Saturday, September 4, 2010

Terserah-Mu

PUISI
Semua terserah Kamu
hendak Kau bawa langkahku ini
onak duri telah aku lalui
pahit getir telah aku jalani
kakiku terseok oleh lubang dan kerikil

Semua terserah Kamu
suaraku telah sumbang alunkan lagu
lidahku telah kelu nyanyikan syair itu
jiwaku telah beku menghadapi perjalanan Mu

Biarkan diri berdiri sendiri
di tengah badai yang mengguncang hati
di antara kerasnya kehidupan ini
aku harus berani
aku harus bisa

Terserah-Kamu saja
aku akan menyelami sungai kehidupan ini
dengan batu dan ombak-ombaknya
pastikan mendewasakanku jua

Pondok Kacang, 5 September 2010

No comments:

Post a Comment