Sunday, September 22, 2013

Apakah Qs. 2:116 Bertentangan dengan Qs. 3:55?

Dakwaan Misonaris

Misonaris membuat dakwaan kononnya bahwa
Orang kristen kafir; karena berkata: "Allah mempunyai anak."(QS. 2 Al Baqarah -sapi betina- 116)
Bertentangan dengan:
Orang Kristen di atas orang kafir sampai hari kiamat (QS. 3 Ali Imraan -keluarga Imraan- 55)

 

Bantahan

Mari kita mengkaji ayat-ayat yang dimaksudkan oleh para misionaris yang mendakwa bahawa ayat-ayat tersebut bertentangan antara satu sama lain. 
 
Berikut adalah ayat Surah Al-Baqarah (2): 116 berserta terjemahannya:
 
Surah Al-Baqarah : 116
Dan mereka berkata : Allah telah mengambil anak! Maha Suci Dia; bahkan kepunyaan-Nyalah apa yang ada di semua langit dan bumi; semuanya kepada-Nyalah bertunduk
Berikut pula adalah konteks ayat Surah Ali Imran (3): 55 beserta terjemahannya:
Surah Ali Imran : 55
(Ingatlah) tatkala Allah berkata :  Wahai Isa, sesungguhnya Aku akan mengambil engkau dan mengangkat engkau kepada-Ku, dan membersihkan engkau daripada orang-orang yang kafir, dan akan menjadikan orang-orang yang mengikuti engkau lebih atas dari orang-orang yang kafir itu sampailah hari Kiamat. Maka kepada Akulah tempat kamu kembali, maka akan Aku putuskan nanti di antara kamu dari hal apa-apa yang telah kamu perselisihkan padanya itu.
Bantahan para misionaris adalah pada penggunaan kata-kata  "...akan menjadikan orang-orang yang mengikuti engkau lebih atas dari orang-orang yang kafir itu sampailah hari Kiamat" di dalam ayat Surah Ali Imran (3): 55. Menurut fahaman para misionaris, mereka adalah pengikut-pengikut Nabi 'Isa a.s. yang mengamalkan ajaran-ajarannya, oleh itu ayat ini bertentangan dengan ayat yang mengatakan bahawa orang Kristian adalah kafir.  
 
Untuk menjawab tuduhan ini, eloklah sekiranya kita merujuk kepada Tafsir Al-Azhar, karangan Prof. Dr. Hamka yang mengulas secara mendalam dan teliti tafsiran bagi ayat-ayat yang dirujuk di atas. Di dalam Tafsir Al-Azhar (Juzu' 1-2-3, m.s. 279-280), Dr. Hamka menjelaskan ayat Surah Al-Baqarah (2): 116 seperti berikut:
"Dan mereka berkata; Allah telah mengambil anak." (pangkal ayat 116). Atau diturunkan asal arti dari Ittakhadza : Allah telah mengambil anak. Orang Nasrani mempunyai kepercayaan bahwa Nabi Isa Almasih itu adalah anak Allah. Sebagian dari orang Yahudi pun demikian pula, ada yang mengatakan bahwa Uzair atau Izair Imam besar dan Nabi yang membangkitkan kembali Kerajaan Bani Israil setelah penawanan raja Nebukadnezar, adalah anak Allah. Orang musyrikin penyembah berhala di tanah Arab ada pula yang mengatakan bahwa Malaikat-malaikat itu adalah anak Allah dan perempuan semua. Di dalam catatan yang oleh orang Yahudi disebut Taurat, ada dikatakan bahwa Bani Israil itu adalah anak Allah.

Ayat ini adalah pertaliannya dengan ayat-ayat yang sebelumnya. Tempat beribadat kepada Allah hendaklah dimakmurkan dan jangan dihalang-halangi. Timur dan Barat, Utara dan Selatan, seluruhnya kepunyaan Allah dan kepada-Nyalah menghadap yang sebenarnya. Tetapi hendaklah menetapkan benar-benar dalam hati siapa dan bagaimana yang sebenarnya Allah itu. Dia Tunggal, tidak beranak dan tidak diperanakkan. Hendaklah bersihkan kepercayaan kepada-Nya. Jangan dikatakan Dia beranak, karena Tuhan itu bukan makhluk yang memerlukan keturunan untuk meneruskan atau atau menyambung kekuasaan-Nya kalau Dia mati. Allah itu hidup terus; tidak akan mati-mati. "Maha Suci Dia" Tidak masuk dalam akal yang murni bahwa Dia beranak. "Bahkan kepunyaan-Nyalah apa yang ada di semua langit dan bumi; semuanya kepada-Nyalah bertunduk." (ujung ayat 116). Hanya sati Doa. Tidak ada anak-Nya. Yang selainnya ini, segala kandungan semua langit, segala kandungan bumi, semuanya di bawah kekuasaan-Nya. Dan semua patuh, menekur bertunduk kepada-Nya. Sama saja di antara makhluk yang beku dengan makhluk yang bernyawa. Malaikat bukan anak-Nya, manusia pun bukan anak-Nya, tetapi makhluk-Nya. Yang terjadi karena diciptakan-Nya. kamu orang musyrikin; kamu katakan Malaikat anak Allah, lalu kamu ambil kayu atau batu menjadi berhala dan patung , lalu kamu sembah. Sebab katamu dia anak Allah! "Maha Suci Dia!" kamu orang Nasrani: Isa Almasih yang lahir dengan kuatkuasa Ilahi menurut jalan yang tidak terbiasa, kamu katakan pula anak Allah. Kalau kamu fikirkan hal itu dalam-dalam kamu sendiri akan bingung dengan kepercayaanmu itu. Isa Almasih itu makan dan minum sebagai manusia biasa. Padahal Tuhan Allah tidak makan dan minum. Dan Isa Almasih itu kalau mengantuk matanya, diapun tidur. Sedang Tuhan Allah tidak pernah tidur.
Dan di dalam buku yang sama (ibid, m.s. 181), Dr. Hamka menerangkan hujung ayat Surah Ali-Imran (3): 55, seperti berikut:
Kemudian datanglah lanjutan ayat "Dan akan menjadikan orang-orang yang mengikuti engkau lebih atas dari orang-orang yang kafir itu sampai hari kiamat." Artinya, bahwasanya orang-orang yang teguh memegang ajaran Nabi Isa Almasih yang asli, yaitu tauhid, akan tetap lebih atas karena kebenarannya tidak dapat dijatuhkan, dan kepercayaan-kepercayaan yang kuat itu kian lama kian hilang pasarannya dari muka bumi. Pengetahuan manusia akan bertambah maju. Kemajuan pengetahuan akhir-kelaknya tidaklah akan sampai kepada mengatakan bahwa Allah itu bertiga dalam satu dan satu dalam tiga. Bertambah orang menyelidiki kebenaran dan suka membebaskan dirinya dari paksaan taqlid kepada pemimpin agama dan pendeta, bertambahlah akan nampak kemenangan orang-orang yang benar-benar mencari kebenaran dalam dunia ini. Sebab Allah itu sendiri adalah kebenaran: AL-HAQ.
Kesimpulannya jelas, bahawa apa yang dimaksudkan dengan "...akan menjadikan orang-orang yang mengikuti engkau (Isa) lebih atas dari orang-orang yang kafir itu sampailah hari Kiamat" bukannya merujuk kepada orang-orang Kristian sekarang, tetapi merujuk kepada pengikut-pengikut Nabi 'Isa yang tidak menjadikan 'Isa Almasih sebagai Tuhan, mereka percaya kepada Tuhan Allah yang Tunggal, dan mengakui kerasulan 'Isa Almasih. Dan memang wujud sekte-sekte Kristian seperti orang Nasrani, Ebionim, Arian dan sebagainya yang menolak  kepercayaan Trinitas sehinggalah pada tahun 325 M, apabila gereja Paulus mengumumkan bahawa "ajaran Trinitas" itulah yang benar dan sesiapa yang tidak menganut kepercayaan ini adalah kafir dan wajib dibunuh. 
 
Untuk pengetahuan pembaca, di dalam Perjanjian Baru sendiri tidak ada sepatah pun perkataan 'Isa a.s. yang secara terang-terangan mengakui dirinya sebagai Tuhan atau mengajar kepada para pengikutnya supaya menyembah dirinya sebagai Tuhan. Malah, tidak ada langsung ajaran "Tiga Oknum" (Trinitas), sebagaimana yang dipercayai oleh orang-orang Kristian hari ini.  'Isa secara terang-terangan bersabda:
Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah Yang Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu (Yohannes 17:3)
Kita menyambut sabda baginda itu dengan ucapan: Asyhadu alla ilaha illa Allah, wa asyhadu anna 'Isa Rasulullah.

Sumber: http://malay.bismikaallahuma.org/percanggahan/kontra_list06.htm 

No comments:

Post a Comment