Showing posts with label Syair Cinta Seorang Hamba. Show all posts
Showing posts with label Syair Cinta Seorang Hamba. Show all posts

Sunday, April 22, 2012

Pungguk Merindukan Bulan

aku bagiMu
bagai pungguk merindukan Bulan...
seberapa besar cintaku
terpancung dengan keburukanku

ini mampuku,
hanya segini...
untuk terbang kearahMU,
aku tak akan mampu...

aku tahu,
jika Engkau menolakku,
karena kelemahanku,
karena kebodohanku,

Jika Engkau ijinkan aku,
menjadi debu diKakiMu,
itu lebih baik bagiku,

Akankah
aku kandas disini?
hingga nafasku
yang penghabisan?

aku...
tak mampu terbang kearahMu,
tapi...
aku tak pernah berpaling
dari memandangMu
terus...

akankah Engkau terus...
menolakku?

hanya ini mampuku...
hanya ini

Friday, April 20, 2012

setan-setan yang ribut Lucu!!!

by: Sri Mulyani 

baru saja setan2 itu ribut lagi! 
sungguh kadang mereka itu amat lucu,
dengan rayuan yang kadang terdengar bodoh ditelingaku

mereka bilang...
aku ini keterlaluan dalam agama,
menjadi pecinta Allah adalah suatu yang tidak perlu dan TERLALU...

mereka bilang,
pecinta Allah tak cocok untuk jaman ini,
kehidupan zuhud adalah keterlaluan...

aku bilang...
"diam!...
jiwaku telah jatuh cinta pada Rab-nya,
jika cinta telah terpagut... apa yang mampu kalian lakukan???
cinta itu akan menang!"

mereka diam dengan KESAL...
setan-setan itu meninggalkan aku sesaat...
lalu mereka datang lagi...

"Hey hamba yang bodoh!!!...
untuk apa kau jadi pecinta Tuhan seperti ini???
Kau korbankan duniamu dan segalanya untuk Percintaan dengan DIA???
Kau sungguh BODOH!... Lihat dirimu!!!

Kau menjadi gadis yang tidak laku!!!
Jalan Pikiranmu yang terlalu Agamais,
membuat banyak lelaki yang kau inginin lari darimu!!!
Mereka takut padamu...
mereka tak mampu mengejar keimananmu...
untuk apa kau begitu hebatnya mengorbankan duniamu...
untuk percintaan ini....

Kau GILA!!!... mencintai Tuhan adalah GILA!!!
kau tak bisa melihat diriNYA...
kau tak tahu benar KeberadaanNYA!!!

untuk apa???
untuk kehilangan cinta laki2 tampan darimu???

----------- aku diam....

betapa bodohnya mereka...
kubiarkan saja mereka berceloteh sesuka hati...

mereka pikir mereka benar...
mereka rasa, mereka benar...

tentu saja!!!

bagaimana mungkin setan-setan itu dapat merasakan kenikmatan hubunganku dengan Tuhan???
Ketika Allah Membelai jiwaku dengan halus...
bagaiman bisa mereka rasa Cinta KasihNya yang terlarang bagi mereka???

Ketika Allah Murka padaku dan menegurku...
bagaimana mungkin mereka bisa merasakan teguran Halus penuh Cemburu dari Sang Maha Suci???

Ketika Allah Memnyusupkan KeRiangan di hatiku hingga aku dapat tertawa lepas...
bagaimana bisa mereka merasakan kenikmatan Canda dari Tuhan Yang Maha Agung???

KasihNYA hanya untuk hambaNYA...
CintaNYA terhijab dari setan-setan terkutuk itu...

Ketika mereka berusaha menarikku dari Cinta ini...
Mereka melakukan hal yang sia-sia...

Karena Penguasa jiwa dan hatiku saat ini adalah Allaah...

Jika Allah Menyapaku... aku terbelenggu padaNya
Jika Allah Berpaling dariku... aku akan dengan gila mencariNYA
Jika Allah Menghukumku... aku akan terus bersimpuh hingga Dia Mengampuni aku
Jika Allah Mengujiku... aku akan memohon PertolonganNya...

Aku memang gila...
gila karena cinta...
cinta pada Allah...

bukan hanya setan-setan itu yg menganggap aku gila...
kebanyakan manusia juga akan berpikir aku gila...

YA!!!...... BENAR!!!
aku ini GILA... Tergila-gila pada Allah...

Jika Cleopatra dikagumi karena mati atas nama cinta pada seorang laki-laki...
Jika Romeo dan Juliet digandrungi karena percintaan mereka bertumbal nyawa...

Mencintai Allaah aku dianggap GILA???

Biarkanlah!!!!!!!!

aku memang gila akan cinta ini...
aku ingin lebih dan lebih lagi...
lagi.... dan lagi....

akulah budak cinta
cinta pada Tuhannya...

Friday, March 9, 2012

Bebas

 Kebebasan adalah milikku
setelah seratus windu aku terbelenggu

sayap telah terkembang
setelah sejuta hari ia patah

tiada tuan selain Tuan
yang menguasai mahkota jiwa

cadar angin telah terkembang
tirai air telah terjuntai
mengelilingi pusara kalbu
mengambang lembut dan bercahaya

kali ini,
tak akan kubiarkan...
satu rantingpun masuk

kali ini,
tak akan kuijinkan...
satu benihpun tumbuh

mahkota kaca ini,
akan terus terjaga

aku telah bebas,
sayapku telah terkembang

tiada raja bagiku...
selain daripada yang diperTuan.

jiwaku terbelenggu,
hanya milikNya...
dengannya aku Bebas!!!


Ketika itu....
angkuh aku berkata
Kau ku tak butuh!

Ketika itu....
muak ku berpaling muka
Kau dan aku beda!

Marahku bicara
Sedihku sembunyi
Diriku bukanlah diriku

Tapi Jiwa tetap Jiwa
Tapi Kalbu tetap Kalbu
Sluruhnya terjerat padaMU

mata ini menangis
hati ini merintih
menyadari....
TIADA HIDUP TANPAMU!

Tuhanku...
Hidupku hanya milikMU


Ha ha...
bukankah semua pecinta itu bodoh?...

Naik dan turun kalbu terbaca...
nampak bodoh...
naif...
kekanak-kanakan...

diri menjadi ciut,
badan berdiri kaku...

"aku tampak bodoh!"

lalu langkahpun mundur,
berusaha untuh pintar...
mencari kedewasaan...
mengais kenormalan...

aku tak mau bodoh lagi!

AH! AH! AH!...

siapa pula yang bodoh?

tanyalah disetiap ujung dunia,
tanyakan pada semua manusia dan setan...

"bukankah pecinta selalu tampak bodoh?"
"bukankah orang yang mabuk cinta selalu bertingkah aneh?"

Toh!
jadi apa salahku ketika aku tampak bodoh,
sedangkan jelas...
diri memang sedang jatuh cinta!

halah!!!!

aku kembali padaMu
dengan cinta...
penyesalan dan rasa malu,
turut bersama...

Engkau yang kembali kupuja,
segenap daging dan darah ini
membutuhkan kehadiranMu
segenap logika dan emosi ini
membutuhkan keindahanMu

mereka yang tak tahu,
bukanlah urusanku...
mereka yang membenci,
bukanlah peduliku...

Duhai Yang Maha Indah,
matilah jiwa ini tanpaMu,
Duhai Yang Maha Penyayang,
matilah raga ini tanpa KasihMu

dari kebencian dan kemarahan,
dari kelemahan dan kelelahan,
aku kembali padaMu dengan kelegaan...

sungguh bodoh diri ini,
mencari cinta pada dunia...
sungguh hilang diri ini,
mencari bahagia pada manusia...

Cukuplah Engkau bagiku...

Tuhanku,
baru kutahu...
tak berdaya aku tanpaMu,
baru kusadari...
tiada senyum tanpaMu,
baru kurasa...
tiada bahagia tanpaMu,

Cukuplah Engkau bagiku...

Ucapan ini bukan pernyataanku,
tapi ini adalah doa dan harapanku...

Cukuplah Engkau bagiku...
karena Engkau tak tergantikan...
dengan apapu atau siapapun...

Cukuplah Engkau bagiku...
aku tak bisa hidup dengan kebutuhan lain,
melainkan hanya denganMU....

ini doaku, ini permohonanku... bukan pernyataanku...

Cukuplah Engkau bagiku...

without You... is worst then death itself


Aku tau posisiku
dimana aku berdiri saat ini
ditepi kemarahanMu...
Wahai Tuhan yang Maha Penyayang...

Kesalahan kami padaMU
tak terhingga,
tak termaafkan...
padahal Engkau Maha Penyayang...

Maha Suci Engkau,
hanyalah kata maaf yang bisa kuhaturkan...
atas RahmantMU yang tanpa Batas...

Maha Suci Engkau,
dan sujudku memohon...
Ampuni kami...

Duhai Yang Maha Pengasih...
jika nyawaku dapat menebus MurkaMu...
maka ambilah...

tapi aku mengaku padaMu,
aku ini lemah...
hanya sujud dan tasbih...
yang mampu kuberi selain nyawaku...

Engkau Maha Penyayang...
Jika Engkau Murka...
sungguh kami telah melampau batas...

Engkau Maha Pemurah...
Cinta KasihMu lebih besar dari MurkaMu...

Tuhanku Yang Paling Penyayang...
aku terus berusaha...
demi langit dan bumi yang Engkau ciptakan...
aku tak pernah berhenti berusaha...

untuk menghindari MurkaMu...

Maha Suci Engkau
Yang Maha Penyayang...
Maha Suci Engkau
Yang Maha Pemurah...

ampunilah kami,
dan selamatkan kami,
dari murkaMu...

Duhai Tuhanku...
aku mohon perlindunganMU
dari MurkaMU...

Maha Suci Engkau