Wednesday, March 16, 2011

Jika Ini Bukan Cinta

Jika ini bukan cinta
Jantungku tak kan berdegup begitu dahsyatnya tatkala semburat cahaya menyentuh retina tuk tampakkan bayangan mata. Meluruhkan seluruh napas tuk bersabda di atas pesona debaran sesakkan dada.
Jika ini bukan cinta
Hatiku tak kan meringis membanjir deras tatkala rasa teringkar setelah lama bersemayam. Memendam dalam bisu dan kamuflase bahagia yang terurai. Menggoyahkan ego dan hasrat dalam prinsip yang tertata.
Jika ini bukan cinta
Akalku tak kan berargumen tuk halalkan segala fitrah mengancam jiwa tatkala memikirnya tuk kabulkan imajinasi merangkai asa. Membeku dalam kelu lingkaran iman di atasnya.
Jika ini bukan cinta
Wahai Dzat yang jiwaku berada pada genggamanNya
Dekaplah aku dalam sorot mata lindunganMu, agar ku bernaung dalam debaran damaiMu menenangkanku
Rangkullah aku dengan kehangatan cintaMu, agar ku tak terjerat rasa semu yang membuatMu melepasku
Peluklah aku dalam definisi imajinasi mengharapMu, agar ku tak terlena puing-puing khayal nyata asaku
Jika ini bukan cinta
Wahai Dzat yang hatiku berada dalam tatapanNya
Buanglah rasa yang mengitari hatiku. Jangan biarkannya membadai, meluluhlantakan seluruh gedung berfondasi baja yang selama ini kubangun, di tengah tandusnya gurun pasir dan besarnya gelombang samudera.
Enyahkanlah tentangnya dalam pikirku. Jangan biarkannya berkobar, menyuluti seluruh tatanan sejuknya hawa bumi yang selama ini kucipta atas izinMu, dalam rengkuhan aliran sungai dengan riaknya dan danau dengan diamnya.
Namun jika ini cinta
Cukuplah Kau yang mengetahuinya




apa y judulny?

Yaa ayyatuhan nafsul muthmainnah
Irji’ii ilaa Rabbiki
raadhiyatan mardhiyyah
Fadkhulii fii’ibaadii
wadhkhulii jannatii
ai jiwa yang tenang...
Kembalilah kamu Kepada Tuhanmu
dengan hati puas lagi diridhai
Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku
Maka masuklah ke dalam surga-Ku
^_^
Kuingin menjadi yang sederhana..
namun penuh Cahaya..
dengan Senyum menatap dunia..
Seberani Matahari!
Melukis harapan dalam asa..
Sesegar Fajar.. Sebersahaja Senja..
Indah tak terkira..
(copas dari tulisan orang, tapi saya lupa siapa)

Tuesday, March 15, 2011

kembali...........................

Bismillah...

Sejujurnya beberapa waktu terakhir ini q merasa tidak menjadi diri q yang sebenarnya, q asing dgn diri q, asing dgn sikap q, asing dgn perasaan q, asing dgn tingkah laku q, asing dgn perubahan q. Sekarang q memilih untuk menangangani semua kondisi dengan diam, di saat kemarahan, kecewa dan sakit hati q tak dapat q ungkapkan….lagi2 q memilih diam, diam memang mematikan, tapi untuk hal lain diam adalah emas, dan q memilih nya agar kondisi bisa kembali normal.



Aku mencari sesuatu yang pernah melekat pada q dan tertanam dalam diri, namun entah telah berapa lama menghilang dan belum q temukan lagi. Q rindu kondisi itu, q rindu ungkapan itu, q rindu hangat peluk itu, q rindu nasihat itu, q rindu kebersamaan itu, q rindu lingkaran itu, q rindu saat dekap itu berbalas erat, saat akhir majelis itu menjadi saat yang enggan, saat uraian itu membuat tertunduk dan meleleh…Rabbana, saat kami berjarak, jadikan kami semakin kuat dan menemukan embun itu segar dalam hati kami… q rindu ingin mengulang kembali masa lalu itu, masa dimana tak ada pembicaraan melainkan hal2 penting dan penuh hikmah, masa dimana tak ada obrolan selain nasihat-menasihati, masa dimana tak ada tatapan selain tatapan sayang dan cinta karena ALLOH, masa dimana semua beban qt tanggung bersama, semua sedih qt rasa bersama, semua masalah qt selesaikan bersama dan masa semua kerja qt lakuakn bersama....walau ALLOH telah anugrahkan q pada lingkaran baru yang q yakin lingkaran terbaik u proses memperbaiki hidup, tapi tetap, rasa itu berbeda, tetap kebersamaan dengan kalian menjadi hadiah indah dari-NYA, yg kini sulit untuk q dapati kembali. Walau q yakin lingkaran baru itupun juga mencintai q seperti kalian mencintai q, dan q pun mencintai mereka.kebersamaan dengan kalian tetap selalu terlukis indah dalam hati dan benak q dan tersimpan indah dalam ruang kalbu q.



Kini, semua kondisi dan keadaan tak seperti dulu, ruang dan waktu ada diantara qt, dan begitupun kondisi q, berubah!!!

Menyamarkan luka dengan senyuman….tawa riang…kesibukan...sebuah kamuflase….Abstrak... kosong... kehilangan... jenuh......mengajak yang lain menyimpulkan hal yang berbeda dengan yang ada. Mungkin, telah kulewatkan waktu-waktu berharga yang seharusnya bisa q gunakan untuk merangkai asa, cita-cita, impianku sendiri... dan cinta..ehm, kata terakhir berada jauh dalam prioritas q.



Bisa jadi, selama ini q hanya menjadi tokoh figuran tak berguna, tak berarti apa-apa, bisa jadi selama ini q hnya orang yang terbodohkan dgn kondisi, terbawa dengan keadaan, melayang dengan pujian,terlena dengan kenikmatan dan terhanyut oleh kesedihan. sekarang smw itu melukai diri sendiri… membuang rasa bersalah yang lain dan menyalahkan diri q yang tak seharusnya, q telah salah melangkah. Mungkin itulah lukisan jiwa yang tergambar selama ini. Q kehilangan diriku sendiri. Tajam dan begitu melukai. Aku terdiam, tak punya pembelaan dan pengertian. q dihujat dan disingkirkan dari peradaban. Q sakit dalam diam yang panjang. Kemarahan q tertahan, tak bias q luapkan, menyesakkan dada q. q butuh menghirup udara yang menyejukkan itu.

Cukuplah…

kusimpan semua ceritaku yang dulu
Tentangku…
tentang apapun yang membuatku tiada berarti
Di Persimpangan aku berdiri membisu
harus kuputuskan
kemanakah ku melangkah…
Jangan lagi usikku meski aku tak tau
kemana lagi aku berlari
kejar harapan yang sempat mengelam
biarkanlah kuhidup dengan nafas yang baru
nafas yang menyimpan kedamaian
di persimpangan aku berdiri
Cukup FEBRUARI kemarin kutinggalkan kelamku…
tentangku dan masa lalu yang membuatku tiada berarti

(Dipersimpangan Aku berdiri: Edcoustic **dengan satu kata yang dirubah**)

Dan kini, semuanya telah berakhir, saatnya melangkah, saatnya untuk bangkit dan melawan arus, saatnya q kembali pada kindisi normal, saatnya kembali q hidupkan suasana itu, walau tanpa dia, tanpa mereka, saatnya menata diri, menyusun ulang rencana2 hidup, dan tentu mengubah focus.mencoba menerima dan berlapang dada dengan keadaan yang ada, belajar untuk memaafkan semua salah dan mempraktekan ikhlas dengan ketentuann-NYA. ALLOH telah memberikan q pelajaran berharga, q ambil hikmah yang tersimpan, q manfaatkan itu sebaik mungkin. Saatnya berubah untuk menjadi hamba yang lebih baik.



Q harus berjuang untuk masa depan q, dan dengan diam semua tentu akan baik2 saja walau q tetap harus menghadapinya. Mentari pun bersinat hangat seolah mendukung semangat q, angin membelai indah menyejukan kalbu yang sedang “recovery”. Engkau pasti bisa bisik sang langit pada q. Maka q tanamkan dalam benak q, q hafalkan dalam fikiran q, dan q patri dalam semangat q, yup, q pasti bias, saatnya menyusun ulang asa, cinta, mimpi2 itu, akan buat semua menjadi nyata dan tak lagi menoreh luka



Q akan temui lagi diri q yang dulu, akan q dapati lagi dan tak akan lagi q lepaskan, apapun sandungannya, q harus keluar dari zona yang bukan untuk diri q, cz semua itu hanya membuat jasad dan ruhiah q bertambah ringkih, sedangkan fikiran, jiwa dan hati q melayang entah kemana dan terus memutar kenangan2 itu. Saatnya menatap kedepan dan mengemas semua dalam kotak masalalu yang tersimpan rapi di pojok hati q dan mengembalikan Spirit yang hilang itu dari diriku.

Aku ingin menjadi diriku seperti semula... yang Selaras dan sejalan dengan hatiku...sesuai dengan tuntunan dan perintah-NYA

Kupu-Kupu Gaza

Aku bosan, Kak. Aku lelah!"



"Tidak! Jangan sekalipun kau bicara  begitu, adikku"



"Tapi aku benar-benar lelah. Tidakkah kau lihat  anak-anak itu bermain? Mereka ceria sekali. Sangat bahagia. Tak ada yang  mengancam senyum mereka. Aku ingin seperti mereka kak. Tenang, tertawa,  bersama kakak, umi, juga abi. Tak bisakah?"



"Bisa. Tentu bisa.  Tp belum saatnya. Alloh, Tuhanmu, Tuhan kita, meminta kita untuk sedikit  bersabar. Ada bahagia abadi. Lebih indah dari semua yang ada di bumi".



"Tapi,  di mana saudara kita yang lain? Kata umi, saudara kita banyak. Mereka  tersebar di seluruh dunia. Kenapa mereka tak datang membantu kita?"



"Mereka  ada. Mereka membantu kita. Ada yang datang bergabung dalam barisan, ada  yang membantu dengan harta untuk membeli obat-obatan, makanan,  dukungan, ada doa dan air mata yang tak pernah berhenti mengalir. Untuk  kita. Tidakkah kau merasakannya?"



"Ya, Kak. Semoga... Aku senang  mereka peduli pd kita, saudaranya".



"InsyaAlloh..."



........



"Kak,  tidurku kacau. Kulihat negeri ini tenggelam ke samudera. Merah. Darah.  Lalu kulihat tubuh kita terbang seperti kupu-kupu. Kakak yang berwarna  merah muda, dan aku biru tua. Kita mengitari taman yg luas dan indah.  Sangat indah! Belum pernah kulihat tempat seindah itu sebelumnya".



"InsyaAlloh,  kita akan ke sana. Sekarang, kau jangan banyak bicara. Luka di kepalamu  cukup parah. Biar kakak obati dulu. Kau, lanjutkanlah bermimpi".



"Kak,  aku ingin berganti dunia. Sebentar saja. Dunia rekaan imaji. Di mana  bahasa burung, kupu-kupu, kunang-kunang, bisa dimengerti dengan rekah  bunga bermekaran tanpa harus cemas diremas. Bebas..."



"Kupu-kupu?  Lalu di mana akan kau nikmati kebebasan itu? Di ranting pepohonan yang  habis terbakar orasi-orasi api bom dan rudal? Di atas puing-puing kota  yang pucat? Di bawah bayang-bayang deru tank dan pesawat? Atau di depan  mulut senapan yang tak pernah mengerti bahasa burung, bahasa kupu-kupu,  bahasa kebebasan, bahasa kita?... Adikku, kita tak punya pilihan, selain  tetap berjuang sampai syahid menjelang. Itulah sebenar-benar  kebebasan."





Tiba-tiba, dari delapan penjuru mata angin,  suara-suara ledakan berdentuman. Ledakan bom. Ledakan kata-kata dari  mulut api. Ledakan asap yang menggantung menjadi awan di langit saga.  Ledakan semburat warna merah. Ledakan anyir darah yang menggenangi  lembaran-lembaran duka. Dan di antara berbagai ledakan yang merenggut  kesenyapan, ribuan kupu-kupu, burung, dan gemetar jutaan kunang-kunang  berhamburan menerobos cakrawala yang pekat. Mereka tampak bingung,  gelisah kehilangan bayangan. Kupu-kupu itu terus terbang. Dari  kelepaknya yang kaku tampak rasa gelisah menyirami raut wajahnya. Mereka  gemetaran belingsatan di tengah-tengah asap yang menyesaki kerongkongan  di sela-sela ribuan lembar sayap burung, kupu-kupu yang buram dengan  warna merah basah. Tak ada yang mengerti bahasanya. Bahasa burung.  Bahasa kupu-kupu. Bahasa kebebasan.



"Kepalaku pusing, Kak".



"Tahan  sayang, kau harus kuat!"



BRAKKK!!! Tiba-tiba, enam serdadu  muncul dari balik reruntuhan bangunan. Mereka menodongkan senjata ke  wajah anak lelaki dan menarik paksa kakak perempuannya.



"Lepaskan!  Lepaskan kakakku! Pengecut! Lawan aku!"



"Hahahahaha.. Dasar  bocah cilik! Urus saja lukamu!"



BUGH!! Sebuah hantaman mendarat  di pipi mungilnya.



"Alloh..."



"Hentikan! Jangan sakiti  adikku! Biadab!"



"Hahahaha.. Gadis manis. Mari kita  bersenang-senang".



"Tidak! Alloh... Astaghfirulloh... La'natulloh  'alaykum!"



"Kakak..."





Hitam.

Gelap.

Pekat.

Senyap.

Tak  ada suara.



Pelan-pelan,

setitik  cahaya bersinar di kejauhan.

Mendekat.

Mendekat.

Kian  membesar.

Semakin terang.

Ribuan kupu-kupu beterbangan,

berhamburan,

berlarian,

mengitari tatanan bunga-bunga di taman.



by: akhwat zone

Dalam Dekapan Ukhuwah

karena beda kau dan aku sering jadi sengketa

karena kehormatan diri sering qt tinggikan di atas kebenaran

karena satu kesalahanmu pada q seolah menghapus sejuta kebaikan yang lalu

wasiat sang Nabi itu rasanya berat sekali :

" jadilah hamba-hamba ALLOH yang bersaudara"



mungkin lebih baik qt berpisah sementara, sejenak saja

menjadi kepompong dan menyendiri

berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam

bertafakur bersama iman yang menerangi hati

hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari

melantun kebaikan diantara bunga, menebar keindahan pada dunia



lalu dengan rindu kita kembali dalam dekapnya ukhuwah

mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi

dengan persaudaraan suci; sebening prasangka; selembut nurani;sehangat semangat;senikmat berbagi;dan sekokoh janji...... (Dalam Dekapan Ukhuwah_Salim A. Fillah)



yup...berhenti sejenak untuk membuat jeda

berhenti sejenak untuk memberikan kesempatan otak bersinergi dengan pikiran, hati dan perasaan

berhenti sejenak untuk mengumpulkan remah-remah semangat dari keterpurukan

berhenti sejenak untuk memulainya dari akhir

karena beratny mujahadah skrg takkn prnah sbnding dgn  kbhagian yg qt p'oleh nanti,seterjal apapun tebing,akan terasa datar dgn azzam  kuat&cintaNYA,serta cinta org2 yg qt cintai cz Nya



dan kini, setelah sejenak berhenti, saatnya bangkit

saatnya bergerak karena terkadang diam itu mematikan

saatnya mengejar langkah yang sempat tertinggal

saatnya meraih mimpi

saatnya mencegat kesempatan, bukan sekedar memanfaatkan kesempatan

saatnya mecegat momentum

seperti Ukhasyah yang mencegat momentum untuk meminta doa pada Rosul agar ia bisa berkumpul dengan Sang Nabi di surga NYa



dan kini, setelah berhenti sejenak, saatnya q atur ulang ukhuwah ini

saatnya q tanya pada hati q, apa yang telah q perbuat untuk saudara q?

apa yang telah q berikan untuk kebahagiannya

apa yang telah q balas untuk segala pengorbanannya

apa yang telah q curahkan untuk cinta dan kasih sayangnya

q rasa, q belum berikan apa-apa dan melakukan apa-apa

q rasa, q justru sering membuat saudara-saudara q terluka oleh tutur kata q

tersakiti oleh tingkah polah q, terzolimi oleh setiap janji q

hanya untaian maaf yang dapat q lantunkan pada kalian, maafkanlah saudarimu yang dhoif ini,

sungguh q belajar mencintai kalian karena NYA dan q harap ALLOH selalu menjaga cinta itu di hati q.......

fokus...fokus....fokus.........

Bismillah...
Bismillah...
Bismillah...
Bismillah...
Bismillah...
Bismillah...
Bismillah...

Saya agak ragu menuliskan topik ini, maka mata kalian memang tak salah jika membaca basmalah yang saya tulis 7 kali untuk membukanya. Perlu diketahui, saya paling anti, tidak mau, dan berusaha sejauh-jauhnya untuk menulis di kala futur, karena saya akan menulis yang “macem2” dan efeknya bisa fatal. Futur dalam kamus saya adalah kondisi di mana hati sedang acakadut (bisa karena berbunga2 karena hal yang sifatnya tak pantas untuk dibungakan atau lagi kesel bin jengkel sama sesuatu/seseorang tanpa tahu apa sebabnya), futur bagi saya juga berarti lagi gak bernafsu ngerjain sesuatu, bosen, uring2an, males2an, dan kalau sudah begitu, pelarian saya adalah buku. Ya, buku. “Mbaca sampe elek!”  saraf2 di otak saya juga sedang bekerja dengan baik, dan tangan saya –gak tau kenapa gak mau berhenti jalan, gak bisa direm, ngikut arus pikiran yang “seenake dhewe”, alias semau gue. Jadi jangan heran kalau saat asyik2nya membaca, Anda akan kaget karena memaksa otak Anda untuk meloncat ke hal lain yang sama sekali gak nyambung. Sepertinya prolog ini sudah terlalu panjang. Ternyata, fokus itu sulit ya?! FOKUS. Satu kata yang akan saya bawa entah ke mana.

Bismillah...

(Saya mengulang Basmalah bukan karena ingin menggenapkannya menjadi 8. Sama sekali bukan. Tapi biar lebih afdhol saja. Begithat.)
Sebenarnya saya cuma mau bilang kalau hidup kita punya 3 episode besar: masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Kebetulan, saya sangat tertarik dengan sejarah.apalagi sejarah tentang generasi gilang gemilang, generasi Ashabiqunal awwalun (bener g yak nulisnya), pasti kl bis baca itu, saya jadi merinding, kebawa suasana. Tapi, terlalu fokus pada sejarah juga tidak baik. Ada orang yang sangat fokus pada hal yang sudah terjadi di belakangnya hingga lupa dengan masa yang saat ini sedang dijalaninya, apalagi masa depannya. Ada juga orang yang terlalu fokus pada masa yang sekarang dialaminya, tapi cuek dan gak mau peduli pada masa yang sudah dilewatinya, menutup pintu ke masa lalu-nya rapat2 dan fokus pada masa depannya. Boro2 belajar sejarah orang lain, sejarah hidupnya aja gak pernah dia tengok lagi. Trus, bagusnya yang mana ya? Ah, saya yakin kau lebih pandai untuk memilih. Fokus memang perlu, tapi terpaku pada hal2 tertentu dan itu2 saja juga tidak baik. Selain, tentu saja... membosankan! Ada kalanya kita fokus, tapi tidak bisa dipungkiri, masalah hidup yang beragam menuntut kita untuk memberi perhatian pada hal lain. Kita memang punya bagian sendiri, saat ini. Tapi belajar dari sejarah dan pengalaman orang lain bisa menjadi kesuksesan dan keberhasilan kita di masa mendatang.
ada cerita menarik yang berhasil saya temuin
Seorang remaja putri sedang meratapi nasibnya yang dianugerahi Alloh wajah dengan kulit sensitif. Entah mengapa, jerawat sangat betah berdiam di wajahnya. Berbagai cara sudah dilakukannya untuk menghilangkan benjolan kecil kemerahan yang nangkring di pipinya, tapi tetap saja tak berhasil, semakin banyak malah. Hidupnya dihantui rasa minder. Di belahan bumi yang lain, beratus-ratus tahun silam dari hidup remaja putri jerawatan tadi, seorang gadis buta-tuli-bisu menoreh sejarah gemilang dalam hidupnya yang penuh keterbatasan. Bisa kau bayangkan, hidup tanpa cahaya, tanpa suara, tanpa mendengar, tanpa bicara, sejak usianya 19 bulan. “Aku adalah hantu (phantom) yang hidup di dunia-tiada. Kehidupan batinku hampa, tanpa masa lalu, masa kini, atau masa depan,” tulisnya bertahun-tahun kemudian dalam autobiografinya, “The Story Of My Life”. Seorang buta-tuli-bisu bisa menulis? Ya! Bahkan dia sudah menulis banyak sekali buku dan artikel. Dia penulis ternama, aktivis, pembicara publik, pemain drama, peraih piala OSCAR, lulusan terbaik dengan gelar cumlaude dari Radclife College, dianugerahi gelar doktor kehormatan dari beberapa universitas (termasuk dari Harvard University –gelar kehormatan pertama yang pernah dianugerahkan universitas itu pada seorang perempuan), dia adalah salah satu dari 20 perempuan yang tercantum dalam Women’s Hall of Fame di New York World’s Fair, termasuk dalam daftar Gallup’s Mosi Widely Admired People of the 20th Century (1999), pada masa mileniumnya majalah Time juga menempatkan namanya dalam daftar seratus orang paling penting abad ke 20. Dunia mengenalnya sebagai simbol keberanian menaklukkan kesulitan yang memuncak. Pencapaiannya merupakan hasil kerja samanya dengan seorang guru penyabar dan tangguh, Annie Sullivan. Ya, dialah Helen Keller (27 juni 1880 - 1 juni 1968), inspirator bagi siapapun yang tak ingin tunduk oleh keterbatasannya.

Apa hubungannya topik fokus dengan remaja berjerawat dan Helen Keler? Sekali lagi saya cuma mau bilang, fokus memang perlu, tapi fokus juga harus dijauhi dalam hal2 tertentu. Fokus pada keterbatasan hanya akan mematikan perjuangan</span>. Tak ada yang sempurna, di samping kekurangan selalu ada kelebihan. Memikirkan keterbatasan tanpa menggali sisi lain kelebihan sama dengan memilih untuk hidup menderita. Tak ada gunanya meratapi takdir, toh dengan hanya meratap, takdir gak akan berubah, ya tho? Pandanglah sisi2 lain kehidupan, jangan hanya fokus pada satu permasalahan. Karena ada sisi lain yang juga ingin disapa, dan siapa yang mengira kalau itu ternyata adalah jalan bagi permasalahan kita, siapa menyangka jika hal lain itulah yang nantinya akan mengubah nasib kita (atas izinNya dan dengan ikhtiar kita tentunya).yup,saya menamainya virus fikiran, fikiranlah yang membawa bagaimana kondisi diri kita, ketika qt berfikiran negatif, maka hal negatiflah yang terjadi, begitu pula sebaliknya, ketika kita berfikiran positif, hal positif lah yang terjadi,dalam suatu seminar yang pernah saya ikuti, seorang pembicara berkata :" segala sesuatu yang datang ke diri kita bersifat netral, tergantung fikiran kita menyikapinya, mau bersikap positif atau negati", dahsyat (bukan promo acara loh yak), tuh kata2 ajib bgt....
seorang teman juga pernah berkata sama saya, kalo takut, sedih, kecewa, sakit, rapuh de el el adalah sifat dasar yang dianugrahi ALLOH pada setiap hamba-NYA, tapi g berarti kita jadi seorang penakut, g berarti kita akan sedih terus menerus atau menjadi seorang pesakitan atau hancur lebur bak debu bertebangan (lebay...), tentu bukan itu maksud ALLOH menganugrahkan semua rasa itu, kalau saya mencoba belajar menemukan hikmah dari maksud ALLOH adalah agar saya mengerti bagaimana bersikap bijak dan sebaik-baiknya menghadapi semua permasalahan yang ada, agar mengerti arti kebahagiannya yang sesungguhnya, agar mengerti bagaimana menjaga perasaan orang lain, agar mengerti bagaimana indahnya saling memaafkan, agar saya mengerti bagaimana indahnya menjaga silaturahim, dan yang paling berat (coz sampe detik ini masih lum bisa total mempraktekkannya) agar saya mau damai dan ikhlas dengan segala ketentuan ALLOH..dan kalo dah gini saya paling seneng baca surat cinta dari si DIA : “Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyenangi sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Alloh mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” [Al Baqoroh : 216]....wuishhhh, bagai mendapat setetes air ditengah padang gersang, sejuk banget, kata2nya mantep....
saat bentuk lain dari selaksa kasih sayang-NYA menyapa q, sungguh q sakit, q jatuh, q sedih, q rapuh dan semakin kuatlah keyakinan q, bahwa q bukanlah apa2 tnpa DIA, bahwa q g bisa hidup tanpa-NYA, perlahan q bangkit, mencoba menyusun kembali remah-remah semangat, memutar ulang kembali kisah2 penuh hikmah yang pernah q alami atau q baca, dan q coba praktekan jurus baru MERUBAH FOKUS PIKIRAN DAN MINDSET..
q g mau terus2an hancur lebur luluh lantah kering kerontang (halah, apa coba), yup q ubah fokus pikiran q, q tanam lagi bibit semangat dalam diri, q bakar lagi giroh untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari agar semakin banyak manfaat yang bisa q berikan untuk saudara2 q,( penyemangat dari Sang Nabi: kl muslim yg bae adalah yg paling bnyk manfaatny untuk org lain)..dan q katakan pada diri q, q hari ini bukanlah q yang kemarin..q g mau lagi meratapi semua yang terjadi, buat apa, toh semua itu juga akan jadi masa lalu,(tentunya akan lebih indah kl belajar ikhlas dan memaafkan),,,yeahhhh q hari ini adalah q yang punya semangat baru, bangkitlah diri q harapan itu masih ada, berjuanglah diri q syurga ALLOH menanti (kolaborasi SOUHAR dan IZZIS dtambah sedikit perubahan, mav yak bapak2, jadi bikin kacau nasyidnya, he...)
dan semangat q kembali berkobar karena dipantik oleh (lagi2)surat cinta-NYA:

“......Sesungguhnya Alloh tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Alloh menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” [QS Ar-Ra’d: 11]

"sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan" (QS; al Insyiroh, kl g salah ayat 5 dan6)
trus ada lagi kata2 bijak:
“Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka, tetapi sering kali kita menatap begitu lama pada pintu yang tertutup sehingga kita tidak melihat pintu yang telah terbuka bagi kita.”
[Helen Keller]
 ubah lah fokus anda kalo anda ingin merubah diri, ubahlah mindset anda kalau anda ingin maju (cieileh, so' bijak bgt), hadapi segala dengan ikhlas, sabar dan sholat kalo kate Qur'an,trus serahin sama Sang Pemberi masalah, insya ALLOH semua lebih ringan.
ade lagi nie kata2 yang pernah aye temuin mantep bgt dah : ALLOH memberi apa yg kita butuhkan, bukan apa yg kita mau...kenape (tanya), cz yg kite mau lum tentu qt butuhin...
adalagi nih Analogi yang sama (atau dipaksa sama?) dengan dua orang yang dilanda asmara. Siapa yang meminta cinta hadir dalam dirinya? Tak ada. Cinta datang menyerangnya begitu saja. Dan dia, kelepek2 tak berdaya cz rasa itu terus dipupuk. Mereka, dua sejoli itu berikrar akan mengarungi bahtera rumah tangga suatu hari nanti. Sang ikhwan telah berjanji akan meminangnya ketika saatnya tiba. Harapan itu kian bersemi di hati. Dengan keyakinan penuh, keduanya percaya jika cinta mereka akan berlabuh di pelaminan. Namun, apa yang terjadi? Takdir memisahkan keduanya. Dengan sebab yang tidak pernah diduga sebelumnya. Entah apa. Bisa karena keluarga, pihak ketiga, maisyah, jarak, atau kejutan2 lainnya. Apa saja. Yang jelas, Alloh tidak mengizinkan keduanya bersatu. Mau protes? Percuma... inilah keputusanNya. Keputusan yang tidak pernah bisa dibantah.  Bayangkan jika dia adalah engkau. Bayangkan jika kau yang mengalami hal ini (atau memang sedang ngalamin? Hayo ngakuu... ). Mungkin jika logikamu yang bicara, maka kau akan menerima dengan hati lapang bahwa ini adalah takdirNya, meskipun air mata mengalir tak henti2nya. Sedih? Pastilah...!! Tapi jika hatimu yang bicara, maka sulit bagimu untuk melupakannya. Di sini, perasaan adalah hal paling menjebak dalam gejolak cinta. Perasaanlah yang melahirkan rindu, resah, gundah, gelisah, egoisme dan sejuta hasrat yang mematikan nurani. Tiap saat yang kau ingat adalah dia, yang kau pikirkan adalah kenangan2 tentangnya. Sementara... saat ini, dia bukan milikmu lagi. Dia telah bersama saudaramu yang lain, bersama jodohnya (mungkin). Maka, ikhlaskanlah. Berat memang, tapi seperti kata Kotak, “Pelan-Pelan Saja” (akhirnya winampku nyampe ka lagu ini. Hehehe). Lambat laun, kau pasti bisa melupakannya. Sekali lagi, jangan FOKUS! Memikirkan dia yang sudah menjadi milik orang lain hanya akan menambah lebar luka yang menganga. Jangan terpaku pada dirinya, karena perasaanmu itu kini telah haram untuk disandingkan dengannya. Sudahlah. Jangan FOKUS! Bagianmu, telah menunggu di sana. Entah di mana. Entah siapa. Yang pasti, Alloh telah mempersiapkan seseorang yang terbaik untuk melangkah bersamamu. Jangan patah semangat, akhwat/ikhwan yang lain masih banyak! :-P Teruslah berikhtiar, berdoa, dan tawakkal.
jangan mau dikendaliin perasaan, cz yang ada malah tambah ancur, tapi kita lah yang harus mengendalikan perasaan itu..kalo yakin dengan janji ALLOH pasti berikan yg terbae, insya ALLOH sakit itu g akan lama... Percayalah, kita mungkin paling tahu apa yang kita mau, tapi Alloh lebih tahu apa yang kita butuhkan...(diulang ah, abis aye demen ma ni kata)




Duh, ujung-ujungnya…

Biarlah.

Agar gak jomplang dan tampak berimbang dengan kasus di awal, saya akhiri tulisan ini dengan mengutip sajak pendek M. Natsir dalam buku Kebudayaan Islam dalam Perspektif Sejarah (1988).


Sedikit Tamsil

Abad Pertengahan
Hari malam, gelap gulita segenap benua
Terbitlah konon, bulan dan bintang di sebelah Timur
Bulan memulangkan matahari yang sudah silam
Bintang memancarkan cahaya sendiri yang gemerlapan
Di bulan dan bintang melepaskan bumi dari kungkungan gelap gulita

Zaman Baharu
Matahari pun terbit
Terang benderang, berkilau-kilau, silau mata memandang
Si bulan dan bintang tak tampak lagi
Keduanya luput dari ingatan
Seungguh pun ada, pada hakikatnya
Si bulan dan bintang dilupakan orang

Seruan
Tapi, si bulan dan bintang jangan dilupakan
Nanti hari kan maghrib pula
Di sana kan datang gilirannya lagi
“Dan zaman-zaman itu Kami edarkan di antara manusia, bergilir-giliran…”
Demikian ibarat Rabbil Alamin
Begitu putaran sejarah dunia



Hidup itu ada masanya, silih berganti. Tak ada yang tetap. Semua bergerak. Karena hidup itu dinamis. Dan kejadian demi kejadian hadir menyelingi. Kapan kita harus fokus, dan kapan kita membuang fokus untuk menengok ke masa lalu atau kapan kita ciptakan fokus baru untuk mencoba hal-hal baru untuk menyibak satu persatu tabir misteri.

SEMANGAT...SEMANGAT...SEMANGAT...SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!!!!!

makasih untuk akhwat zone yang sangat menginspirasi sampe bisa nulis ini dan makasih juga untuk sahabat2 tercinta atas semangat, motivasi dan pelajaran hidupnya, Luv u coz ALLOH

Wednesday, March 2, 2011

Pedihnya Sakaratul Maut

Kisah Islamiah kembali hadir dengan kisah islami lain yang bagus untuk dijadikan teladan.
Rugi lo kalau tidak membacanya.
Penulis berharap agar kisah-kisah yang ada di blog ini bisa dijadikan suri tauladan juga.

Kali ini akan diceritakan tentang cerita betapa sakitnya saat sakaratul maut, saat menjelang ajal, saat tercabutnya roh dari jasad manusia.
Adalah Nabi Idris yang pernah menyampaikan hal ini dan diwariskan beritanya.

Dengan izin Allah SWT, akhirnya Nabi Idris dapat merasakan betapa sakitnya sakaratul maut.
Ia mengibaratkan sakitnya kayak hewan yang dikuliti hidup-hidup.

Nabi Idris a.s.
Suatu ketika Nabi Idris telah dikunjungi oleh Malaikat Izrail.
Kemudian Beliau bertanya,
"Hai Malaikat Izrail, kedatanganmu ini untuk mencabut nyawa atau berkunjung."
Lalu Malaikat Izrail menjawab bahwa kedatangannya itu untuk berkunjung dengan izin Allah.




Setelah mendengar jawaban Malaikat Izrail, Nabi Idris berkata lagi,
"Hai Malaikat Izrail, saya ada keperluan denganmu."
"Kepentingan apa itu?" kata Malaikat Izrail.
Setelah sejenak menghela nafas, Nadi Idris pun menjawab,
"Kepentinganku denganmu adalah supaya engkau mencabut nyawaku dan kemudian Allah menghidupkan kembali agar aku dapat lebih giat beribadah kepada Allah setelah aku merasakan sakaratul maut."

Malaikat Izrail keheranan mendengar permintaan Nabi Idris.
Tapi Allah memberi wahyu kepada Malaikat Izrail agar dia mencabut nyawa Nabi Idris.
Seketika itu juga Malaikat Izrail mencabut nyawa Nabi Idris a.s.

Pedihnya Sakaratul Maut.
Setelah menjalankan tugasnya itu Malaikat Izrail menangis atas kematian Nabi Idris sambil memohon kepada Allah untuk menghidupkan kembali Nabi Idris a.s.
Kemudian Allah mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka Nabi Idris pun hidup kembali.
Malaikat Izrail bertanya kepada Nabi Idris a.s.
"Hai Saudaraku, bagaimana rasanya sakaratul maut itu?"

Nabi Idris a.s menjawab,
"Sesungguhnya rasa sakaratulmaut itu saya umpamakan binatang yang hidup dilepas kulitnya dalam keadaan hidup-hidup dan begitulah rasanya sakaratul maut bahkan lebih seribu kali sakit."
Kata Malaikat Maut,
"Secara halus dan berhati-hati aku mencabut nyawa yang seperti itu selama-lamanya."

Itulah sahabatku sekelumit kisah tentang pedihnya sakaratul maut.
Seorang Nabi pun juga merasakan hal yang sama dan terasa sangat pedihnya kala nyawa terlepas dari badan.
Semogo sedikit kisah di atas bisa sebagai pelajaran dan renungan untuk kita semua agar selalu meningkatkan bekal sebelum nyawa terlepas.
Amii.