Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Monday, December 30, 2013

Tahun Baru Semangat Baru

Tahun Baru Semangat Baru

Seringkali tahun baru di iringi dengan kegembiraan. tak aneh jika hampir semua orang merayakan tahun baru dengan hal yang dapat membuat hati riang gembira. " semangat...!!!

Arti Kata Tahun Baru

Tahun baru adalah suatu perayaan di mana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Budaya yang mempunyai kalender tahunan semuanya mempunyai perayaan tahun baru. Hari tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian, sama seperti mayoritas negara-negara di dunia.

tahun baru 2014
Kembang api tahun baru di Bratislava
sumber : wikipedia

Tahun Baru 2014
Kemarin adalah kenangan besok ( kedepan ) adalah harapan
Setiap orang telah menjalani hari kemarin, akan menghadapi hari esok, dan sedang menghadapi hari ini.
Perayaan Tahun Baru kali ini cukup dengan merenung saja, melihat mereka yng merayakannya dan melihat kebelakang, karna di belakang sana masih banyak sisi kurang di banding dengan sisi kelebihannya. ya walaupun ada pepatah yang menyebutkan :
Semua manusia itu sama mempunyai kekurangan dan kelebihannya masing.
Namun manusia cukup untuk mencoba memperbaiki kekurangan agar romantisme kehidupan sedikit terbuka.

Masa Lalu Telah Menjadi Sejarah

Mengingat masa lalu? boleh-boleh saja, bahkan mungkin bagi sebagian orang adalah keharusan. Tetapi ingat, apa yang sudah berlalu tidak dapat kita ubah. Apa yang kita lakukan, baik dan buruk, semuanya sudah terjadi. Semuanya telah tercatat menjadi sejarah hidup kita. Ada orang yang terus menerus menyesali masa lalunya sehingga dia tidak dapat menjalani hari ini dengan baik. Dia merasa orang yang telah berbuat kesalahan dan terus menerus dihantui oleh kesalahan itu. Ini sebenarnya yang menjadi problem.

Menyesali kesalahan adalah hal penting. Tapi jika apa yang telah terjadi terus menerus menjadi penghalang untuk berbuat sesuatu hari ini, maka dia menjadi masalah. Apa yang telah terjadi adalah pelajaran untuk diambil hikmahnya. Baik dan buruk yang telah kita lakukan harus menjadi pelajaran dalam menata diri kita hari ini dan hari ke depannya. Bukan berhenti di titik penyesalan itu.

Apa yang telah kita dapatkan di masa lalu merupakan bagian dari anugrah Allah yang harus disyukuri. Bukan untuk disesali. Mari perbaiki kesalahan di tahun lalu di tahun baru ini dengan semangat baru...

Langkah-langkah Menata Ulang Kehidupan Di Tahun Baru


1. Memiliki cita-cita atau mimpi serta tujuan hidup.

Cita-cita bisa setinggi langit, tapi tujuan hidup perlu lebih realistis.Tujuan hidup tak langsung bisa ditemukan begitu saja.

Diperlukan perenungan diri dalam waktu yang tidak singkat.

Tapi tujuan hidup ini penting sebagai panduan yang mengarahkan langkah kita selanjutnya.

2. Bekerja keras.

Cita-cita maupun tujuan hidup harus ditindak lanjuti dengan kerja nyata, kalau tidak mimpi tersebut akan pudar dan menghilang.

3. Menghadapi berbagai tantangan.

Memperlakukan berbagai kesulitan sebagai sesuatu yang menantang, bukan mengancam. Ini semua berkaitan dengan persepsi.

Kita perlu mengubah pandangan menjadi lebih optimistis.

Kita harus mempunyai kebanggaan dan kebermaknaan terhadap hal-hal yang kita miliki dan akan kita capai.

4. Bertahan.

Tidak cepat menyerah atau berhenti mencoba. Kita berupaya meyakini bahwa semua kesulitan, seberapa pahit dan sulitnya, pasti ada penyelesaiannya.

5. Meningkatkan energi.

Untuk mencapai stamina dan energi maksimal, kita perlu merawat diri agar sehat secara fisik dan mental. Ini dapat dilakukan dengan makan cukup dan benar serta berolahraga secara rutin.

6. Mengembangkan prinsip hidup yang bermoral dan etis.

Termasuk di sini prinsip menghargai dan toleran pada orang lain yang berbeda dengan diri kita, peduli pada lingkungan dan kesulitan orang lain, meyakini hukum ”makin banyak memberi kita akan makin banyak menerima”, serta tidak berpamrih dalam hubungan dengan siapa pun.

7. Menikmati dan menyeimbangkan berbagai aspek kehidupan.

Kita perlu terus latihan memanfaatkan waktu yang terbatas ini sebaik mungkin.

Sukses hidup berarti seimbang dalam menjalani berbagai aspek kehidupan, berarti bisa memadukan aktivitas pribadi, pekerjaan, kesehatan, keluarga, sosial, dan spiritual.


Semoga langkah2 diatas cukup berguna untuk kita menghadapi Tahun Baru dengan Semangat Baru Yang Lebih Baik………..

Bagaimana dengan anda, sahabat? apa saja rencana2 resolusi ke depan di tahun 2014 ini? Dengan rendah hati, saya mohon  sahabat2 mau berbagi disini ………..

Tahun Baru 2014
Selamat Tahun Baru 1 Januari 2014

Monday, December 9, 2013

Laki-laki menangis

Jangan Menangis - Ada kalanya Menangis itu memang memalukan. Ada kalanya juga terdapat beberapa Manfaat Menangis Bagi Kesehatan.

laki laki nangis

Laki-laki menangis

karena tanggung jawabnya di hadapan Allah kelak.
Ia menjadi tonggak penyangga rumah tangga.
Menjadi pengawal bagi ibu, saudara perempuan, istri dan anak-anaknya.

Tak dapat kau lihat tangisnya di bening bola matanya?
Tangis laki-laki adalah...
pada keringat yang bercucuran demi menafkahi keluarganya.

Tak bisa kau simak tangisnya pada keluh kesah di lisannya?
Laki-laki menangis,…
dalam letih dan lelahnya menjaga keluarga dari kelaparan dan 'tega'nya dunia.

Tak dapat kau dengar tangisnya pada omelan-omelan di bibirnya?
Laki-laki menangis,…
pada tegak dan teguhnya dalam melindungi keluarganya dari terik matahari, deras hujan dan dinginnya angin malam.

Namun tidak ada tangisnya pada peristiwa-peristiwa kecil dan sepele.

Laki-laki menangis,…
dalam kemarahannya, jika kehormatan diri dan keluarganya diganggu, digugat….

Laki-laki menangis,…
dalam sigap bangunnya; sholat malam di kegelapan dini hari.

Laki-laki menangis,…
lewat cucuran peluhnya dalam menjemput rezeki.

Laki-laki menangis,…
dengan tenaga dan darahnya menjadi garda bagi agamanya.

Dan juga, …
Laki-laki pun sungguh-sungguh menangis dengan air matanya di kesendiriannya…
menyadari tanggung jawabnya yang besar di hadapan Allah.

Pandanglah Ayah! Pandanglah Suami!
Disaat air matanya berderai-derai...
itu tanda bahwa dia sesungguhnya telah lelah berpikir…
Akalnya sedang tak mampu diajak kompromi.
Lalu terjadilah…
logikanya yang terkalahkan oleh rasa.
Tangisannya adalah kelegaannya bahwa...”saya masih ada untuknya”.

Sesungguhnya syurga ada di dalam keridhaan Allah terhadap pria yang telah berusaha menjadi Khalifah di keluarganya.

Benarkah? Semoga.

Monday, September 23, 2013

Orang-orang yang Bisa Menyeret Kita ke Neraka

Nabi bersabda, "Tahukah kalian siapa sebenarnya orang yang bangkrut?" Para sahabat menjawab, "Orang yang bangkrut menurut pandangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham (uang) dan tidak memiliki harta benda". Kemudian Rasulullah berkata, "Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari Kiamat membawa pahala shalat, pahala puasa dan zakatnya, (tapi ketika hidup di dunia) dia mencaci orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain (secara bathil), menumpahkan darah orang lain (secara bathil) dan dia memukul orang lain, lalu dia diadili dengan cara kebaikannya dibagi-bagikan kepada orang ini dan kepada orang itu (yang pernah dia zhalimi). Sehingga apabila seluruh pahala amal kebaikannya telah habis, tapi masih ada orang yang menuntut kepadanya, maka dosa-dosa mereka yang didzalimi ditimpakan kepadanya, dan pada akhirnya dia dilemparkan kedalam neraka (Shahih Muslim No.4678, Tirmidzi No. 2342) 

Siapakah kira-kira yang dimaksud ‘orang lain’ yang disebut dalam hadits tersebut? Apakah mungkin mereka itu orang yang tinggalnya jauh dari kita.? Misalnya anda yang tinggal di Indonesia, maka ‘orang lain’ yang dimaksud Rasulullah adalah Mr. Smith di Amerika Serikat, atau Nakamura-san di Tokyo, Mr. Mugabe di Afrika..? Lalu kapan adanya kesempatan kita berinteraksi dengan mereka sehingga memunculkan kedzaliman dan sikap menyakiti..?. Bagaimana mungkin bisa dikatakan kita melakukan dosa padahal kenalpun tidak..?. 
 
Maka ‘orang lain’ yang dimaksud oleh hadist tersebut pastilah orang-orang terdekat kita. Anda tahu siapa mereka..? mereka adalah keluarga kita, istri atau suami, anak-anak, orang-tua, saudara, tetangga kiri dan kanan, jamaah masjid, rekan sekantor, teman sekolah, karyawan dan anak buah kita, itulah ‘orang lain’ yang bisa menyeret kita ke neraka akibat kedzaliman yang kita lakukan terhadap mereka. 

Boleh dikatakan dalam melakukan interaksi sesama manusia, kita hampir tidak pernah luput dari sikap saling menyakiti, dalam suatu waktu kita berdamai satu sama lain, pada kesempatan lain muncul konflik, kemarahan dan diikuti sikap saling menyerang. Kedzaliman biasa dilakukan oleh pihak yang lebih berkuasa, lebih kaya, lebih bertenaga, namun pada satu kondisi bisa juga dilakukan oleh rakyat jelata, orang tidak berpunya, bawahan, anak buah. Kedzaliman misalnya muncul dari tukang becak ataupun sopir angkot yang sengaja memacetkan jalanan, atau bawahan yang malas tidak mau menjalankan tugas dan kewajiban, dll, yang berakibat menyakiti dan menyusahkan orang lain. 

Tentu saja potensi kedzaliman lebih banyak berasal dari pihak yang berkuasa, berharta dan memiliki tenaga terhadap pihak sebaliknya. 

Kedzaliman juga tidak hanya berbentuk kekerasan dan penindasan saja, kelalaian orang-tua dalam mendidik anak untuk taat kepada Allah juga termasuk kedzaliman. Apakah anda bisa membayangkan ketika di akherat kelak seorang anak yang ‘divonis’ masuk neraka karena banyak melakukan dosa dan maksiat, dia akan memprotes :”Saya begini karena tidak pernah dididik oleh orang-tua saya, dia hanya memikirkan keselamatannya sendiri, menjadi orang saleh sendiri, ke masjid sendiri tanpa mengajak dan mengingatkan saya..”, atau protes datang dari tetangga anda yang dihukum karena suka bermaksiat tanpa pernah kita ingatkan dan cegah..? 

Kita juga jangan menyangka, bahwa di akherat kelak, antara anak dan orang-tua, antar saudara akan saling membantu ‘bahu-membahu’ agar luput dari siksaan neraka, Allah menginformasikan : 

QS Al-Mu’minun (23):101 Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya. 

Jangankan antara keluarga dan saudara, bahkan antara pikiran kita dengan anggota tubuh kita saja tidak ada lagi koordinasi dalam bersaksi tentang perbuatan kita selama di dunia : 

QS Yaasin (36):65 Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. 
 
Kedzaliman terhadap sesama manusia hanya bisa dihapus dengan saling memaafkan, dan kesempatan itu hanya ada dalam kehidupan di dunia saja. Di akherat sudah tidak ada lagi ‘mekanisme’ saling memaafkan karena semua sudah dicatat dan ‘dipatenkan’, lalu semua fakta akan dihakimi dengan seadil-adilnya. Jangan bersikap ‘pede’ dengan mengatakan :”Biar saja, saya tidak perlu meminta maaf, karena dia juga pernah mendzalimi saya..”, sebab boleh jadi nanti di pengadilan Allah, kedua pihak justru akan saling tarik-menarik untuk masuk ke neraka. Maka bersegeralah untuk saling memaafkan selagi masih ada waktu. 

Jadi pernahkan anda membayangkan bahwa ternyata ‘orang lain’ yang berpotensi menyeret anda ke neraka tidak datang dari tempat yang jauh, melainkan pasangan hidup, anak-anak, orang-tua, tetangga, rekan kantor, teman sekolah, bawahan, jemaah masjid, yaitu mereka yang sering berinteraksi dengan kita? 

Pada suatu keadaan, ketika orang lain yang kita dzalimi tersebut terlebih dahulu meninggalkan kita, maka kemalangan sebenarnya ada pada pihak yang masih hidup. Pada umumnya orang yang ditinggalkan dengan mudah memberikan maaf terhadap orang yang sudah mati, namun sebaliknya, bagaimana bisa si mati punya kesempatan untuk memaafkan yang hidup..? Maka kedzaliman anda yang belum termaafkan itu mau tidak mau akan anda bawa ke liang kubur. 

Untuk kondisi seperti ini, Al-Qur’an menyatakan bahwa kita masih diberi kesempatan untuk bisa ‘mengimbangi’ dosa kedzaliman yang belum sempat dimaafkan tersebut : 

QS An-Nur (24):22 Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, 

Memaafkan kedzaliman orang lain terhadap kita tanpa menunggu mereka memintanya, merupakan perbuatan baik yang bisa menghapus dosa kedzaliman kita yg belum sempat termaafkan. Maka bersegeralah untuk memberi maaf dengan hati yang tulus, berlapang dada untuk tidak lagi mengingat sikap orang yang yang telah memunculkan dendam dan sakit hati, bahkan mendo’akan mereka agar tidak menerima akibat atas kelakuan tersebut. Jangan mempunya sikap :”Buat saya sih sudah tidak ada masalah, saya sudah menganggap urusannnya selesai”, namun sikap kita terhadap orang tersebut tetap saja dipengaruhi dendam dan sakit hati, tidak tulus dan berbaik sangka, itu bukanlah suatu pemaafan yang berguna. Sebaiknya kita berusaha meniru sikap Rasulullah, ketika beliau dianiaya oleh kaum kafir, lalu Allah mengutus malaikat, bersiap mengikuti perintah apa saja yang akan dikeluarkan beliau untuk menghukum kaum tersebut, Rasulullah malah berkata :”Yaa Allah, ampunilah perbuatan mereka karena mereka sama sekali tidak mengerti apa yang telah mereka lakukan..”. 

Meminta maaf dan memaafkan, sekali lagi, hanya merupakan kesempatan yang diberikan Allah di dunia saja, maka apa gunanya dendam dan sakit hati harus anda pelihara sampai ke liang kubur..?? apa manfaat nya bagi anda..?? Sama sekali tidak ada.., bersegeralah melakukannya dengan tulus, datangi orang-orang terdekat anda, hapus segala ganjalan dihati, do’akan keselamatan untuk mereka, karena keselamatan mereka bisa menjadi keselamatan anda juga.


YouTube Channel Lampu Islam: youtube.com/ArceusZeldfer
Facebook Page: facebook.com/LampuIslam

Thursday, September 19, 2013

Kisah Seorang Kakek yang Miskin



Alkisah seorang tua miskin disuatu kampung memiliki seekor kuda putih yang indah. Penduduk kampung tersebut menyarankan agar pak tua menjual saja kuda tersebut karena membutuhkan biaya besar untuk merawatnya agar tetap terlihat cantik, lagipula kuda seindah itu rentan terhadap pencurian, namun pak tua menolak untuk menjualnya. Suatu ketika kekhawatiran warga kampung menjadi kenyataan, kuda sudah tidak ada lagi dikandangnya, raib entah kemana. Melihat kejadian ini, penduduk lalu menyalahkan orang-tua :”Lihatlah.., apa yang kami sampaikan adalah sesuatu yang logis dan masuk akal, semua orang juga akan berpikiran yang sama, bahwa kuda yang cantik tersebut akan hilang dicuri. Karena anda tidak mau menerima pendapat yang masuk akal ini maka sekarang anda harus menghadapi musibah, kehilangan kuda..”. Pak tua menjawab :”Darimana kalian tahu kalau kehilangan kuda yang cantik tersebut menjadi musibah buat saya..?”. 


Ternyata beberapa hari kemudian kuda yang cantik tersebut kembali lagi ke kandangnya. Rupanya si kuda pergi ke hutan untuk beberapa lama dan berkumpul dengan kuda-kuda liar yang hidup disana, ketika kembali, kuda tersebut membawa belasan kuda liar untuk masuk ke kandang bersama-sama. Mendengar kejadian ini, penduduk kemudian mendatangi pak tua dan berkata :”Ternyata anda benar, apa yang dalam pandangan logis kami merupakan musibah buat anda ternyata malah sebaliknya, merupakan suatu keberuntungan yang besar..”. lagi-lagi pak tua tidak peduli dan menjawab :”Darimana kalian tahu kalau bertambahnya kuda yang saya miliki tersebut merupakan keberuntungan..?”. Penduduk kampung kembali heran dengan jawaban pak tua, mereka kemudian pergi dengan bertanya-tanya. 

Pak tua memiliki seorang anak laki-laki, beberapa waktu berlalu anaknya tersebut mengurus kuda-kuda liar tersebut, melatihnya agar bisa dimanfaatkan untuk bekerja ditanah pertanian milik mereka, namun terjadi kecelakaan, anak pak tua jatuh dari kudanya dan mengalami patah kaki. Penduduk yang mendengar khabar ini langsung mendatangi pak tua dan berkata :”Lagi-lagi anda benar, ternyata apa yang kami anggap sebagai berkah dan keberuntungan anda malah menimbulkan musibah, anak anda menjadi celaka dan kakinya patah. Coba kalau kuda anda tidak kembali membawa kuda-kuda liar dari hutan..”. Pak tua kembali menjawab :”Darimana kalian mengetahui kalau kecelakaan yang dialami anak saya merupakan musibah buat kami..?”. Sekali lagi orang-orang kampung tersebut pulang dengan terheran-heran. 

Beberapa bulan kemudian, penduduk kampung didatangi oleh petugas kerajaan. Ternyata negeri dalam keadaan perang dan kedatangan petugas kerajaan tersebut untuk merekrut para pemuda masuk wajib militer membela negara. Masalahnya musuh yang dilawan sangat kuat sehingga kemungkinan besar negeri tersebut akan kalah perang dan kecil peluang bagi tentara untuk bisa bertahan hidup di medan perang. Namun anak pak tua tidak termasuk tenaga yang direkrut karena kakinya patah. Mendapati cerita ini, penduduk kampung kembali datang kepada pak tua, mereka bicara, kali ini sambil menangis :”Anda beruntung pak tua.., anak laki-lakimu selamat dari kematian, ternyata kecelakaan yang menimpanya dan kami anggap merupakan musibah buat anda, sebaliknya malah menjadi keberuntungan anda..”. 

Pak tua lalu menjawab :” Untuk kesekian kalinya aku berbicara pada kalian bahwa kalian selalu terlalu cepat menarik kesimpulan. Tidak ada yang tahu apakah ini keberuntungan atau musibah. Tidak ada yang cukup bijaksana untuk mengetahui karena hanya Allah yang tahu.” 

Cerita ini mungkin hanya sebuah dongeng rekaan, namun sangat dekat dengan kehidupan kita. Tanpa terasa apa yang terjadi sebenarnya terjadi juga dalam kehidupan nyata yang kita jalani sehari-hari. Ketika seseorang mendapatkan suatu jabatan, menjadi menteri, boss perusahaan, walikota/bupati, anggota lembaga bergengsi, dll, orang tersebut lalu mengadakan selamatan dengan pesta tumpeng, mendapat kiriman karangan bunga, didatangi karib-kerabat untuk sekedar mengucapkan selamat. Namun ternyata jabatan yang dia peroleh tersebut sebenarnya pembuka jalan buat dia untuk masuk penjara, dan masuk neraka. Kejadian yang dianggap menggembirakan-pun seperti pesta pernikahan, kelahiran anak, dll tidak luput dari kemungkinan ‘salah duga’ seperti yang terjadi pada penduduk kampung tadi. Ketika seorang wanita memperoleh jodoh pria tampan, kaya dan gagah-perkasa, lalu mereka menikah dengan melaksanakan pesta besar-besaran mengundang ribuan tamu. Ternyata ketika menjalani rumat-tangga, si pria berubah menjadi orang yang ‘ringan-tangan’ dan suka memukul. Kita lalu bisa berimajinasi seandainya para tamu undangan mengetahui apa yang akan terjadi dengan rumah-tangga si pengantin wanita, ucapan selamat mereka bunyinya :”Selamat yaa.., kamu sudah mendapatkan pasangan yang akan membuat kamu babak-belur dan menderita kelak..”. 

Demikian pula dengan kelahiran seorang anak, orang-tua mana yang tidak akan gembira menyambut kelahiran anak yang selama ini ditunggu-tunggu..? Namun boleh jadi si anak tersebut ternyata pembuka jalan bagi penderitaan orang-tuanya, ketika beranjak dewasa menjadi preman, bintang porno yang membuat malu orang-tua, atau juga koruptor yang ketahuan tertangkap KPK. Begitu mengalami penderitaan akibat kelakuan si anak, orang-tua yang dulunya menganggap dianugerahi rahmat dan berkah oleh Allah, berbalik memohon agar si anak dikembalikan saja kedalam perut ibunya, dan meminta untuk tidak pernah dilahirkan. Makanya seorang ustadz pernah bercerita kepada saya, ketika dia mendengar keluhan seorang ibu yang sudah bertahun-tahun tidak juga mendapatkan anak yang sangat dia nanti-nanti, yang akan menjadi pelengkap kebahagiaannya dihari tua, pak ustadz langsung menjawab :”Siapa yang bisa menjamin bahwa kalau ibu punya anak, maka anak tersebut akan mendatangkan kebahagiaan kelak, dan bukan kesengsaraan..?”. 

Saya tidak akan menguraikan kemungkinan sebaliknya, betapa banyaknya orang-orang yang dalam penilaian kita mendapat musibah dan ketidak-beruntungan dalam hidup, namun ternyata nasibnya tersebut justru merupakan kejadian yang menyelamatkan dari laknat Allah. 

…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah: 216) 

…(maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (An-Nisaa': 19) 

Satu-satunya cara bersikap yang tepat terhadap hal yang pasti kita hadapi ini adalah dengan berprasangka baik terhadap Allah, tidak ada lagi cara yang lain. Bersikap sebaliknya, curiga dan berprasangka buruk, lalu mengatakan :”Tuhan tidak sayang sama saya, Dia sama sekali tidak peduli..”, hanya akan berakibat merugikan diri sendiri, akan membuat kita menjauh dari Allah, dan ketika kita sudah jauh, kejadian apapun tidak lagi memiliki nilai kebaikan, tidak peduli kita senang ataupun susah ketika mendapatkannya.


YouTube Channel Lampu Islam: youtube.com/ArceusZeldfer
Facebook Page: facebook.com/LampuIslam

Monday, September 16, 2013

Me-restart Diri dalam Safe Mode

Ketika sebuah komputer rusak, maka komputer akan merestart ulang. Kemudian muncullah tampilan di layar: "You have recovered from a major error. Do you want to restart in a safe mode?

Jadi apa itu safe mode? Safe mode adalah keadaan ketika komputer mematikan semua aktivitas ekstranya, sehingga komputer berjalan dengan fungsi minimum. Karena komputer berjalan dengan fungsi minimum, maka kita bisa melakukan diagnosis untuk memeriksa apa penyebab kerusakan di komputer tersebut.

Begitu juga, ketika kita sadar bahwa diri kita mengalami error, misalnya ketika kita menekan tombol shalat, tidak ada respon, kita menyuruh diri sendiri untuk membaca Quran, tapi kita tidak merespon, kita menyuruh diri sendiri untuk pergi ke masjid secara kontinyu, tapi kaki kita enggan melangkah ke masjid, kita seharusnya bersikap baik kepada orangtua, namun kita tidak merespon. Ini berarti kita harus men-shut down diri kita, dan merestartnya dalam safe mode.

Dan kapan safe mode itu? Di bulan Ramadhan. Itulah waktu terbaik. Sebenarnya kita dapat melakukannya di luar bulan Ramadhan juga, tapi kesempatan terbaik untuk merestart diri kita dalam safe mode adalah di bulan Ramadhan.

Banyak orang-orang yang terbangun di pagi hari dan berkata "Aku sudah muak dengan hidupku karena selalu merasa tidak bahagia. Aku letih melakukan semua ini. Aku tidak mau shalat hari ini."

Inilah pemikiran orang kufur. Mereka ada dimana-mana pada zaman sekarang. Dan inilah salah satu tanda akhir zaman. Salah satu tanda akhir zaman adalah orang-orang menjadi tidak taat kepada Allah, bahkan seorang manusia dapat berpikir "Aku tidak mau shalat hari ini." Dia tidak sadar bahwa dirinya dapat hidup karena kasih sayang Allah,namun bisa-bisanya dia berkata "Aku tidak  mau shalat hari ini karena sudah muak dengan hidupku!" Dan hal ini sudah berlaku umum dalam masyarakat kita, orang-orang meninggalkan shalat dengan begitu mudahnya.

Jadi kita harus memanfaatkan bulan Ramadhan untuk melakukan diagnosis. Jika kita melakukan diagnosis, Insya Allah kita akan menjadi normal kembali.

Yang harus diperhatikan adalah, hal yang paling sulit sebenarnya bukan memperbaiki masalah. Hal yang paling sulit adalah mengetahui apa permasalahannya. Misalnya komputer kita rusak. Bagian yang paling sulit adalah mengidentifikasi kerusakannya. Ketika kita tahu bahwa hard disk komputernya yang rusak, kalian tinggal membuangnya dan menggantinya dengan hard disk yang baru. Jadi yang paling sulit adalah memeriksa apakah hard disknya yang rusak, apakah sistemnya yang rusak, dan sebagainya.

Jadi mendiagnosis adalah hal yang sulit dan menyembuhkan adalah hal yang mudah. Untuk menyembuhkan diri, kita tinggal memohon kepada Allah "Ya Allah, aku menyadari kekurangan ini dalam diriku. Ya Allah aku tidak dapat menyembuhkan kekurangan ini tanpa bantuan-Mu. Ya Allah, aku minta sebagaimana Kau membuatku menyadarinya, buatlah aku mendapatkan kesembuhan."

Demikianlah artikel ini. Semoga kita mendapatkan manfaat dan bisa memperbaiki diri kita.

YouTube Channel Lampu Islam: youtube.com/ArceusZeldfer
Facebook Page: facebook.com/LampuIslam

Sunday, September 15, 2013

Sebuah Kesempatan dari Allah

Wahai saudara/saudari, terkadang ketika kita menjalani kehidupan, tiba-tiba Allah S.W.T menjatuhkan sebuah kesempatan untuk berbuat kebaikan di hadapan kalian. Kalian tidak memintanya, kalian tidak bekerja untuk mendapatkannya, dan undangan ini tiba-tiba ada begitu saja di depan mata kalian. Kalian punya pilihan untuk menerimanya atau menolaknya. Jika kalian tidak menerimanya, kesempatan ini mungkin tidak akan hadir lagi kepada kalian. Jadi pilihannya ada di tangan kalian, yaitu menerimanya atau menolaknya. 

Kesempatan untuk berbuat kebaikan ini bisa datang dalam bentuk yang berbeda-beda. Dan inilah taufiq dari Allah Azza wa Jalla untuk kalian. Undangan ini merupakan sebuah rahmat, jika kalian menerimanya, dan Allah bisa menjadi murka jika kalian menyia-nyiakannya.

Contohnya adalah Fir'aun. Allah S.W.T terus mengirimkan tanda-tanda kebesaran-Nya melalui perantaraan Nabi Musa agar dia beriman. Namun Fir'aun terus-menerus tidak mempedulikannya. Dengan demikian, derajatnya menjadi semakin rendah di mata Allah Azza wa Jalla sampai akhirnya dia mencapai derajat yang hina. Allah Azza wa Jalla berfirman tentang dirinya dan orang-orang sepertinya:
"Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih." (Q.S. Yunus 96-97)

Musa A.S menunjukkan mukjizat-mukjizat kepada Fir'aun, berupa tangan Nabi Musa yang mengeluarkan cahaya, lalu tongkat Nabi Musa bisa berubah menjadi seekor ular, kemudian Nabi Musa juga membelah Laut Merah, namun tidak ada yang dapat meyakinkan Fir'aun untuk beriman kepada Allah. Orang-orang seperti Fir'aun sebenarnya yakin bahwa Nabi Musa memang seorang rasul Allah. Mereka punya tahu bahwa inilah kebenaran, tapi mereka menolaknya mentah-mentah.

Saudara/saudari, Allah Azza wa Jalla mempersembahkan kepada kalian banyak kesempatan untuk berbuat baik. Itulah esensi kehidupan. Kehidupan kita dihiasi dengan banyak kesempatan yang diberikan Allah. Kalian harus meraih kesempatan itu tepat pada saat tangan kalian menyentuhnya. Jangan biarkan kesempatan itu pergi karena beberapa kesempatan itu takkan kembali lagi. Jika kalian melewatkannya sekali, maka kalian telah melewatkannya untuk seumur hidup. Misalnya: Seseorang datang kepada kalian dan minta sumbangan untuk pembangunan masjid. Kalian merasa terganggu karena ada banyak orang seperti dia yang meminta sumbangan di sepanjang waktu, ada yang meminta sumbangan masjid, yang lain meminta sumbangan yatim piatu, yang lain meminta sumbangan untuk janda, sehingga kalian tidak mau menyumbang. Ini berarti kalian telah menolak kesempatan yang diberikan Allah. Padahal kesempatan itu bisa saja adalah sesuatu yang takkan kalian dapatkan lagi. Karena kalian telah menyia-nyiakan kesempatan itu, Allah S.W.T menahan kebaikan-kebaikan yang akan datang kepada kalian, karena kalian adalah orang yang tidak pantas mendapatkan kesempatan itu.
Allah S.W.T berfirman:

Dan barangsiapa yang menukar ni'mat Allah setelah datang ni'mat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya. (Q.S. Al-Baqarah:211)

Jika Allah mengirimkan kalian sebuah rahmat, namun kalian menolaknya, maka azab Allah sangat pedih. Dan rahmat terbesar yang diberikan kepada kalian adalah Allah telah menjadikan kalian sebagai seorang Muslim. Sebenarnya orang-orang non-Muslim telah menyia-nyiakan rahmat yang Allah berikan ini. Tapi mengapa sebagian umat Muslim merasa malu untuk menunjukkan identitas Muslimnya? Misalnya, mereka menamai anak mereka dengan nama David, bukannya Daud. Mereka menamai anak mereka Mou, bukannya Muhammad. Mereka menamai anak-anak mereka agar tidak terlihat seperti Muslim. Mereka menggangap nama yang kebarat-baratan seperti itu lebih keren. Allahuakbar, ini sama saja menolak kesempatan yang Allah berikan pada kalian. Allah telah mengirimkan penawaran, mereka tinggal menandatangani kontrak yang menandakan bahwa mereka adalah umat Muhammad S.A.W, namun mereka malah membuangnya di tempat sampah. Bayangkanlah bagaimana keadaan orang-orang seperti itu di hari kiamat. Salah satu dosa yang paling buruk adalah kufur nikmat. Allah Azza wa Jalla telah merahmati kalian, jadi kalian harus berterima kasih kepada Allah karena Dia telah menjadikan kalian sebagai Muslim. Salah satu cara bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla adalah dengan menunjukkan rahmat yang diberikan Allah kepada kalian. Allah S.W.T menyukai ketika dia memberikan seseorang suatu nikmat, maka orang itu menunjukkannya. Jadi tunjukkan nikmat itu, bicarakan nikmat itu! Tunjukkan bahwa kalian bangga karena Allah menjadikan kalian sebagai bagian dari umat Muhammad S.A.W.
Demi Allah saudara-saudariku, banyak orang yang berubah kehidupannya setelah Allah memberikan mereka sebuah kesempatan baik dan mereka mengambil kesempatan itu. Kesempatan itu datang dalam berbagai bentuk, bisa saja dalam bentuk undangan masuk Islam, bisa saja dalam bentuk sebuah proyek untuk suatu pekerjaan, dan sebagainya. Kesempatan ini akan datang kepada kalian dan kalian tidak tahu darimana asalnya, seakan-akan ini sudah ditakdirkan kepada kalian. Dan ketika kalian mengambil kesempatan ini, tiba-tiba kehidupan kalian berubah. Hal ini sudah terjadi kepada banyak saudara-saudari Muslim kita.

Kalian tidak pernah tahu apa yang Allah Azza wa Jalla tawarkan kepada kalian, kecuali ketika kalian menerimanya. Jika kalian menolak kesempatan itu, kalian tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Jadi jangan sia-siakan kesempatan ini.

Ada kisah tentang seorang sahabat R.A dari Thaif yang mengunjungi Mekkah pada masa-masa awal Islam. Saat itu Rasulullah S.A.W. baru mendakwahkan Islam, dan Rasulullah masih mendakwahkannya secara sembunyi-sembunyi. Ketika sedang berjalan, dia melihat seorang pria keluar dari tendanya dan berjalan. Kemudian pria itu diikuti seorang wanita, dan wanita itu diikuti seorang pemuda, dan keduanya mengikuti pria itu berjalan. Sahabat ini adalah temannya Al-Abbas, jadi dia bertanya kepada Al-Abbas "Siapa pria itu dan kedua orang yang mengikutinya? 

Al-Abbas berkata "Pria itu adalah Muhammad S.A.W. Dia adalah kemenakanku yang mengaku sebagai seorang rasul yang diutus Allah. Dan wanita itu adalah istrinya, sedangkan pemuda itu adalah Ali bin Abi Thalib. Mereka adalah pengikutnya."

Sahabat itu berkata "Kemudian setelahnya aku pergi." 

Sahabat ini tidak menjadi Muslim sampai Thaif dibuka, kira-kira 20 tahun kemudian. Dia mengenang masa lalunya dan berkata "Andai saja aku menjadi Muslim pada waktu itu, maka aku akan menjadi Muslim keempat di muka bumi. Sekarang aku sudah jauh tertinggal. Aku kehilangan kesempatan yang berharga itu."

Jadi jangan biarkan kesempatan ini lewat begitu saja. Kalian harus menggapai kesempatan ini.

YouTube Channel Lampu Islam: youtube.com/ArceusZeldfer
Facebook Page: facebook.com/LampuIslam

Orang Beriman Tidak Boleh Mengonsumsi Makanan yang Haram

Salah satu ciri dari orang yang beriman adalah orang tersebut tidak makan dari sumber yang haram. Orang yang beriman harus menjaga tubuhnya tetap kuat, dengan tujuan untuk beribadah, hanya dengan makanan yang halal. 

Contohnya seperti ini: Misalnya kita bepergian ke suatu tempat yang jauh dengan mobil. Kemudian kita berhenti di pom bensin untuk mengisi bahan bakar. Tapi, secara tidak sengaja, petugas pom bensin malah mengisi kendaraan kita dengan solar, bukannya bensin, sehingga mobilnya tidak mau jalan karena salah bahan bakar. Kita terus mencoba untuk menghidupkan mobil itu, tapi mobilnya tetap tidak mau menyala. Akhirnya kita tahu bahwa mobilnya tidak mau menyala karena salah bahan bakar. 

Dari contoh ini dapat kita pahami bahwa jika sebuah mobil yang diciptakan oleh manusia diberikan bahan bakar yang salah, maka mobil itu tidak bisa jalan, bahkan untuk satu kilometer saja. Jadi bagaimana mungkin orang yang beriman mencapai surga dengan makanan yang haram? Itulah mengapa saudara/saudariku, salah satu tanda ketaqwaan adalah kita tidak boleh makan yang haram.

Abu Bakar R.A. pada suatu ketika merasa sangat kelaparan. Kemudian seseorang menyuguhkan sebuah daging yang didapat dari hasil meramal. Ketika dia mengunyahnya, dia bertanya kepada orang yang memberikan daging itu "Darimana kau mendapatkan daging ini?"

"Ini dari pendapatan hasil meramal. Dulu aku sering melakukannya, tapi sekarang sudah taubat. Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan orang-orang yang dulu sering kuramal, dan mereka memberikan gajiku yang dulu belum dibayar", kata orang itu.

Dia memang sudah bertaubat, tapi uang yang didapat berasal dari sumber yang haram. Akhirnya Abu Bakar R.A memutuskan untuk memuntahkan daging itu. Dia berpikir bagaimana caranya memuntahkan daging haram yang masuk ke perutnya. Orang-orang memberikan saran kepadanya "Wahai Amirul Mukminin, minumlah air yang banyak sampai kau memuntahkannya." 

Jadi Abu Bakar R.A terus meminum bermangkuk-mangkuk air sampai daging itu dimuntahkan. Ketika daging itu berhasil dimuntahkan, Abu Bakar R.A berkata "Jika dengan tidak memakan daging ini dapat merenggut nyawaku, aku masih tetap akan memuntahkannya."

Itulah mengapa Hazrat Maulana Yusuf R.A sering berkata "Daging itu bagaikan samudra, dan pemikiran seseorang bagaikan permata di dalam samudra." Arti dari peribahasa ini adalah perbuatan dan pemikiran seseorang ditentukan oleh makanan apa yang masuk ke dalam tubuhnya.

YouTube Channel Lampu Islam: youtube.com/ArceusZeldfer
Facebook Page: facebook.com/LampuIslam

Saturday, September 14, 2013

Kisah Nuaym bin Mas'ud


Rasulullah S.A.W. bersabda agar kita jangan jadi pengikut buta, ketika orang berlaku baik, kita juga berlaku baik, tapi ketika orang berlaku buruk, maka kita juga. Rasulullah S.A.W. bersabda agar kita tetap kuat dan teguh. Ketika orang berlaku buruk, maka kita tidak ikut-ikutan karena itu salah. Sebaliknya kita melakukan perbuatan yang menyenangkan Allah Azza wa Jalla dan mengikuti jalan Muhammad S.A.W. Kita berpikir menggunakan akal yang diberikan Allah sebagai rahmat pada kita.

Duduk, berpikir, dan memahami, introspeksi apa saja yang telah kita lakukan, maka itu dapat mengubah hidup kita! Aku akan menceritakan sebuah kisah.

Nuaym ibn Mas’ud adalah salah satu pemimpin suku Ghatafan. Dia berpartisipasi dalam perang Ahzab untuk melawan Nabi Muhammad S.A.W. Dia turut serta bersama orang-orang Quraisy menuju Madinah untuk berperang melawan Nabi Muhammad S.A.W. Orang-orang kafir Quraisy menghasutnya dengan berbagai macam berita bohong: “Muhammad adalah ini dan itu, dia seorang pembohong, penipu, dan tukang sihir. Kita harus memeranginya.” Itulah yang fitnah yang dibuat-buat oleh orang-orang Quraisy.

Karena terhasut bualan ini, maka Nuaym mengerahkan semua pasukannya menuju ke Madinah. Pasukannya berjumlah ratusan orang dan masing-masing berbekal tameng serta pedang. Mereka berjalan kompak menuju Madinah. Setelah beberapa minggu perjalanan, akhirnya mereka sampai ke Madinah.

Pada suatu malam, Nuaym merenung selama beberapa menit dan berkata pada dirinya “Oh Nuaym, apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau melawan Muhammad? Semua hal buruk yang mereka katakan tentangnya hanyalah kabar burung.” Jadi Nuaym hanya dalam satu malam mengubah posisinya, dari melawan Rasulullah S.A.W. menjadi melindungi Rasulullah S.A.W. Akhirnya Nuaym bersama pasukannya pun berangkat untuk menemui Rasulullah S.A.W.

Ketika Nuaym sampai, Rasulullah S.A.W. melihat kedatangannya. Rasulullah pun bertanya padanya “Apa yang kau lakukan Nuaym?”

Dia berkata “Wahai Rasulullah, aku datang untuk menjadi pengikutmu. Ashyadu ala ilaha ilallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah.”

Allahu Akbar. Benar-benar perubahan yang luar biasa. Nuaym berubah begitu dramatis dari musuh Rasulullah S.A.W., menjadi pengikut Rasulullah S.A.W. hanya karena merenung selama beberapa menit. Karena menggunakan akalnya, akhirnya dia diberikan hidayah!
YouTube Channel Lampu Islam: youtube.com/ArceusZeldfer
Facebook Page: facebook.com/LampuIslam

Thursday, September 12, 2013

Kenyataan Hidup Ini

Dunia adalah dusta.

Dunia hanyalah ilusi.

Dunia adalah penipuan.

Dunia hanya sementara.

Dunia hanya khayalan.

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka, dan sungguh kampung akhirat iti lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kalian memahaminya?” (QS. Al An’am 32)

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnyanakhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahuinya.” (QS. Al Ankabut 64)

“Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.” (QS. Muhammad 36)

‘Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak…” (QS. Al Hadid 20)  

Dunia adalah pemberhentian singkat menuju tujuan akhir kita. Kita berpikir bahwa dunia itu nyata, tapi semakin kita mendekatinya, realita yang sebenarnya membangunkan kita! Ali R.A. berkata “Orang-orang tertidur selama mereka hidup dan mereka terbangun ketika mati.” Kehidupan ini adalah UJIAN BESAR, dan DUNIA adalah RUANG UJIANNYA. Mengejar dunia bagaikan mengejar bayangan kalian sendiri. Lebih baik lari dari dunia ini, dan saksikan bagaimana dunia mengejar kita. Tipu daya dunia jelas terlihat. Tipu dayanya adalah kekayaan, status, dan derajat.

Isa A.S. pernah bertemu dengan dunia. Pada saat itu dunia menjelma jadi seorang gadis yang cantik. Isa A.S. bertanya “Siapa kamu?” Dia menjawab “Dunia.”

Isa bertanya “Berapa banyak teman yang kau miliki?” Dia berkata “Sangat banyak. Semua ciptaan Allah S.W.T.” Isa A.S. bertanya “Kepada siapa kau setia?” Dia menjawab “Tidak siapapun.” Kemudian akhirnya Isa berkata “Bodohlah barangsiapa yang jatuh dalam tipu daya dan dustamu.”

Kebenaran yang hakiki hanyalah Allah S.W.T. dan Islam dari-Nya. Dan satu-satunya jaminan adalah setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Kita tidak akan mati membawa uang atau jabatan kita. Ketika kita mati perlahan-lahan orang melupakan bahwa inilah dunia. Satu-satunya yang berguna hanyalah amalan kita. Satu-satunya barang bawaan kita adalah amal baik dan buruk. Hanya ada 3 pertanyaan dari malaikat-malaikat Allah di dalam kubur.

Munkar dan Nakir akan bertanya:

Siapa Tuhanmu? Allah.

Apa din-mu? Islam.

Siapa utusan yang dikirimkan kepadamu? Muhammad S.A.W.

Dunia adalah tempat untuk berjuang mengharapkan ridho Allah S.W.T., tetap teguh dalam agama kita, dan tidak menyakiti, berkhianat, menipu diri sendiri, apalagi orang lain...

Aku berdo’a kepada Allah S.W.T. agar memberikanku hati yang baik. Karena dengan shalat, zakat, dan puasa, kita semua harus saling menghormati dan mencintai satu sama lain...

Aku mengutarakan nasihat ini pertama untuk diriku sendiri...

Cintai saudara/saudarimu untuk Allah S.W.T. karena kita semua adalah ciptaan Allah S.W.T. Dunia hanya sementara. Satu-satunya kebenaran adalah Allah S.W.T. dan Islam dari-Nya.


YouTube Channel Lampu Islam: youtube.com/ArceusZeldfer
Facebook Page: facebook.com/LampuIslam

Ketika Kita Melakukan Dosa Secara Sembunyi-sembunyi

Kita bisa saja melakukan dosa secara sembunyi-sembunyi. Bapak dan ibu kita tidak akan tahu. Tapi tahukah bahwa Allah mengamati setiap hal yang kita lakukan, dan setiap kata yang lidah kita  ucapkan. Disamping itu, para malaikat mencatat amalan kita dan akan melaporkannya pada Allah, jadi kita tidak bisa bersembunyi. Dan pada hari kiamat, tempat dimana kalian berbuat salah, bumi dimana kalian mencuri, berzina, berbohong, bagian bumi itu akan berkata: “Ya Allah, Abdullah ada disini pada tanggal 29 Desember,  pukul 22:30. Ya Allah, sungguh aku melihatnya.”

Pada saat ini, tubuh kita bisa kita kendalikan, tangan kita adalah milik kita, lidah kita adalah milik kita, kaki kita adalah milik kita, tapi pada hari itu, kita bahkan tidak punya kuasa atas lidah kita, tidak punya kuasa atas tangan, tidak punya kuasa atas kaki, bahkan mereka tidak akan setia pada kita.

Ketika kita berdiri di hadapan TUHAN PENGUASA ARSY DAN KURSI, dan berkata: “Ya Allah, aku tidak melakukan ini dan itu”, tiba-tiba tangan kita mulai berbicara “Tidak ya Allah, dia berbohong, dia melakukan dosa ini.” Kaki kita mulai berbicara “Tidak ya Allah, dia melakukan dosa ini.” Kita mencoba mengatakan sesuatu dengan lidah kita  tapi ternyata kita tidak punya kuasa terhadap lidah kita, dan lidah kita akan bersaksi melawan kita dengan berkata: “Ya Allah, sesungguhnya Abdullah melakukan dosa ini dan aku adalah saksinya.”

YouTube Channel Lampu Islam: youtube.com/ArceusZeldfer
Facebook Page: facebook.com/LampuIslam

Wahai Umat Muslim, Dalam Hal Apa Kalian Berlomba?


Saudara/saudariku, bagaimana caranya menggapai surga? Kita harus bekerja keras untuk menggapainya. Satu-satunya cara adalah dengan berkompetisi menuju ke sana, mengikuti jalan yang diwahyukan Allah S.W.T. dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah S.A.W., meninggalkan hasrat dan nafsu kita.
Allah S.W.T. berfirman tentang bagaimana orang-orang terdahulu berlomba-lomba menggapai surga. Ada sebuah peristiwa di zaman Rasulullah. Seorang pemuda sedang memakan sebuah kurma pada saat perang Uhud, kemudian terdengar seruan “Majulah dengan nama Allah S.W.T. dan jangan lari dari mereka.”

Kemudian dia menoleh kepada Rasulullah S.A.W. dan berkata “Ya Rasulullah, jika aku maju sekarang, apa yang akan kudapatkan?”

Rasulullah bersabda “Di antara kau dan pasukan musuh adalah surga. Di antara kau dan surga adalah pasukan musuh.”

Sahabat itu melihat kurmanya dan berkata: “Di antaraku dan surga adalah kematianku dalam melindungi umat Muslim dan agamaku. Demi Allah, waktu yang diperlukan bagiku untuk menghabiskan kurma ini terlalu lama, aku tidak bisa menunggu selama itu.”

Dia membuang kurmanya dan maju menyerang untuk melindungi saudara-saudara muslimnya, dan mati syahid dalam perang itu.

Rasulullah S.A.W. bersabda bahwa ketika dia mati syahid, Allah membangkitkannya.

Ketika Allah menunjukkan tempatnya dalam surga, Allah bertanya “Apa yang kau inginkan?”

Sahabat ini berkata “Tuhanku, aku ingin satu hal.”

Allah berfirman “Apa yang kau inginkan akan Kukabulkan.”

Dia berkata “Aku ingin Kau menciptakan 100 nyawa untukku sehingga aku dapat kembali hidup dan mati lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi untuk apa yang telah Kau berikan padaku.”

Kemudian Allah S.W.T. berfirman padanya “Untuk hal itu, firman-Ku telah tetap, sekali Aku menciptakanmu dan kau mati, Aku tak akan mengembalikanmu.”

Kemudian sahabat itu berkata “Ya Rabbi, siapa yang akan memberitahu orang-orang tentang kesenangan surga dan hadiah yang Kau berikan untuk mereka?”

Allah berfirman: “Kami yang akan memberitahu mereka.” Dan pada saat itulah surat Ali Imran ayat 169 diwahyukan:

"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki." (Q.S. Ali Imran:169)

Kesimpulannya adalah apa yang telah Allah S.W.T. sediakan untuk kita. Ini sama dengan surat Yasin tentang seorang saleh yang berkata kepada kaumnya: “Wahai kaumku, ikutilah para nabi menuju petunjuk.” Kemudian dalam hadist dikatakan bahwa mereka membawa orang saleh ini, membaringkannya di tanah dan mulai menginjak-injaknya sampai tulang-tulangnya patah, dan mereka membuangnya ke dalam sumur.

Allah S.W.T. berfirman kepada pria ini: Masuklah ke dalam surga!”

Dia berkata “Kuharap kaumku mengetahui tentang ini. Andai saja mereka mengetahui betapa banyak Allah telah mengampuniku dan betapa banyak balasan yang diberikan kepadaku, andai saja mereka tahu.”

Saudara/saudariku dalam Islam, kita harus berlomba-lomba menuju surga! Allah berfirman: “Dan dalam perihal ini, orang-orang yang mau berlomba haruslah berlomba.”

Dalam hal apa kalian berlomba-lomba saudara/saudariku? Saudariku, apakah kalian termasuk orang yang merengek agar suami kalian membelikan kemewahan dan perhiasan?

Saudaraku, apakah kalian termasuk orang yang berkompetisi untuk menikahi wanita yang berasal dari keluarga terhormat sehingga kalian ikut populer? Apakah kalian termasuk orang-orang yang berlomba untuk mendapatkan pendidikan hanya agar semua orang membicarakan kalian dan jadi populer, bukan untuk berkontribusi kepada masyarakat? Apakah kalian termasuk orang yang berlomba-lomba dalam meraih kebahagiaan di dunia saja?

Allah S.W.T. berfirman dalam Al-Qur’an:

‘Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak…” (QS. Al Hadid 20)

Lihatlah orang-orang yang jauh dari Allah. Apa yang mereka lakukan? Hanya memenuhi hasrat dan nafsu mereka. Dunia penuh dekorasi, ingin menghias diri, melakukan operasi plastik, pergi ke salon untuk terlihat cantik, dan sebagainya...

Saudara/saudariku, ketika Allah S.W.T. mengisahkan orang-orang terdahulu (para sahabat Rasulullah S.A.W.), mereka adalah orang yang berlomba-lomba menuju surga.
 
YouTube Channel Lampu Islam: youtube.com/ArceusZeldfer
Facebook Page: facebook.com/LampuIslam

Wednesday, September 11, 2013

Mencintai Allah

Dalam Hadist Sahih al-Bukhari, dikisahkan bahwa pada suatu ketika Rasulullah S.A.W. terbangun dalam gelapnya malam. Dia mengangkat tangannya ke langit dan bersabda “Ya Allah, umatku, umatku! Ya Allah, umatku, umatku...” Dia tidak dapat mengucapkan kata yang lain karena sangat emosional. Hingga malam berlalu, dan waktu fajr tiba, pada saat itu Jibril A.S. turun dan berkata “Ya Muhammad S.A.W., Allah S.W.T. telah mengutusku dan berfirman: “Ya Muhammad, Tuhanmu tidak akan mengecewakanmu berkenaan dengan umatmu.”

Pertanyaannya saudara/saudariku, apakah kita akan mengecewakan Rasulullah S.A.W.?
Untuk orang-orang yang melihat situasi umat Muslim di sekitar kita dan berkata “Tidak ada harapan bagi umat ini!” Mereka yang melihat situasi di negara-negara muslim dimana umat muslim dianiaya oleh orang-orang lain. Demi Allah, aku akan memberitahu kalian – setiap orang yang telah memberikan pengaruh di dunia ini, bukanlah orang yang besar sebelum mereka menjadi besar. Mereka tidak terlalu berbakat, tidak terlalu berpendidikan, tidak mendapatkan bantuan dari siapapun juga. Demi Allah, mereka hanya punya satu hal dan HANYA SATU HAL – dan hal itu adalah hasrat yang membara untuk mengubah keadaan umat.

Jadilah orang-orang yang mempunyai visi ini, jadilah orang-orang yang memenuhi cinta kepada Allah Azza wa Jalla, dengan mengejar visi Rasulullah S.A.W. di bumi ini. Setiap orang bisa berkata “Aku mencintai Allah.” Meski begitu, hal-hal tertentu mencegah mereka dari membuktikan cinta mereka kepada Allah Azza wa Jalla.

Hal pertama yang mencegah mereka adalah sikap pesimis – “Aku tidak bisa jadi hebat, aku tidak bisa membuktikan cintaku kepada Allah. Aku telah banyak berbuat dosa, aku bukan orang yang spesial, aku tidak punya pengetahuan Islam. Bagaimana mungkin aku bisa melakukan banyak hal, bagaimana aku meningkatkan amalku untuk membuktikan cintaku kepada Allah Azza wa Jalla?"

Tapi demi Allah, kalian spesial. Rasulullah S.A.W. bersabda “Ketika seorang hamba sedang shalat dan mengucapkan Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin, maka Allah menjawabnya dan berfirman: "Hamba-Ku telah memuji-Ku.” Jadi setiap kali kalian berbicara kepada Allah, Allah juga berbicara kepada kalian. Allah Rabbul ‘izzati wal jalaal selalu memperhatikan kalian.

Jadi saudara/saudariku, setiap kali perasaan negatif timbul dalam hati kalian, setiap kali kalian merasa tidak bisa membuktikan cinta kepada Allah Azza wa Jalla, ingatlah bahwa Nabi Muhammad S.A.W. adalah orang yang sangat positif.

Bersikap positif terhadap diri kalian sendiri, bersikap positif bahwa kalian dapat membuat perubahan, bersikap positif bahwa kalian memiliki pengaruh dalam mengubah umat ini.

Saudara/saudariku dalam Islam, Allah sangat mencintai kita. Bahkan ketika kita tidak mematuhi-Nya, Dia masih memberi kita rezeki dan masih mengizinkan kita bernapas. Dia masih menjaga kita.

Betapa Besar, Suci, dan Maha Pengasihnya Allah S.W.T. Salah satu nama-Nya adalah Al-Wadud. Al-Wadud artinya Yang Maha Penyayang. Dia yang mengasihi makhluk-Nya dan cinta mencintai makhluk-Nya. Dia sangat mencintai makhluk-Nya, sehingga cinta yang Dia kirimkan ke bumi hanyalah 1/99 bagian yang telah Dia siapkan untuk orang-orang beriman di hari kiamat.

Jadi saudara/saudariku dalam Islam! Apa yang telah kalian lakukan untuk membuktikan cinta kepada Allah S.W.T.? Amal apa yang telah kalian lakukan untuk membuktikan kepada Allah S.W.T. ketika Dia menanyai kalian di hari kiamat:

“Wahai hamba-Ku, apakah kau telah membuktikan cintamu pada-Ku, sehingga Aku juga dapat mencintaimu pada hari ini?

Rasulullah S.A.W. bersabda: “Siapapun yang cinta untuk bertemu Allah, Allah akan cinta untuk menemuinya. Dan barangsiapa yang benci bertemu Allah, Allah benci untuk menemuinya.” Tanya diri kalian – Apakah kalian termasuk orang-orang itu?

YouTube Channel Lampu Islam: youtube.com/ArceusZeldfer
Facebook Page: facebook.com/LampuIslam

Motivasi untuk Menggapai Kesuksesan Dunia dan Akhirat

Segala yang kita lakukan di dunia ini bisa sekaligus ditujukan untuk akhirat. Jika kalian bekerja untuk mengharapkan ridho Allah, menjauhi yang haram, selalu mengingat Allah, makan dari yang halal, berkata baik, maka kalian akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhira.

Allah tidak ingin manusia kesulitan di dunia ini. Aku tidak tahu mengapa sebagian orang berpikir bahwa untuk mendapatkan surga, maka kita harus mengalami berbagai penderitaan di dunia ini. Yang benar adalah kita harus memanfaatkan dunia ini sebaik mungkin untuk mendapatkan surga.
Kita punya waktu yang sangat sedikit di dunia ini. Setengah waktu kita dihabiskan untuk tidur, sarapan, dan bersiap-siap kerja, menempuh perjalanan ke tempat kerja, menghabiskan 8-9 jam di tempat kerja, dan pulang. Jadi berapa waktu luang yang kita punya? Mungkin hanya 2-4 jam waktu luang per hari. Bagaimana caranya agar kita bisa memanfaatkan waktu luang tersebut untuk hal-hal yang lebih bermanfaat?

Daripada mendengarkan acara televisi yang tidak berguna seperti musik dan gosip, bukankah lebih baik kita dengarkan Al-Qur’an, mendengarkan sesuatu yang dapat menambah ilmu, menghafalkan do’a, pergi ke masjid secara kontinyu, dan sebagainya.

Jika kalian pulang kerja tiap sore hari, maka kalian bisa shalat Isya’ berjamaah. Sebelum pergi kerja, kalian bisa shalat Shubuh berjamaah di masjid. Tambahlah aktivitas kecil yang bermanfaat dalam hidup kalian, maka kalian akan menuai kebaikan yang melimpah!

Seseorang bertanya “Bagaimana caranya memperbaiki akhlak kita?”Nomor satu, jangan lakukan hal buruk. Jangan bicara tentang melakukan amal baik sampai kalian menjauhi keburukan. Kalian tidak bisa memberikan obat kepada pasien sebelum menghentikan pendarahannya. Mulailah menundukkan pandangan ketika berjalan di keramaian, karena sifat kemanusiaan kita berkurang setiap kali melirik seorang wanita dengan penuh nafsu, dan kita mengamatinya seakan-akan wanita itu hanya seonggok daging. Itu berarti kita telah kehilangan rasa hormat kepada sesama manusia. Kembalikan rasa kemanusiaan kalian dulu, baru kemudian lengkapilah hidup kalian dengan amal baik.

Lakukan hal yang sederhana, seperti memperbaiki shalat, menghafal beberapa do’a, jadi orang jujur di tempat kerja, berbaik hati kepada orangtua. Ini semua bukan hal yang sulit. Inilah yang diinginkan Allah dari kita.

Seseorang juga bertanya “Kenapa Tuhan menginginkan semua hal ini dariku? Apakah hal ini bermanfaat bagi-Nya?” Itu pertanyaan yang bagus! Salah satu nama Allah adalah Al-Ghani! Al-Ghani berarti Dia yang tidak membutuhkan apa-apa, malah kitalah yang butuh segalanya.

Dan Dia memerintahkan kita untuk melakukan amal baik, dan jika kalian punya beberapa amal baik, Dia akan membuat kalian jadi ghani (bebas dari kebutuhan), Dia akan menghujani kalian dengan rahmat-Nya. Amal baik juga bagaikan obat, mereka bermanfaat baik di dunia ini maupun di akhirat.

YouTube Channel Lampu Islam: youtube.com/ArceusZeldfer
Facebook Page: facebook.com/LampuIslam

Biarkan Ujian dari Allah Menghampiri

Terkadang orang suka mengeluh karena susahnya kehidupan yang dijalaninya. Siapa yang bilang mudah menjadi seorang Muslim dan menjalani kehidupan? Kalian pikir kalian mengaku-ngaku sebagai Muslim dan dibiarkan begitu saja? Sesungguhnya kita akan diuji. Kalian pikir bisa menjadi seorang muslim dan kapanpun kalian berjalan, seseorang akan menggelar karpet merah untuk kalian? Tidak seperti itu. Ketika kita baru masuk universitas, apakah selesai sudah? Justru tugas kita baru dimulai! Kita harus mengerjakan essay, thesis, dan tugas-tugas lainnya.

Kalian pikir mudah mendapatkan derajat yang tinggi di mata Allah? Kalian pikir kalian akan mendapatkan surga secara gratis? Ketika kalian mengucap La ilaha ilallah muhammadur rasulullah, apakah kalian pikir setiap orang akan memperlakukan kalian dengan baik?
Dua putri Rasulullah (Ruqayya dan Umi Kultsum) akan dinikahkan dengan dua putra Abu Lahab.

Pada saat pertama kali dia berdakwah secara terang-terangan, Abu Lahab menghampiri Nabi Muhammad dan berkata “Celaka kamu! Karena inikah kau mengumpulkan kami, untuk memberitahu bahwa kau seorang rasul Allah?” 

Kemudian Allah menurunkan sebuah ayat yang mengutuk Abu Lahab dan istrinya. Jadi Abu Lahab pulang ke rumah dan berkata kepada kedua putranya (yang akan dinikahkan dengan kedua putri Rasulullah). Dia berkata “Jika kau memang benar-benar putraku, batalkan pernikahanmu dengan kedua putri Muhammad.” 

Kemudian setelahnya, orang-orang kafir melawan Rasulullah dan dirinya mengalami berbagai macam siksaan dari orang-orang kafir.

Jadi setiap orang akan diuji oleh Allah. Kalian pikir tidak ada solusinya? Kita tidak punya solusinya, tapi Allah punya segala solusi. Setiap orang punya masalah masing-masing. Seorang pengangguran, punya masalah mencari pekerjaan; Orang yang punya pekerjaan, punya masalah dalam pekerjaan. Banyak orang punya masalah mencari istri; Mereka yang punya istri, punya masalah dengan istrinya. Banyak orang tidak punya anak, ingin punya anak; Mereka yang punya anak, punya masalah dengan anaknya.

Faktanya, semua yang kita sentuh menjadi masalah. Tapi Allah punya solusi bagi semua masalah. Masya Allah, ketika kalian melihat jalan buntu; teruslah berusaha dan berdo’a, maka Allah akan menolong kalian.

YouTube Channel Lampu Islam: youtube.com/ArceusZeldfer
Facebook Page: facebook.com/LampuIslam