Thursday, December 15, 2011

benci

Gue benci sama lo, ga ada puas-puasnya menyakiti gw. Apa sih yang ada dipikiran lo. Sebesar itukah kebencian lo terhadap gw. Ga didunia nyata, di dunia maya hingga di dunia mimpi pun dirimu selalu meneror, menyinggung dan menyakitu ku. Astagfirullohaladzim, Rabb… aku tersiksa dengan semua ini. aku cape, aku bosan harus menghadapi dia terus hampir disepanjang waktu ku. Ada saja tingkahnya yang selalu menyakiti ku. Inikah hukuman dari kesalahanku yang pernah punya rasa dengan orang yang dicintainya. Bukan mau dan pintaku untuk mempunyai rasa itu, dan begitu ku tau dia mempunyai rasa yang sama, aku segera mundur dan mengalah. Tapi kenapa dia selalu menyerang dan menyakitiku. Belum cukupkah semua yang telah diterimanya, masihkah ia takut dan waspada denganku setelah kehalalan bersamanya telah ia dapatkan. Saudaraku, sungguh aku tak perfnah bermaksud buruk padamu dan akupun sudah menghapus semua rasaku padanya, namun kenapa dirimu masih seperti ini padaku. Berkali-kali maav terlontar dari bibir, tapi kenapa itu semua hanya menjadi penghias kata yang tak kau aplikasikan dalam tindakanmu padaklu. Ya Rabb, sejujurnya, hati ini begitu sakit, bukan karena tak bisa memiliki, tapi lebih karena disakiti oleh rekan seperjuangan. Mengapa keikhlasan memaafkannya begitu sulit kuberi padanya hingga setiap gerak dan lakunya selalu ku anggap menyakitiku. Rabb, apakah ini hanya perasaanku saja, atau memang dia benar-benar menyakitiku?? entahlah aku tak tau pasti. namun yang jelas ini begitu menyiksaku. bebaskan aku dari semua rasa ini, ikhlaskan hatiku untuk memaafkan mereka. Aku tak mau menjadi manusia pendendam, aku tak mau menjadi hamba yang KAU murkai. Aku ingin memaafkannya setulus hati, tapi seringkali pula dia menyakitiku, dan inilah yang membuatku semakin sulit untuk benar-benar ikhlas memaafkannya. Ya Rabb, bebaskan aku dari rasa benci dan amarah ini. aku ingin menghadap-MU dengan senyum dan mendapat senyuman-MU, aku ingin bisa mempertanggungjawabkan ketika KAU mempertanyakannya nanti. aku tak ingin menjadi hamba-MU yang merugi. Bebaskan aku ya RABB, bebaskan…..

Semalam terasa indah bersamanya,
Suasana damai penuh ceria,
Saling berbagi kisah kenangan dunia,
 Namun kini..
Hari-hari berjalan terasa berat,
Ada ketersiksaan di dalam dada,
Pertemuan bagai beban derita,
Sulit untuk terlukiskan oleh kata,
Karena perasaan yang bicara, yang bicara.
Melihat wajahnya,
Mendengar suaranya,
Tersebut namanya,
Benci.
Bukalah mata hati, bukan mata benci,
Kita bukanlah Sang Hakim,
Yang layak untuk menghukum,
Kita juga pernah tersalah, dan bersalah.
Bencilah sekedarnya,
Maafkanlah kekhilafannya,
Walau,
Melihat wajahnya,
Mendengar suaranya,
Tersebut namanya,
Benci.
 Kita bukanlah manusia yang sempurna,
Janganlah merasa seolah tanpa noda,
Kita hanya manusia yang penuh khilaf salah,
Maafkanlah ia bila hatimu terluka,
Karena kita bukan sang hakim..
-nasyid by : MAIDANY-

wahai diriku, salah satu hak dan kewajiban sesama muslim adalah saling mengingatkan. tolong ingatkan dan luruskan lah dirku bila aku melenceng dari jalan RABB ku, karena aku hanyalah manusia yang penuh khilaf salah, aku pernah bersalah dan tersalah dan izinkan aku jua untuk mengingatkanmu wahai saudaraku, bila kaupun melenceng dari jalan RABB-mu.maav saudaraku, bukan karena aku merasa paling benar dan paling suci, tapi itu semua aku lakukan agar aku mempunyai kekuatan ketika menghadap RABB ku dan mempunyai  jawaban ketika RABB ku meminta pertanggungjawaban ku. saudara2ku, sungguh aku mencintai kalian karena ALLOH dan begitu pula ku harap kalian pada ku. wahai diriku dan sauadara2 seiman, mari kita bersama2 menghidupkan nuansa saling menasehati dan belajar saling  mengingatkan dan mengkritik atas dasar kecintaan pada ALLOH, kritik yang membangun, bukan kritik yang berasas kebencian, bukan lagi objektifitas ...  tapi kritiklah dengan ilmu, sesuai kebutuhannya, terukur, dan tidak membabi buta, dan bukan kritik berdasarkan ainu sukhti (mata kebencian)


No comments:

Post a Comment