terbelah menjadi dua tadi malam. Ternyata mereka juga melihat bulan terbelah menjadi dua kemudian menyatu kembali. Dengan semangat, para musafir itu menceritakan secara terperinci apa yang mereka lihat tadi malam.

Meskipun mereka sudah mendengar kesaksian para musafir, namun tetap saja orang-orang kafir tidak percaya.
mereka mengatakan,
"Sihir Muhammad bahkan sudah mencapai langit," kata orang-orang kafir.
Orang-orang kafir itu telah dikunci mata hatinya, meskipun sudah melihat hal yang benar-benar nyata, masih saja dia berpaling, mungkir.

Dan inilah hebatnya Rasulullah SAW, Beliau tidak pernah sombong, bahkan selalu bersyukur atas mukjizat yan terjadi, beliau tetap penuh kasih, tetap medoakan agarorang-orang kafir itu tidak keras kepala dan bersedia mengikuti ajaran yang beliau sampaikan.

(Alhamdulillah, selesai juga akhirnya, meski jari tangan rasanya panas ketika mengetik).
Selamat membaca kawan-kawan.

Friday, October 14, 2011

Ludah Rasulullah Penawar Bisa Ular

Rasulullah SAW memiliki banyak mukjizat dan kali ini salah satunya adalah ludah Rasulullah SAW yang bisa menjadi obat penawar bisa ular.
Mukjizat itu dibuktikan sendiri oleh sahabatnya, Abu Bakar ketika menemani Rasulullah SAW bersembunyi di Gua Tsur.

Kisahnya.
Ketika Rasululah SAW diburu orang kafir Quraisy dan hendak dibunuh, beliau bersembunyi di Gua Tsur dengan ditemani Abu Bakar. Sebelum masuk gua, Abu Bakar meminta izin masuk terlebih dahulu supaya dapat membersihkan gua itu serta menutup lubang-lubang yang ada di gua itu.

Tak lama kemudian, setalah gua menjadi bersih, Rasulullah SAW masuk dan membaringkan tubuhnya di atas tanah dengan kepalanya berbantalkan paha Abu Bakar. Karena terlihat cukup letih, Rasulullah SAW tertidur di gua itu. Abu Bakar duduk dan tidak berani bergerak karena tidak ingin mengganggu tidur Rasulullah SAW. Abu Bakar memilih tetap waspada dari kejaran kafir Quraisy.

Namun, tak lama berselang, Abu Bakar melihat seekor ular berbisa hendak keluar dari salah satu lubang yang tidak sempat ditutup. Dengan cekatan, Abu Bakar menutup lubang itu dengan salah satu kakinya. Tiba-tiba saja ular itu menggigit kaki Abu Bakar, dan dalam waktu sekejap saja bisa ular itu menjalar ke seluruh tubuh Abu Bakar.


Gigitan Ular Mematikan.
Meskipun demikian, Abu Bakar tidak menjerit. Ia tidak ingin Rasulullah akan terbangun dari tudur akibat jeritannya. Semakin lama bisa ular itu melemahkan tubuh Abu Bakar dan membuatnya menangis. Secara tidak sengaja, tetesan air matanya jatuh mengenai tubuh Rasulullah SAW.




"Mengapa engkau menangis wahai Abu Bakar? Apakah kamu merasa takut dengan orang kafir Quraisy yang mengancam nyawamu?" tanya Rasulullah yang terbangun akibat tetesan air mata Abu Bakar.
"Ya Rasulullah, aku tidak pernah takut mati demi membela agama Allah," jawab Abu Bakar dengan suara melemah.

"Lalu apa yang terjadi hingga kamu menangis?" tanya Rasulullah lagi.
"Kakiku telah digigit ular, tubuhku lemas, aku menangis karena takut tidak akan bisa menjagamu lagi," kata Abu Bakar yang kemudian bersimpuh di hadapan Rasulullah SAW.

Rasululah SAW segera memeriksa telapak kaki Abu Bakar. Setelah melihat adanya bekas gigitan ular, beliau langsung meludahinya.
Ajaib...serta merta rasa sakit di kaki Abu Bakar langsung sirna, hilang serta merta. Tidak lama kemudian Abu Bakar sudah merasa bugar lagi seperti sedia kala.

Sementara itu, para pemuda kafir Quraisy yanmg mencari Rasulullah SAW dan Abu Bakar, akhirnya tiba juga di Gua Tsur. Akan tetapi Allah SWT membantu dengan mengarahkan laba-laba untuk menutupi mulut gua dengan sarangnya. Keadaan sarang laba-laba yang utuh tidak terusik itu menyebabkan mereka yang memburu Rasulullah SAW berpikir, tidak mungkin ada orang di dalam gua itu.

"Janganlah berduka wahai sahabatku, sesungguhnya Allah SWT bersama kita," kata Rasulullah SAW kepada Abu Bakar.
Itulah rangkuman kisahnya kawan.

Thursday, September 8, 2011

Nabi yang Menahan Matahari

Kisah Islamiah hadir kembali dan kali ini tentang Nabi Yusya' yang mampu menahan terbenamnya matahari. Karena menunggu peperangan yang belum selesai, matahari ditahan untuk tidak terbenam terlebih dahulu oleh Allah SWT, hal ini karena doa yang dipanjatkan oleh Nabi Yusya'.





Kisahnya.
Setelah Nabu Musa a.s wafat, Nabi Yusya, bin Nun a.s membawa Bani Israil keluar dari padang pasir. Mereka berjalan hingga menyeberangi sungai Yordania dan akhirnya sampai di kota Jerica. Kota Jerica adalah sebuah kota yang mempunyai pagar dan pintu gerbang yang kuat. Bangunan-bangunan di dalamnya tinggi-tinggi serta berpenduduk padat.

Nabi Yusya' dan Bani Israil yang bersamanya, mengepung kota tersebut sampai enam bulan lamanya. Suatu hari, mereka bersepakat untuk menyerbu ke dalam. Dengan diiringi suara terompet dan pekikan takbir dan dengan semangat yang kuat, mereka pun berhasil menghancurkan pagar pembatas kota, kemudian memasukinya.
Mereka juga dapat menaklukkan sejumlah raja yang berkuasa dan mereka berhasil mengalahkan sebelas raja dan raja-raja yang berkuasa di Syam.

Hari itu hari Jum'at, peperangan belum juga usai, semnetara matahari sudah hampir terbenam, dan hal ini menunjukkan bahwa hari Jumat akan segera berlalu dan hari Sabtu akan tiba.
Padahal menurut syariat, pada hari Sabtu dilarang melakukan peperangan. Oleh karena itu Nabi Yusya' berdoa,
"Wahai matahari, sesungguhnya engkau hanya mengikuti perintah Allah, begitu pula aku. Aku bersujud mengikuti perintah-Nya. Ya Allah, tahanlah matahari itu untukku agar tidak terbenam dulu."


Doa Nabi Yusya' dikabulkan.
Setelah berdoa, ternyata benar-benar terjadi keajaiban. Doa Nabi Yusya' dikabulkan Allah SWT. Maka Allah menaklukkan matahari agar tidak terbenam sampai Nabi Yusya' dan tentaranya berhasil menaklukkan negeri itu dan memerintahkan bulan agar tidak menampakkan dirinya terlebih dahulu.

Harta Rampasan.
Maka saat itu juga Allah menahan matahari hingga Nabi itu menaklukkan daerha tersebut. Setelah bala tentaranya mengumpulkan semua harta rampasan di sebuah tempat, maka Nabi berkata,
"Di antara kalian ada yang berkhianat, masih menyimpan sebagian dari harta rampasan. Aku harap dari setiap kabilah ada seorang yang bersumpah padaku."

Maka mereka pun datang satu persatu untuk disumpah. Kedua tangan Nabi itu lengket pada tangan salah seorang diantara mereka, ia berkata,
"Di antara kabilah kalian ada yang berkhianat, aku minta semua orang di kabilahmu untuk bersumpah."

Satu persatu mereka disumpah.
Ternyata benar saja ada dua orang yang telah berkhianat dengan menyembunyikan harta rampasan. Setelah harta rampasan dikembalikan, maka dikumpulkanlah semua harta rampasan itu di sebuah lapangan. Tiba-tiba saja datanglah api menyambar harta rampasan itu dan melalapnya. (Ingat, harta rampasan memang tidak pernah dihalalkan untuk umat sebelum kita).

Diriwayatkan oleh Muslim secara terpisah,
"Dan harta rampasan dihalalkan untuk kita karena Allah melihat kelemahan dan ketidakmampuan kita."

Setelah Baitul Maqdis dapat dikuasai oleh Bani Israil, maka mereka hidup di dalamnya dan diantara mereka ada Nabi Yusya' yang memerintah mereka dengan kitab Allah, Taurat, sampai akhir hayatnya.


Kisah ini dipetik dari hadits berikut ini:
Dari Abu Hurairah r.a, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya matahri itu tidak pernah bertahan tidak terbenam hanya karena seorang manusia kecil kecuali untuk Yusya'. Yakni pada malam-malam dia berjalan ke Baitul Maqdis (untuk jihad)."
(HR. Ahmad dan sanadnya sesuai dengan syarat Al-Bukhari).

Diriwayatkan pula dari Abu Hurairah r.a, dia berkata, Rasululah SAW bersabda,
"Ada seorang nabi dari nabi-nabi Allah yang ingin berperang. Dia berkata kepada kaumnya, "Tidak boleh ikut bersamaku dalam peperangan ini seorang laki-laki yang telah berkumpul dengan istrinya dan dari itu dia mengharapkan anak tapi masih belum mendapatkannya, begitu pula orang yang telah membangun rumah tapi atapnya belum selesai.
Juga tidak boleh ikut bersamaku orang yang telah membeli kambing atau unta hamil yang dia tunggu kelahiran anknya."

Maka berangkatlah Nabi itu berjihad, dia sudah berada di dekat suatu desa atau daerah yang dituju saat Ashar telah tiba atau hampir tiba. Maka dia berkata kepada matahari,
"Hai matahari, engkau tunduk kepada perintah Allah dan akupun juga demikian. Ya Allah, tahanlah matahari itu sejenak agar tidak terbenam."

Akhir kata, Wallahu A'lam.

Friday, July 22, 2011

Rasul Sembuhkan Kaki Memar

Nabi Muhammad SAW mendapatkan banyak sekali mukjizat dari Allah SWT sebagai tanda kerasulan-Nya. Dan salah satu mukjizat itu adalah dapat menyembuhkan sakit kaki bekas pukulan atau memar.


Inilah Kisahnya.
Dalam sebuah riwayat dikisahkan pada saat itu telah terjadi Perang Khaibar pada tahun 629 Masehi. Peperangan Khaibar adalah peperangan yang terjadi antara Nabi Muhammad dan pengikutnya dengan orang-orang Yahudi yang tinggal di Oasis Khaibar, sejauh 150 kilo meter dari Madinah di bagian timur laut semenanjung Arab. Pertempuran ini akhirnya dimenangkan oleh umat Islam.

Perang Khaibar init erjadi tidak lama selepas Perjanjian Hudaibiyah. Rasululah SAW memimpin sendiri ekspedisi ketentaraan menuju Khaibar, dan ditempuhnya perjalanan itu selama tiga hari. Khaibar adalah daerah subur yang menjadi benteng utama Yahudi di Jazirah Arab, terutama setelah Yahudi di Madanh ditaklukkan oleh Rasulullah SAW.

Mukjizat Rasul.
Dalam perang tersebut, pasukan muslimn memenangi perang, namun pada saat pasukan muslim sudah menang, Yazid bin Abu Ubaid melihat betis sahabatnya yang bernama Salamah seperti ada bekas pukulan. Betis Salamah terlihat berlumuran darah. Ia pun berkata kepada sahabatnya itu,
"Ini bekas pukulan apa?"
Salamah menjawab, "Ini bekas pukulan yang menimpaku di peperangan Khaibar."

Salamah langsung menemui Rasulullah SAW.
Saat melihat bekas luka itu, Beliau meludahi bekas luka tersebut sebanyak tiga kali, dan tak lama kemudian, Salamah sudah tidak merasakan sakit lagi di daerah betisnya. Para sahabat yang menyaksikan mukjizat itu tak mampu berkata sepatah katapun selain mengakui Kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Subhanalloh..

Wednesday, July 13, 2011

Jari Rasulullah Bercahaya

Mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sangat banyak jumlahnya, ada yang sudah terkenal dan banyak didengar oleh kebanyakan kaum muslimin.
Salah satu dari sekian banyak mukjizat itu adalah jari tangan Rasulullah SAW bisa mengeluarkan cahaya.


Berikut Kisahnya.
Dirawikan dari Hamzah bin 'amr al-Aslami, ia bercerita bahwa pada suatu saat di malam hari ia berjalan bersama Rasulullah SAW. Kondisi saat itu gelap gulita tanpa penerangan sedikitpun. Kemudian keduanya berpencar di ujung jalam, dan saat berpencar itulah Hamzah mengetahui bahwa jari jemari Rasulullah SAW bersinar sangat terang.

Begitu terangnya sinar itu hingga beberapa sahabat Rasulullah SAW yang lain bisa mengumpulkan hewan tunggangan mereka serta tak ada seorang pun yang tersesat.

Keistimewaan jari jemari Rasulullah SAW lainnya juga bisa memancarkann air.
"Aku pernah melihat Rasulullah pada saat waktu shalat ashar tiba, orang-orang mencari air wudhu, tapi mereka tak menemukan air. Kemudian Rasulullah datang dengan membawa sebuah wadah berisi air wudhu. Rasulullah SAW lalu memasukkan tangannya ke dalam wadah itu, lalu Beliau menyuruh orang-orang berwudhu dari wadah itu. Saat itu Anas bin Malik menyaksikan air memancar dari bawah jari jemari Rasulullah SAW.
(HR. Bukhari, Muslim, An-Nasa'i, dan Tirmidzi).

Bersinar Terang.
Bukan hanya jari jemari Beliau saja yang bersinar, dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa tongkat Beliau serta setandan kurma pemberian Beliau juga mampu mengeluarkan cahaya.

Dirawikan dari Maimun bin Zaid Abas bahwa Rasulullah SAW sutu saat memberikan sebuah tongkat pada Abu Abas setelah ia mengalami kebutaan. Rasulullah SAW berkata kepada Abu Abas,
"Gunakanlah tongkat ini sebagai penerang jalanmu."

Kemudia Abas menerima tongkat itu, anehnya, tongkat dari kayu itu tiba-tiba bisa mengeluarkan cahaya sehingga menerangi jalan Abas.

Dalam riwayat lainnya sisebutkan bahwa Abu Abas shalat lima waktu bersama Rasulullah SAW. Kemudian ia pulang ke perkampungan Bani Haritsah. Di suatu malam yang gelap gulita dan hujan sedang turun dengan derasnya, Abas keluar lalu tongkat pemberian Rasulullah SAW itu ia gunakan untuk menerangi jalan. Akhirnya Abas selamat hingga sampai di rumah Bani Haritsah.

Setandan Kurma.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Na'im dijelaskan bahwa pada suatu malam, Rasulullah SAW keluar dari rumah menuju masjid untuk menunaikan shalat Isyak. Ketepatan malam itu juga hujan turun dengan derasnya dan disahuti petir. Saat sinar petir menerangi malam, Rasulullah SAW melihat Qatadah bin Nu'man.

"Hai Qatadah, setelah Anda selesai shalat, tetaplah duduk di tempatmu hingga aku menyuruhmu," ucap Rasulullah SAW.
Seusai shalat, Rasulullah SAW menemui Qatadah dan memberikan sebuah tandan kurma.
"Ambillah tandan kurma ini, ia akan menerangi jalan di depanmu sepuluh langkah dan dibelakangmu sepuluh langkah," tutur Nabi Muhammad SAW seraya memberikan setandan kurma itu.

Qatadah menerimanya.
Lalu saat pulang ke rumahnya, setandan kurma itu benar-benar menerangi jalannya sampai di rumah.
Subhanallah.

Friday, July 1, 2011

Kambing Beranak Tanpa Kawin

Demi menjamu Rasulullah SAW dan Abu Bakar, seorang janda menyerahkan kambing betinanya. Namun kambing itu tak disembelih, melainkan hanya diambil susunya. Berkat doa Rasulullah, kambing itu beranak sangat banyak tanpa melalui proses kawin.

Berikut Kisahnya.
Kisah Islamiah hadir kemabli dan kali ini menceritakan sebuah kisah yang diriwayatkan dari Abu Bakar Ashshiddiq.
Bahwa pada suatu hari dirinya bepergian bersama Rasulullah SAW ke luar kota Makkah. Keduanya melintas di sebuah perkampungan Arab, dan di kampung itu Rasulullah SAW melihat sebuah rumah yang berada di bagian pojok.

Beliau berjalan menuju rumah itu lalu singgah sejenak diluar rumah tersebut.
Keduanya kemudian ditemui oleh penghuni rumah, yang ternyata seorang wanita tua.

"Hai hamaba Allah, aku hanya seorang wanita, karena itu hendaklah kalian menemui pemuka kampung ini biar mendapat jamuan sebagai tamu," ucap wanita tua itu.

Lalu tak lama kemudian, datanglah seekor anak sambil menggembalakan beberapa ekor kambing yang semuanya berjenis kelamin betina.
"Hai anakku, pergilah dengan membawa seekor kambing betina dan pisau ini, lalu berilah kepada kedua orang itu," suruh wanita tua itu.

Doa Nabi.
Si anak menuruti perintah wanita tua itu, yang tak lain adalah ibunya sendiri. Ia membawa kambing betina itu dan pisau untuk diberikan kepada Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar Ashshiddiq. Si anak ini juga tak mengerti siapa kedua orang itu.
"Ibuku menyuruh agar aku memberikan kambing betina dan pisau ini, sembelihlah dan makanlah dagingnya," ujar anak itu.

Mendapati penawaran tersebut, Rasulullah SAW berkata kepada anak itu,
"Pergi dan bawalah pisau ini, lalu bawalah kemari sebuah bejana (wadah) untuk susu," tutur Rasulullah SAW dengan lemah lembut.
"Ketahuilah, kambing betina ini sudah tidak kawin dan sudah tidak punya susu," ujar anak itu dengan polos.

Rasulullah SAW tetap menyuruh anak itu menuruti perintahnya, dan akhirnya tak lama kemudian si anak kembali lagi dengan membawa sebuah bejana susu.
Rasululah SAW kemudian mengambil posisi berjongkok dan tangannya mengusap kelenjar susu kambing betina itu sambil berdoa. Tak lama kemudian, Beliau juga mulai memerah susu kambing betina itu hingga bejana susu itu penuh.

"Pergilah dengan membawa bejana susu ini, lalu berikanlah kepada ibumu," ucap Rasulullah.
Si anak tersebut patuh, ia memberikan bejana susu kepada ibunya. Sang ibu cukup terkejut karena ia tahu bahwa kambing pemberiannya itu sudah lama sekali tidak memproduksi susu, namun si ibu tetap meminum susu kambing itu hingga kenyang.
"Bawalah kembali bejana ini kepada para tamu itu," ucap wanita tua itu kepada anaknya.

Kambing Beranak Banyak.
Si anak kemudian sampai kepada Rasulullah kembali dan menyerahkan bejana itu.
Namun lagi-lagi Rasulullah SAW memerah susu kambing itu hingga penuhlah bejana dengan susu kambing.
"Pergilah dan bawa bejana susu ini, lalu bawalah bejana yang lain untuk kami," ucap Rasulullah SAW.

Di bejana yang lain, Rasulullah dapat memenuhinya dengan susu kambing, dan di bejana itu Beliau dan Abu Bakar meminum susunya. Pada malam itu, Rasulullah dan Abu Bakar bermalam di tempat itu, dan keesokan harinya mereka meneruskan perjalanan.

Beberapa tahun kemudian, kambing betina yang diperah susunya oleh Rasulullah SAW itu jumlahnya bertambah banyak. Aneh sekali karena kambing itu tak pernah kawin.
Namun itulah salah satu mukjizat Rasulullah SAW.

Wanita tua dan anak itu lantas akan menjual anak kambing ke Madinah.
Dalam perjalanan, mereka bertemu dengan Abu Bakar Ashshiddiq. Wanita tua itu menghampiri Abu Bakar dan bertanya,
"Hai hamba Allah, siapa laki-laki yang dulu bersamamu datang ke rumahku?" tanya wanita tua itu.
"Apakah engkau tidak mengetahuinya? Dialah seorang utusan Allah," ujar Abu Bakar.

Abu Bakar kemudian mempertemukan wanita tua itu dan anaknya ke Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW memberikan jamuan tamunya itu, sedangkan si wanita tua itu memberikan hadiah berupa keju dan barang-barang khas Arab Badui.
Wallahu A'lam.


(Banyak kisah tentang riwayat ini, namun pada intinya adalah sama dengan tutur kata yang berbeda. Maaf bila ada kesalahan menuliskan riwayat dalam bentuk prosa atau cerita ini.)