PUISI CINTA Secarik puisi menenun senja, Jalanan disapa gerimis, Sekawanan burung meneduh, Dibawah rimbunan daun cemara... "Merapatlah, dekap aku," katamu. "Iyaa..." Aku melingkarkan lengan di pinggangmu, Tetesan hujan basahi bajumu... "Aku suka gerimis..." katamu. "Tapi aku basah..." cetusku. "Plis sayang, jangan mengeluh," ujarmu. "Gerimis menumbuhkan pepohonan," tambahmu lembut. "Iya sih." Lelagu katak, arungi pelangi, Kueratkan pelukku... #love
Showing posts with label puisi cinta. Show all posts
Showing posts with label puisi cinta. Show all posts
Monday, March 3, 2014
Dalam Dekapan Gerimis
PUISI CINTA Secarik puisi menenun senja, Jalanan disapa gerimis, Sekawanan burung meneduh, Dibawah rimbunan daun cemara... "Merapatlah, dekap aku," katamu. "Iyaa..." Aku melingkarkan lengan di pinggangmu, Tetesan hujan basahi bajumu... "Aku suka gerimis..." katamu. "Tapi aku basah..." cetusku. "Plis sayang, jangan mengeluh," ujarmu. "Gerimis menumbuhkan pepohonan," tambahmu lembut. "Iya sih." Lelagu katak, arungi pelangi, Kueratkan pelukku... #love
Monday, November 11, 2013
Cinta Yang Tercecer
Cintamu
Tuesday, July 2, 2013
Kutitipkan Rindu Pada Angin
PUISI CINTA Kutitipkan rindu pada angin, Kusampaikan mesra pada rembulan, Adakah engkau akan merasa... Kuberdiri di tepian asa, Pada cinta putih kuraih makna, Adakah engkau masih di sana... Malam telah usaikan senja, Dan mimpiku datang menjelang, Kuingin hanya kamu, Hadir nyata dalam jiwaku, Menyatu di bawah naungan syair malam, Mari berdansa.... dududidam dudidam dudidam didam... 1 Maret 2013
Friday, December 14, 2012
Cinta Kita
PUISI CINTA Tataplah mata hatiku maka akan kau temukan rasa rasa indah yang kunamakan rindu Dengarkanlah kata hatimu dan kau akan menemukan cintaku terus menyelubungi malammu dan mendampingi rasa sepimu Berkatalah jujur pada dirimu maka kau akan menemukan keutuhan cinta hanya ada antara hatiku dan hatimu... Sebentuk cinta, yang tak akan pernah lekang oleh waktu dan menjadi milikku dan milikmu selamanya... Jakarta, 15 Desember 2012
Tuesday, December 11, 2012
Amarah Cinta
PUISI CINTA Tuhan Maha Tahu dengan semua kata hatiku, Aku mencintaimu dengan lembut, Di dalam dasar hatiku yang terdalam, Seperti yang selalu kau inginkan... Sudah aku lewati Semua kekEjaman hatimu Dam telah kulaiui duri-duri siksamu, Namun nurani ingin tetap bertahan Karena titah jiwaku... Seperti perahu aku bisa karam, Seperti bintang aku bisa tenggelam, Namun cinta menerangi jiwaku Dan kau akan tahu, Bahwa cintaku putih, Seperti yang tercatat di lembaran arsy... Kesalahan demi kesalahan kau lakukan, Ratusan kali kumaafkan, Ibaratkan kau telah coret jiwaku dengan luka Dan aku terpelanting tiada daya, Namun kuyakin Tuhan akan berpihak kepadaku, Seperti selama ini cinta mengajariku tentang hidup, Dan kau akan merangkak di neraka...
Luviluv, 12,12,12
Monday, December 10, 2012
Kuingin
PUISi CINTA Pagi basah oleh gerimis mentari menyapa dengan manis kuingin hatimu terbuka oleh cinta kuingin yakinkan indah akan jadi milik kita Pagi nan redup bayanngan kesalahan menjelma terpekur aku dalam sesal adakah pintu maaf terbuka Menari kupu-kupu bersenda di putik bunga kuingin kita buka lembaran baru membuang kisah lama menulis kisah baru meredam gemuruh dada dan memaafkan semua kesalahan kita... Aku tak akan pernah meninggalkanmu Jakarta, 8 Desember 2012
Saturday, December 1, 2012
Jangan Sia-Siakan Cinta
PUISI CINTA Semua kesedihan usai oleh cinta secercah asa, adalah penerang jiwa jalani saja semua dengan setulus hati sampai ajal menjemput nanti Kesedihan dan kejahatan tak mampu menembus dan nurani terdalam tiada tertebus Tak ada cinta yang sia-sia karena cinta adalah anugerah yang Maha Kuasa Bersama cinta arungi misteri kehidupan maka menanglah kejujuran dan kesetiaan maka keyakinan akan memporakporandakan kedustaan Jangan pernah sia-siakan cinta dan biarkan cinta, bersandar pada dermaga yang seharusnya... Semestinya... Jakarta, 2 Desember 2012
Friday, November 30, 2012
Satu Desember
PUISI CINTA Ini Desember yang kunanti secercah pagi membawa hasrat nurani kupeluk kembang indah hantarkanku pada wangi Ini Desember yang kunanti telah lama aku berdiri di sini dan mentari bergeser dalam langkah sunyi Hujan menderu Angin menggebu Ini Desember musim pancaroba, yang menggetarkan hati Ini bulan kakawinkawin burung bertelur dan kecebong bersuka ria kumbang beterbangan di antara putik kembang dan tunas-tunas bersemi Ini Desember Ini satu Desember....
Jakarta, 1 Desember 2012
Monday, November 26, 2012
Love 3
PUISI CINTA Untukmu yang membuatku mengerti arti hidup Aku menciptakan harmoni untuk kau puisikan jika engkau sedang bersedih Tahukah engkau bahwa: suka dan duka adalah anugerah sekaligus ujian untuk menguatkanmu Seperti yang pernah kau ajarkan padaku tentang berpegang teguh pada kata hati maka pada hari ini berjalanlah bersamaku tak usah lagi kau buat alasan yang dapat melemahkan jiwamu Simpan saja kisah masa lalu untuk pelajaran di masa depan Karena setiap kita tak kan pernah bisa sempurna @Rajawali Emas, 7 Desember 2010
Love 2
PUISI CINTA Langit gelap hujan menderu menghempasku dalam rindu menggelorakan jiwaku yang mencari tetapi kemana, kau tak ada di sudut waktu kau tak ada di ujung sembilu dimanakah dirimu, sayangku jangan biarkan aku di sini membiru jantungku berdengup hatiku berduka tanpamu kemana kau pergi adakah kau marah kepadaku adakah aku telah melukai hatimu bicaralah jangan membisu jangan biarkan aku seperti ini menanggung dendam rindu datanglah kekasih jiwaku kemarilah dan peluk erat aku peluk erat jangan pernah lepaskan karena aku membutuhkanmu jangan siksa aku begini aku mencintaimu selamanya... @Mata Senja, 28 November 2010
Love 1
PUISI CINTA Dengarkanlah suara hatiku lewat dawai gitar kujadikan lagu terimalah kata cintaku lewat tinta biru kutulis untukmu Walau senyumanku tak semanis dalam khayalanmu Namun percayalah bibirku tak pernah dusta Walau kata cintaku tak seindah syair pujangga Namun percayalah engkau satu diantara seribu Andai dada ini terbelah jadi dua Lihatlah namamu tertulis di hatiku Andai bintang terjamah tangan ini Ingin kupetik dan kupersembahkan padamu Bukan ku pandai bersandiwara bukan rayuan semanis madu di sini kunanti cintamu... @Rajawali Emas, Nov 2010
Sunday, November 18, 2012
Anugrah Cinta
PUISI CINTA Kita sudah terbiasa dengan pertengkaran-pertengkaran... Sifat baik dan burukmu adalah anugerah bagiku... Kita sudah terbiasa dengan perselisihan-perselisihan... Terlihat indah dalam sebuah perbedaan... Jadilah terbaik bagiku, Dan aku akan menjadi yang terbaik bagimu Cinta tak butuh ukuran-ukuran Cinta menerima kekurangan-kekurangan Tetaplah menjadi dirimu... Tak perlu sempurna Untuk dicintai dan mencintai...
Friday, October 12, 2012
Aku Hancur Tanpamu
PUISI CINTA Malam telah menyatu dengan sunyi. Nyanyian sepi merengkuh mimpi. Wajahmu menjelma dalam butiran hati. Dalam serpihan asa yang selalu membara di sanubari. Aku menatapmu dengan harap. Masih ada secercah hati. Ku terpaku pada rembulan, "Duhai jelita, mengapa sinarmu suram senantiasa?" Rembulan berdiam saja. Seakan suaraku tiada berguna. Ah, teramat jauh kucoba mengerti, hati nelangsa dalam tulisan sepi "Jangan tinggalkan cinta ini lagi, aku dan kamu telah menyatu seia sehati ini jalan merenungi diri bahwa esok mentari akan bersemi lagi...." Aku tetap bersetia di sini Dan tak akan pernah ingkar janji... Aku hancur tanpamu... Jakarta, 13 Oktober 2012
Wednesday, October 3, 2012
Keajaiban
PUISI CINTA Menyusuri sunyi malam Sang dewi belum juga beranjak dari peraduan Angin mengalunkan melodi sepi Bulan separo bergantung di pepohonan Kunyanyikan tembang-tembang cinta rindu dendam bagaikan bara Langit tiada memberikan tanda-tanda luas alam semesta menjaga rahasia Semuanya diam, membiarkan aku terdera Terbelit segala misteri alam semesta "Turunkan keajaiban bagiku," aku berseru. Tiada jawaban Keajaiban bukanlah janji-janji semata Keajaiban terkadang mempermainkan asa Dan aku mencoba meyakini bahwa akan segera tiba waktunya... "Aku tiada akan pernah menyerah," kataku pada langit... Jakarta, 4 Oktober 2012
Sunday, August 26, 2012
Mawar Liar
PUISI CINTA Pagi menganyam embun dengan rerumputan kuhirup kopiku sembari menatapi burung-burung menari di pepohonan Tiba-tiba kau datang Tersenyum, dengan setangkai mawar liar "Aku menemukannya di jalan, sendirian," katamu. Kau ulurkan kembang itu padaku. Aku hanya diam. "Ambilah! Ini untukmu..." Aku memandangi mata itu, Adakah secercah penyesalan. Karena kemarin bukanlah kesalahan pertamamu.... "Jangan pernah ragukan cintaku," katamu. Ratusan kali kau pernah bilang begitu, sebersit bimbang menyelubungiku... Angin meniup perlahan Matahari muncul di cakrawala Kukuatkan hatiku, Kuraih mawar itu, kuciumi wanginya dengan air mata, kutahu kau pasti akan kembali... Dan cinta selalu menemukan jalannya...
Jakarta, 27 Agustus 2012
Tuesday, July 24, 2012
Alamku
PUISI CINTA Dalam sunyiku kulihat diriku tenggelam dalam duka menyendiri mengingat kenangan manis bersamamu yang tlah lama berlalu kupandangi bunga di taman berseri mewangi ku mendengar burung-burung tetap bernyanyi riang gembira hilangkan rasa sunyiku kini kumengerti betapa alam tak ingin kubersedih kini kusadari tak seharusnya aku merana oh awan bawalah aku terbang melayang ke langit biru
Kututup sudah
PUISI CINTA Telah kulewati jalanan yang berbatu telah aku susuri onak dan duri terhempas jiwa ini dalam resah Betapa pedihnya semua ini rasanya tak sanggup untuk berdiri rasanya tak ingin untuk kembali telah kutelan semua pahit ini semuanya hanyalah ujian kuyakin bahwa aku akan bisa bangkit lagi berlari di antara rerumputan menari di bawah sinar rembulan kututup lembaran hari ini dan aku akan tetap berdiri Jakarta, 25 Juli 2012
Letih
PUISI CINTA Letih letih sia-sia sia-sia langkah kemarin sia-sia ingin sembunyi tapi dimana buram buram
seluruh alam semesta duh.... Jakarta, 24 Juli 2012
Tidak Cukup Air Mata
PUISI CINTA Terkadang alam ini begitu bungkam senyap penuh dengan rahasia jiwa ini menjerit terbata dalam pedih mencoba menari dalam alunan nada mencoba tertawa dalam sisa asa namun alpa tidak cukup air mata tidak cukup air mata untuk menjadi lambang luka hati aku menjadi begitu rapuh tak sanggup menggambarkan kepedihan ini luluh lantak tanpa bekas memenjara hati.....
duh Gusti, paringono sabar..... Jakarta, 24 Juli 2012
Subscribe to:
Comments (Atom)






